Novi Christiastuti – detikNews
Selasa, 29 Sep 2026 12:43 WIB
Tel Aviv – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, ternyata meminta kepada Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menyangkal dirinya pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu serangan Hamas, kurang dari dua minggu sebelum serangan 7 Oktober 2023 melanda Israel.
Informasi tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (29/9/2026), diungkapkan oleh surat kabar terkemuka Israel, Haaretz, dalam laporannya pada Senin (28/9) waktu setempat. Haaretz mengutip sejumlah sumber yang tidak disebut namanya dalam laporannya tersebut.
Laporan Haaretz ini dirilis setelah Netanyahu dilaporkan terbang secara diam-diam ke UEA pada Minggu (27/9) waktu setempat, untuk melakukan pertemuan rahasia dengan Mohamed bin Zayed atau MBZ.
Menurut laporan Haaretz, Netanyahu dalam pertemuan itu membujuk MBZ untuk membantah laporan mengenai percakapan telepon mereka sebelum serangan Hamas terjadi. Sebelumnya, sejumlah media lokal Israel, termasuk Haaretz, marak melaporkan bahwa Netanyahu berbicara via telepon dengan MBZ sekitar 1,5 minggu sebelum serangan tersebut dan memberitahunya bahwa Hamas sedang merencanakan operasi besar-besaran.
Laporan-laporan lanjutan media Israel menyebutkan Netanyahu tidak meneruskan peringatan yang diterimanya dari UEA itu kepada badan-badan keamanan Israel.
Dalam pertemuan rahasia dengan MBZ, sebut Haaretz dalam laporan terbarunya, Netanyahu juga mengatakan bahwa rincian seputar rentetan peristiwa sebelum serangan 7 Oktober itu “dapat mempermalukan dirinya”.
Tidak hanya itu, menurut salah satu sumber yang dikutip Haaretz, Netanyahu juga meminta “dukungan moral” kepada MBZ.
Netanyahu, sebut dua sumber yang mengetahui informasi mengenai kunjungan rahasia itu, melakukan pertemuan selama satu jam dengan MBZ dalam kunjungan yang tidak diumumkan ke publik itu.
Informasi serupa dilaporkan oleh Middle East Eye dan Press TV, yang menyebutkan bahwa Netanyahu terbang ke UEA dalam “upaya putus asa” untuk membujuk MBZ agar secara terbuka menepis laporan media yang menyebutkan Abu Dhani telah memperingatkan Tel Aviv soal rencana serangan besar-besaran Hamas.
Pertemuan rahasia kedua pemimpin itu telah dikonfirmasi oleh kedua negara. Kantor berita resmi UEA, WAM, mengonfirmasi bahwa MBZ menerima kunjungan Netanyahu dan keduanya membahas “penguatan hubungan bilateral”.
Kantor PM Israel, pada Senin (28/9), juga mengonfirmasi pertemuan tersebut. “Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan hubungan antara kedua negara dan tantangan-tantangan regional,” demikian pernyataan kantor PM Israel via media sosial X.
Belum ada komentar dari Abu Dhabi dan Tel Aviv mengenai laporan media yang menyebut Netanyahu meminta MBZ untuk menyangkal pernah memperingatkan PM Israel itu soal serangan Hamas.



