EKBIS

Benarkah Sandiaga Uno Pernah Jadi Pengangguran? Ini Faktanya

Herdi Alif Al Hikam – detikFinance

Foto: Grandyos Zafna

Jakarta – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku pernah mengalami masa-masa susah dan jadi pengangguran. Hal tersebut dia ungkapkan saat debat cawapres Minggu malam.

Kapan Sandiaga pernah mengalami hal itu? detikX pernah menulis cerita soal Sandiaga saat jadi menjadi pengangguran, berikut berita lengkapnya.

Hari itu, awal Desember 1998, Sandiaga pusing bukan kepalang. Istrinya, Nur Asia, baru saja melahirkan putri kedua mereka, Amyra Atheefa Uno, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Sandi saat itu bukanlah Sandiaga Salahuddin Uno hari ini, pengusaha kaya raya yang tak akan berkedip membayar tagihan biaya melahirkan di rumah sakit paling mahal sekalipun .Untunglah, ada sahabat yang mengulurkan bantuan sehingga istri dan bayinya bisa keluar dari rumah sakit.

Sudah lebih dari setahun Sandi merintis usaha bersama sahabatnya sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), Rosan Perkasa Roeslani. Selama itu pula, isi kantong mereka benar-benar tipis. Kadang, lantaran tahu anaknya tak punya uang, ibunya, Mien Uno, suka menyelipkan duit di saku baju Sandi.

Saat benar-benar kepepet, ketika isi dompet Sandi benar-benar tandas, siapa lagi teman yang dimintai bantuan jika bukan Rosan. Tapi apesnya, Rosan pun tak selalu punya duit. Sahabat Sandi sejak masih bersekolah di SMA Pangudi Luhur, Jakarta, itu tetap ingat masa-masa itu. Suatu kali pada tahun 1997, dia dan Sandi masuk lift untuk makan siang. Tanpa basa-basi lagi, sahabatnya itu mengutarakan maksudnya meminjam uang.

“Uang itu mau dia pakai untuk membeli susu Atheera (anak pertama Sandiaga) yang belum berumur satu tahun. Buru-buru saya mengeluarkan uang Rp 50 ribu dari celana. Itu lah kekayaan saya yang tersisa,” kata Rosan. Tapi ada satu masalah lagi.

“Sayangnya, uang 50 ribu itu sangat kami perlukan juga untuk membayar ongkos makan siang.”

Hari kelahiran putri pertama yang mestinya jadi sumber kebahagiaan itu justru menjadi awal datangnya mendung dan badai dalam kehidupan Sandiaga Salahuddin Uno. Anneesha Atheera Uno lahir di Rumah Sakit Hoag, Newport Beach, California, pada 25 Juli 1997.

“Saat itu krisis ekonomi di Asia sudah dimulai dan perusahaan tempat saya bekerja mulai kena dampaknya…..Sejak pertengahan tahun itu saya tidak lagi menerima gaji,” Sandi menuturkan kisahnya dikutip dalam buku, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas.

Padahal belum lama Sandiaga yang saat itu baru 28 tahun, punya karir yang amat menjanjikan dengan gaji besar di luar negeri.

Setelah lulus master dari George Washington University, Sandi diajak bergabung dengan Sea Power Asia Investment Limited, perusahaan investasi milik Edward Soeryadjaya, kakak Edwin Soeryadjaya.

Perusahaan itu berkantor di Singapura. Dari Sea Power, dia pindah ke MP Holding Limited, sebelum terbang lagi ke Calgary, Kanada, untuk bergabung dengan NTI Resources. Jabatannya Vice President. Dia masih sangat muda dan punya gaji besar.

Tapi bak panas setahun dihapus hujan sehari, itu lah yang terjadi dengan hidup Sandi kala itu. Perusahaannya ambruk. Dia dipecat dari pekerjaan.

Tabungannya, bahkan sebagian rumah milik mertua, amblas lantaran investasinya ikut tandas dilibas krisis. Sandi yang masih pengantin muda mati-matian dengan segala cara berusaha bertahan hidup di Singapura.
Untung lah, dia punya istri Nur Asia yang tetap setia kendati suaminya tak lagi bekerja. “Nur terpaksa mulai menjual perhiasannya,” kata Sandi.

untung lah, dia punya istri Nur Asia yang tetap setia kendati suaminya tak lagi bekerja. “Nur terpaksa mulai menjual perhiasannya,” kata Sandi.

Namun uang hasil penjualan perhiasan itu hanya bisa menyambung nafas selama beberapa hari atau pekan saja di negeri orang. Apa boleh buat, meski sangat berat, Sandi terpaksa memboyong istri dan bayinya pulang ke rumah orang tuanya.

Pengangguran dan tak punya uang, Sandi benar-benar mulai lagi dari nol di Jakarta. Tak dikira, beberapa tahun kemudian, dia telah menjadi pengusaha muda yang kaya raya. Dan kini, Sandiaga maju bertarung memperebutkan kursi Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto.

“Dulu teman-teman suka meledek dia sebagai anak mami. Sekarang siapa yang menyangka dia jadi seperti itu,” kata Yuki, sobatnya sejak kecil, beberapa hari lalu.