Positive SSL
Home Blog Page 3

Bertambah 5, Total 49 Kantor di DKI Ditutup karena Pegawai Positif Corona

0

Eva Safitri – detikNews

Rabu,12 Agu 2020 12:39 WIB

Jakarta – Klaster penyebaran virus corona (COVID-19) di perkantoran Jakarta bertambah. Hingga saat ini sudah ada 49 perusahaan yang ditutup karena adanya pegawai yang terpapar COVID-19.

“Total hingga saat ini ada 49 perusahaan yang kita tutup karena ditemukannya pegawai yang positif Corona,” kata Kadisnakertrans DKI Andri Yansyah, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2020).

Andri menyebut data itu merupakan hasil sidak Pemprov DKI hingga Selasa (11/8). Menurutnya, 49 perusahaan yang ditutup tersebar di lima wilayah di Jakarta.

Adapun rinciannya yakni, 12 perusahaan di Jakarta Pusat, 5 perusahaan di Jakarta Barat, 4 perusahaan di Jakarta Utara, 14 perusahaan di Jakarta Timur, 14 perusahaan di Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga menutup 7 perusahaan karena melanggar protokol kesehatan. Perusahaan itu berada di Jakarta Pusat 1 perusahaan, Jakarta Barat 1 perusahaan. Kemudian Jakarta Timur 1 perusahaan dan Jakarta Selatan 4 perusahaan.

Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta pun mengimbau kepada para pemilik atau pengelola perusahaan senantiasa menjaga protokol kesehatan. Hal itu bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19 semakin masif.

Sebelumnya, data terakhir pada Senin (10/8) lalu, ada 44 perusahaan ditutup. Sehingga ada penambahan 5 perusahaan yang ditutup sementara oleh Pemprov DKI.

KPK Panggil Wali Kota Banjar Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi

0

Zunita Putri – detikNews

Rabu, 12 Agu 2020 12:46 WIB

Jakarta – Penyidik KPK memanggil Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar Tahun 2012-2017. Ade dipanggil statusnya sebagai saksi.

“Dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar Jabar Tahun Anggaran 2012 sampai 2017,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

KPK juga memanggil dua orang lainnya, mereka adalah mantan Kepala DPPKAD Kota Banjar yang juga pernah menjabat sebagai Plt Sekda Banjar. Selain itu, Direktur PT Cahaya Kristal Putra Dadang Alamsya juga dipanggil untuk dimintai keterangan. Ketiganya diperiksa penyidik di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK sebelumnya juga menggeledah sejumlah lokasi mulai dari Pendopo Wali Kota Banjar, Kantor hingga rumah Kepala Dinas PUPR Kota Banjar. Dalam penggeledahan itu, KPK mengamankan sejumlah uang hingga dokumen yang diduga terkait dengan kasus yang tengah disidik oleh KPK itu.

Meski demikian, KPK belum mengumumkan ataupun menetapkan tersangka dalam kasus tersebut karena adanya kebijakan baru dari pimpinan saat ini. Penetapan tersangka bakal dilakukan bersamaan dengan penangkapan dan penahanan.

Dugaan Suap Jaksa Pinangki Melebihi Jumlah Harta Kekayaannya

0
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (Foto: dok. istimewa/MAKI)

Tim detikcom – detikNews

Rabu, 12 Agu 2020 10:36 WIB

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Pinangki diduga menerima suap sekitar USD 500 ribu.

“Sementara kemarin yang beredar di media maupun hasil pemeriksaan pengawasan itu kan diduga sekitar USD 500 ribu. Kalau dirupiahkan kira-kira Rp 7 miliar. Silakan dihitung karena fluktuasi nilai dolar kita tidak bisa pastikan, tetapi dugaannya sekitar USD 500 ribu,” ujar Hari Setiyono selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Bila dicek dengan kurs rupiah saat ini, dugaan suap Pinangki itu sekitar Rp 7,3 miliar. Angka ini melebihi jumlah harta kekayaan Pinangki yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Tercatat Pinangki memiliki kekayaan Rp 6,8 miliar atau tepatnya Rp 6.838.500.000. Laporan itu disampaikan Pinangki kepada KPK pada 31 Agustus 2019 untuk periode 2018.

Dari pusat data di situs KPK itu, Pinangki tercatat menyampaikan LHKPN sebanyak dua kali, yakni pada 10 April 2008 dan 31 Agustus 2019.

Pada LHKPN tahun 2008, Pinangki tercatat memiliki harta kekayaan Rp 2 miliar atau tepatnya Rp 2.090.624.000. Dalam kurun waktu 11 tahun, harta kekayaan Pinangki bertambah sekitar Rp 4,7 miliar atau tepatnya Rp 4.747.876, yakni naik 227 persen.

Pinangki ditetapkan Kejagung sebagai tersangka pada Selasa (11/8). Pinangki juga langsung ditangkap dan ditahan untuk 20 hari pertama.

“Setelah (Pinangki) ditetapkan tersangka, kemudian tim penyidik melakukan penangkapan,” ujar Hari.

Pinangki dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pinangki terancam hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

“Pasal sangkaannya seperti saya sampaikan tadi (mengenai) pegawai negeri yang diduga terima hadiah atau janji sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 5 (ayat 1) huruf b UU Tindak Pidana Korupsi,” ujar Hari.

Berikut bunyi Pasal 5 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi:

(1) Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) setiap orang yang:
a. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya; atau
b. memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.
(2) Bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a atau huruf b, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Istri Bupati Anas Dapat Rekom, ini Visi Misinya Pulihkan Ekonomi Banyuwangi

0
Ipuk Fiestiandani dan Sugirah (Foto: Faiq Azmi)

Faiq Azmi – detikNews

Selasa, 11 Agu 2020 13:48 WIB

Surabaya – Bakal Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan. Ipuk akan berpasangan dengan Sugirah dalam Pilkada Banyuwangi 2020.

Usai mendapat rekomendasi, Ipuk membeberkan visi misi awal mereka untuk membangun Banyuwangi ke depan. Salah satunya terkait pemulihan ekonomi dan kesehatan.

“Untuk awal ini, kita akan fokus bagaimana menyelesaikan masalah dalam pandemi COVID-19. Khususnya untuk memulihkan kembali perekonomian juga kesehatan,” kata Ipuk usai menerima rekomendasi PDI Perjuangan di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Selasa (11/8/2020).

Langkah awal yang diambil Ipuk ialah dengan memberi penguatan nutrisi kepada para warga di Banyuwangi. Penguatan ini akan disinergikan dengan pertanian, di mana akan memasok bibit-bibit tanaman kepada keluarga.

“Untuk kesehatan kami akan kuatkan nutrisi dan gizi kepada keluarga-keluarga yang disinergikan dengan pertanian dengan memberi bibit-bibit tanaman kepada keluarga. Sehingga bibit ini menjadi pasokan gizi kepada keluarga,” jelas Ipuk.

Istri dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini juga akan membuat program untuk pemulihan ekonomi. Di antaranya pemulihan pariwisata yang sempat terhenti karena COVID-19.

“Selain itu kami akan membuat program ekonomi. Penguatan UMKM, pertanian. Pelatihan kepada masyarakat. Menghidupkan kembali pariwisata, dan beberapa kegiatan lain untuk memulihkan ekonomi lagi,” imbuhnya.

Untuk cara kampanye sendiri, Ipuk akan memaksimalkan kampanye digital melalui media sosial. Ia juga akan menerapkan kampanye door to door untuk menyapa masyarakat hingga ke titik terbawah.

“Kita akan door to door. Karena ini pandemi, kampanye tidak bisa masif. Kita juga akan maksimalkan kampanye digital,” terangnya.

Sejauh ini, Ipuk menegaskan dirinya sudah mendapat rekomendasi 2 partai yakni PDI Perjuangan dan Nasional Demokrat (NasDem). Ia masih berkomunikasi dengan beberapa partai lain.

“Ada beberapa partai yang masih menjalin komunikasi dengan kami. Agar kekuatan kami bersama rakyat semakin kuat,” pungkasnya.

Tembaki Warga di Tangerang, 3 Pelaku Berkilah Ingin Bubarkan Balap Liar

0
Tiga pelaku penembakan di Tangerang Raya yang ditangkap polisi. (Dok. Polres Tangsel)

Jehan Nurhakim – detikNews

Selasa, 11 Agu 2020 12:17 WIB

Tangerang Selatan – Polisi telah menangkap 3 pelaku terkait rentetan penembakan yang terjadi di wilayah Tangerang Raya. Ketiga pelaku mengaku melakukan penembakan tersebut untuk membubarkan aksi balap liar.

“Ketiga pelaku motivasinya melakukan penembakan karena ingin membubarkan balap liar, namun hal ini tidak sesuai dengan fakta penyelidikan yang kita dapatkan,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan saat jumpa pers di Mapolres Tangsel, Jl Promoter, Tangerang Selatan, Selasa (11/8/2020).

Iman mengatakan pengakuan tersangka soal motif penembakan ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pasalnya, kedelapan korban penembakan bukanlah pelaku balap liar.

“Faktanya korban bukan pelaku balap liar, tetapi masyarakat pengguna jalan,” katanya.

Ketiga pelaku yang telah ditangkap adalah CHA (19), CLA (19), dan EV (27). Saat ini polisi masih mendalami keterangan ketiga pelaku tersebut.

“Tersangka CHA dan CLA ini adalah saudara kembar. Mereka bertiga berdomisili di wilayah Tangerang,” kata Iman.

Polres Tangerang Selatan mencatat ada 7 kejadian penembakan yang terjadi selama 3 pekan terakhir. Ketujuh kejadian ini terjadi di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

“Dari ketujuh kejadian ini menimbulkan 8 orang korban,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rentetan teror penembakan misterius terjadi di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan selama 3 pekan terakhir. Salah satu korban adalah mahasiswa yang sedang berkendara di Jl Raya Serpong, Tangerang Selatan, pada tanggal 18 Juli 2020 dini hari.

Akibat kejadian itu, korban terkena peluru mimis di dadanya. Korban saat ini sudah membaik setelah peluru mimis diangkat dari badannya.

Disorot Megawati, Ini 13 Kepala Daerah di Sumut yang Terjerat Korupsi

0
Ilustrasi korupsi (Foto: Edi Wahyono-detikcom)

Tim detikcom – detikNews

Selasa, 11 Agu 2020 13:23 WIB

Medan – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang menurutnya banyak terjerat kasus korupsi. Megawati mewanti-wanti para bakal calon kepala daerah yang mendapat rekomendasi dari PDIP agar tak terjerat kasus hukum, apalagi korupsi.

“Coba, seperti Sumatera Utara. Coba itu tadi satu rengreng banyak sekali, to. Tolong dipikir, tolong diingat, berapa gubernur yang kena, berapa wali kota yang kena. Semuanya urusannya adalah masalah hukum. Coba saja dilihat,” kata Megawati saat memberikan arahan usai pengumuman rekomendasi PDIP kepada pasangan calon di 75 daerah Pilkada 2020, Selasa (11/8/2020).

Dia meminta para bakal calon kepala daerah tak terlena dengan jabatan. Menurutnya, para calon kepala daerah punya hak ekslusif karena tak bisa dengan mudah diganti partai pengusung jika terjerat kasus hukum.

“Kalian yang akan saya beri rekomendasi ini itu akan eksekutif. Di eksekutif, tidak ada, kalian boleh saja senang, tidak ada yang namanya sanksi. Jadi kalau itu saya sendiri suka jengkel. Kalau di struktur ada sanksi, di legislatif ada sanksi, kita bisa ganti dengan PAW. Tetapi eksekutif tidak. Ini kalau yang ada pikiran jelek, sudah senang, ‘wah rupanya kita nggak bisa nih diberikan sebuah sanksi’,” kata Megawati.

Lalu, sebenarnya ada berapa kepala daerah dari Sumatera Utara yang terjerat kasus korupsi?

Sejauh ini, ada 13 orang kepala daerah dari Sumut yang terjerat kasus korupsi. Jumlah itu hanya kepala daerah yang kasus korupsinya ditangani oleh KPK. Berikut daftarnya:

1. Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin
2. Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho
3. Wali Kota Medan Abdillah
4. Wakil Wali Kota Medan Ramli
5. Bupati Nias Binahati B Baeha
6. Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia
7. Wali Kota Pematangsiantar Robert Edison Siahaan
8. Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara
9. Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang
10. Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnaen
11. Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap
12. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu
13. Wali Kota Medan Dzulmi Eldin

Bank Mandiri Turunkan Bunga Kredit, Ini Daftarnya

0
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar/Foto: Agung Pambudhy

Sylke Febrina Laucereno – detikFinance

Selasa, 11 Agu 2020 12:37 WIB

Jakarta – Salah satu bank BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merespons penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dengan menurunkan suku bunga.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengungkapkan perseroan telah menurunkan bunga deposito dan bunga kredit.

“Bunga deposito counter sudah turun dan bunga kredit juga sudah diturunkan antara 0,5-1% per annum,” kata dia kepada detikcom, Selasa (11/8/2020).

Royke mengatakan ke depan perseroan akan terus melakukan penurunan suku bunga dan melakukan efisiensi dalam menjalankan operasional.

Berdasarkan data suku bunga dasar kredit (SBDK) per 8 Juli bunga kredit korporasi Bank Mandiri tercatat 9,85%, kredit ritel 9,8%, kredit mikro 11,5%, kredit konsumsi non KPR 11,95%, dan kredit konsumsi KPR 10,2%.

Saat ini Bank Mandiri juga mendorong program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan terus menyalurkan kredit ke sektor yang telah kembali menggeliat.

“Kita juga tetap fokus pada program pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” imbuh dia.

Per 7 Agustus Bank Mandiri telah menyalurkan kredit PEN hingga Rp 5,6 triliun untuk 1.965 debitur. Penyaluran kredit PEN segmen UKM ini didominasi ke sektor perdagangan besar dan eceran, diikuti sektor industri pengolahan dan sektor konstruksi.

Diharapkan, penyaluran kredit PEN ke segmen UKM bisa melebihi target Rp 6 triliun, sesuai dengan pipeline Bank Mandiri terkait pemanfaatan penempatan uang negara di Himbara berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. PMK.70/2020.

Hari Kemerdekaan, Y.A.I Campus Akan Beri Beasiswa Diploma & Sarjana

0
Foto: dok. Y.A.I Campus

Advertorial – detikFinance

Selasa, 11 Agu 2020 00:00 WIB

Jakarta – Setiap memasuki bulan Agustus, masyarakat Indonesia mulai bersiap untuk menyambut hari yang sangat istimewa yaitu Hari Kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus. Tepat 75 tahun silam, para pemimpin bangsa berkumpul dan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno menyatakan kemerdekaan Indonesia dengan ditandai pembacaan naskah proklamasi.

Momentum ini mengingatkan bangsa Indonesia pada sejarah perjuangan pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Selain itu, serangkaian kejadian pada masa sebelum proklamasi, mengajarkan bangsa Indonesia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan dapat terbebas dari penjajahan negara lain.

Gegap gempita perayaan hari kemerdekaan Indonesia biasanya berlangsung dengan sangat meriah di seluruh penjuru Tanah Air. Ketika hari kemerdekaan tiba, akan begitu banyak kegembiraan dan masyarakat berkumpul untuk melakukan banyak aktivitas seperti perlombaan atau pertandingan antar wilayah.

Namun perayaan kemerdekaan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19. Selama pandemi berlangsung, physical distancing dari orang lain merupakan salah satu protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi resiko penularan COVID-19.

Pada peringatan 75 tahun kemerdekaan tahun ini, perayaan hari kemerdekaan akan meminimalisir pertemuan orang secara langsung dan lebih banyak dialihkan dalam acara virtual. Indonesia menerapkan pembatasan ini agar orang tidak saling kontak satu sama lain.

Seluruh elemen bangsa perlu mengingat bahwa momentum hari kemerdekaan dapat dirayakan dengan berbagai cara yang mungkin terlihat berbeda dari tahun sebelumnya tapi secara substansi tetap sama. Substansi utama dalam setiap perayaan hari kemerdekaan sejatinya adalah kontribusi atau partisipasi publik untuk menumbuhkan dan membangkitkan semangat serta jiwa nasionalisme.

Salah satu elemen bangsa dalam hal ini Yayasan Administrasi Indonesia melalui Lembaga Pendidikan Tinggi Y.A.I atau lebih dikenal dengan nama Y.A.I Campus, turut berpartisipasi dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Y.A.I Campus memandang pendidikan merupakan cita-cita bangsa Indonesia sekaligus aspek penting sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Melalui Pendidikan, bangsa Indonesia dapat terbebas dari belenggu kebodohan dan penjajahan. Untuk itu, pemerataan dan ketersediaan akses pendidikan dewasa ini dapat dikatakan sebagai wujud kemerdekaan yang perlu untuk terus digaungkan oleh seluruh elemen bangsa.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, dunia pendidikan tetap harus tumbuh dan mendapatkan perhatian utama karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda agar tetap mampu bersaing dengan bangsa lain di masa depan.

Untuk itu, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, Y.A.I Campus berkomitmen untuk mewujudkan makna kemerdekaan dengan cara memberikan kemudahan akses pendidikan bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.

Y.A.I Campus memberikan beasiswa hari merdeka sebesar 45% untuk putra-putri bangsa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma dan Sarjana. Beasiswa ini berlaku terhitung sejak 1 – 20 Agustus 2020 untuk seluruh calon mahasiswa yang melakukan pendaftaran baik offline maupun online.

Selain itu, Y.A.I Campus juga menawarkan beasiswa akademik dan nonakademik untuk calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun prestasi nonakademik seperti prestasi di bidang olahraga maupun prestasi di bidang seni. Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center Front Office Y.A.I Campus di nomor 0878-5333-1972. (adv/adv)

Dulu Sengaja Ditenggelamkan, Kota Kuno Filipina Kembali Muncul

0

Sabtu, 08 Agu 2020 05:03 WIB

Putu Intan detikTravel

Manila – Baru-baru ini warga Filipina digegerkan dengan kemunculan kota kuno yang nyaris 50 tahun tak tampak batang hidungnya. Kota itu bernama Old Pantabangan yang terletak di Provinsi Nueva Ecija.

Dulunya, kota ini sengaja ditenggelamkan sebab daerah itu dijadikan tempat pembangunan bendungan. Kini saat air bendungan mengering, kota berusia 300 tahun itu kembali terlihat.

Dilansir dari Stuff, Sabtu (8/8/2020) dengan kembalinya kota itu, warga yang dulunya tinggal di sana dan turis berdatangan ke lokasi tersebut. Mereka dapat melihat reruntuhan bekas Gereja Augustinian yang dulu dijadikan pusat ibadah warga kota.

Beberapa orang percaya, kemunculan Old Pantabangan menjadi pertanda baik di tengah pandemi Corona yang melanda Filipina dan dunia.

Salah seorang warga, Alexander Agustin merekam video yang memperlihatkan ramainya kunjungan ke kota kuno itu. Mereka datang untuk mengenang kehidupan mereka di sana sebelum kota itu hilang.

“Saya tumbuh besar di tempat itu. Sebelum itu tenggelam karena bendungan, kami dipaksa untuk dievakuasi dan menemukan tempat tinggal lain. Saya senang dapat kembali ke sini dan mengenang bagaimana hidup saya sebelum kota menghilang di bawah air,” kata Agustin.

Kini bekas kota itu bak tempat wisata. Orang terus berdatangan sejak 28 Juli lalu. Hal itu terekam video drone milik Joergen Cruz Mandilag.

Namun untuk berkunjung ke sana, setiap orang harus mendapatkan izin. Selain itu mereka juga wajib menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak selama berkeliling.

“Kami biasanya berkunjung ke sini untuk mendapatkan foto matahari terbit selama bertahun-tahun. Kami mengetahui sejarah mengenai kota tua yang tenggelam tapi kami tidak pernah punya kesempatan untuk melihat kota itu sebelumnya,” kata Mandilag.

“Jadi ketika berita itu muncul bahwa kota tenggelam sekarang terlihat, kami memutuskan untuk melihatnya sendiri. Kesempatan untuk melihat kota kuno itu sangat langka. Orang lokal juga mengatakan, mungkin butuh bertahun-tahun untuk dapat melihat kota itu lagi,” ujarnya.

Seperti telah disinggung di awal, Old Pantabangan sengaja ditenggelamkan dalam pembangunan Bendungan Pantabangan. Akan tetapi pengorbanan warga kota tampaknya tak sia-sia sebab bendungan itu sanggup mengairi pertanian di Provinsi Nueva Ecija. Daerah itu bahkan menjadi produsen padi terbesar di Filipina.

Ngerinya Krisis Ekonomi: Dolar AS Meroket, PHK di Mana-mana

0

Anisa Indraini – detikFinance

Sabtu, 08 Agu 2020 13:15 WIB

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,23%. Angka itu membuat ancaman resesi di Indonesia kian nyata. Sejumlah strategi dilakukan pemerintah agar krisis ekonomi 98 tidak terulang.

Memang bukanlah hal baru jika Indonesia mengalami krisis ekonomi karena sebelumnya pada 1998 sudah pernah terjadi. Namun kejadian kelam itu alangkah baiknya jangan sampai terulang karena membuat situasi dunia sangat mengerikan.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan resesi ekonomi akan menyebabkan lonjakan masyarakat miskin. Akan banyak pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena resesi.

“Yang jelas adalah kemiskinan akan meningkat cukup tajam. Nah ini kan agak berat, kemiskinan ini kan ditandai oleh orang yang pendapatannya turun banyak itu mulai terjadi lebih lama dari biasanya,” kata Tauhid kepada detikcom, Kamis (6/8/2020).

Berdasarkan catatan detikcom, ratusan perusahaan mulai dari skala kecil hingga konglomerat bertumbangan pada saat krisis 1998. Sekitar 70% lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal mendadak berstatus insolvent alias bangkrut. Sehingga risiko lanjutannya adalah lahirnya gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an, yakni sekitar 20 juta orang atau 20% lebih dari angkatan kerja. Akibat itu, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat.

Angka kemiskinan tercatat mencapai sekitar 50% dari total penduduk. Pendapatan per kapita yang mencapai 1.155 dolar/kapita pada 1996 dan 1.088 dolar/kapita pada 1997 menciut menjadi 610 dollar/kapita pada 1998. Dua dari tiga penduduk Indonesia, sebagaimana dicatat oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO), berada dalam kondisi yang sangat miskin.

Tidak berhenti sampai di situ, harga-harga barang juga ikut melesat tak karuan dengan ditandai inflasi yang meroket hingga 82,4%. Saat itu ekonomi Indonesia tidak tumbuh bahkan -13,1%.

Krisis ekonomi juga membuat dolar Amerika Serikat (AS) terus memberikan tekanan terhadap rupiah. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 2.000 dengan titik terendahnya di Rp 1.977/US$ pada 1991.

Dolar AS bertahan di kisaran Rp 2.000-2.500 karena Indonesia belum menganut rezim kurs mengambang. Orde Baru kala itu tidak mau tahu, dolar AS harus bertahan di level itu.

Sampai terjadi krisis moneter (krismon) dan terjadi pelemahan rupiah yang sangat drastis. Memasuki pertengahan 1997 Indonesia pun meninggalkan sistem kurs terkendali.

Penyebabnya, cadangan devisa Indonesia rontok karena terus-terusan menjaga dolar AS bisa bertahan di Rp 2.000-2.500. Setelah memakai kurs mengambang, dolar AS secara perlahan mulai merangkak ke Rp 4.000 di akhir 1997, lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998.

Setelah sempat mencapai Rp 13.000, dolar AS sedikit menjinak dan kembali menyentuh Rp 8.000 pada April 1998. Namun pada Mei 1998, Indonesia memasuki periode kelam. Penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan kejatuhan Orde Baru membuat rupiah ‘terkapar’ lagi.

Sampai akhirnya dolar AS menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp 16.650 pada Juni 1998. Ketika itu Indonesia mengalami krisis ekonomi.