Positive SSL
Home Blog Page 5

Pimpinan Partai yang Ditangkap KPK Ketum PPP Romahurmuziy

2

Hilda Meilisa – detikNews

Jakarta – KPK menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Saat ini Rommy sedang berada di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal.

Seorang penyidik membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebut Rommy ditangkap pada pukul 09.00 WIB hari ini.

“Benar,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Barung Mangera saat dikonfirmasi.

Rommy dikabarkan ditangkap di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi penangkapan disebut berada di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya.

Dalam sebuah OTT, tim KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.

Redaksi detikcom telah berupaya meminta konfirmasi ke KPK mengenai OTT ini, namun belum ada yang merespons.
(hil/fjp)

Hanya Ada Satu Jasad Anak, Polisi Cari Anak Husain Lainnya

0

Kompas.com – 14/03/2019, 13:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian masih mencari kepastian soal anak-anak dari terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, AH mengaku memiliki empat orang anak. Sementara tetangga di rumahnya menyebut ada dua anak. “Perlu saya sampaikan, saudara AH memiliki empat orang anak,” kata Dedi saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019). AH mengaku, anaknya berinisial H (18), A (16), S (11), dan H (sekitar 3 tahun).

Namun, usai MA, istri AH meledakkan diri di rumahnya di Jalan Cenderawasih, Kota Sibolga, Sumatera Utara, polisi hanya menemukan jasad seorang perempuan berusia 30-an tahun dan seorang anak berusia dua tahun. Oleh karena itu, polisi masih mencari ketiga anak AH lainnya. “Sedangkan putra-putrinya yang tiga lainnya saat ini sedang dicari. Yang sudah ditemukan ada inisialnya H usianya 2-3 tahun,” jelasnya.

AH ditangkap di Sibolga pada Selasa (12/3/2019). AH diduga tergabung dalam jaringan yang berafiliasi dengan ISIS. Penangkapannya merupakan pengembangan dari penangkapan seorang terduga teroris di Lampung, Sabtu (9/3/2019). Saat akan menggeledah rumah AH, ledakan terjadi di rumah tersebut dan melukai seorang polisi. Petugas akhirnya memilih menjauh dari rumah tersebut.

Melalui pengeras suara di masjid, petugas meminta agar M menyerahkan diri bersama anaknya. Namun pada Rabu dini hari, MA meledakkan diri di dalam kamar. Di kamar tersebut juga ada anak berusia dua tahun. Hingga Rabu malam, aparat kepolisian masih menyisir bahan peledak di rumah AH. Petugas sudah menemukan 30 kilogram bahan peledak serta empat bom siap ledak di dalam rumah dan parit di sekitar rumah AH. Tim gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mensterilkan lokasi dari aktivitas warga hingga radius sekitar 200 meter.

Kisah Warsiah dan 5 Metode Kepala Sekolah Bimbing Siswa Membaca

0

KOMPAS.com – Warsiah merupakan Kepala SDN 013 Desa Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Ia dan para guru menerima laporan ada siswa dari tamatan sekolahnya tidak lancar membaca saat duduk di bangku SMP. Setelah diidentifikasi, ternyata memang ada beberapa siswa di kelas empat, lima, dan enam sekolahnya tidak bisa membaca dengan lancar. Mengatasi masalah tersebut, sang kepala sekolah, yang juga fasilitator program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Kabupaten Bulungan, kemudian mengembangkan layanan atau bimbingan khusus dengan mulai melakukan indentifikasi siswa yang tidak bisa membaca di tingkat SD kelas tinggi tersebut.             

1. Observasi lewat buku cerita 

”Biasanya saya masuk ke kelas lalu mengantikan guru pada waktu tertentu. Lalu saya lakukan tes kepada tiap siswa untuk membaca satu per satu. Caranya, saya meminta mereka untuk membaca buku. Dulu, saya menggunakan buku teks pembelajaran untuk menguji kemampuan membaca mereka. Sekarang, saya menggunakan buku cerita,” Warsiah mengisahkan melalui rilis yang diterima Kompas.com (26/2/2019).

Tes ini dilakukan berkali-kali sampai ia yakin anak tersebut memang mengalami hambatan belajar karena tidak lancar membaca. Biasanya, Warsiah membutuhkan waktu sampai dua minggu untuk melakukan observasi. Menurut Warsiah, anak-anak tidak lancar membaca biasanya menunjukkan tanda-tanda khusus. Misalnya, jika diminta membaca sebuah kalimat, anak akan lama sekali mengeja satu kata atau menyebut huruf secara tidak teratur. Mereka bahkan tidak mengetahui konteks bacaan dan tidak mampu menunjukkan kata dieja atau tak jarang mengeja kata yang tidak diminta untuk dibaca. “Hal-hal tersebut disebabkan anak menghafal kata, sehingga ketika diminta membaca kata yang lainnya, mereka tidak mampu,” jelasnya.

2. Pengelompokan masalah membaca

“Setelah proses observasi, maka anak tersebut akan saya pisahkan dari kelompoknya. Saya minta kepada guru agar anak tersebut tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran untuk sementara waktu,” lanjut Warsiah. Menurutnya, jika tidak bisa membaca maka anak tidak mampu menangkap materi diajarkan. Selain itu, anak tidak lancar membaca jika dipaksa ikut pembelajaran maka tidak akan bermanfaat. Sebaliknya, anak malah semakin tertekan. “Anak-anak ini diberikan layanan atau bimbingan khusus agar mereka cepat bisa membaca. Dengan cara ini mereka masih bisa mengejar ketertinggalan dari teman-temannya,” kata Warsiah. Anak-anak tidak bisa membaca kemudian akan dikelompokkan. Sedangkan anak tidak bisa mengeja, dengan anak tidak lancar membaca juga akan dipisahkan. Mereka akan ditangani dengan cara berbeda karena akan tidak efektif jika mereka berada dalam satu kelompok.

3. Dari kartu baca ke buku besar

Di sini anak tidak bisa mengeja diberikan layanan atau bimbingan khusus dengan mulai memperkenalkan huruf, yaitu dengan menggunakan kartu huruf dan kartu kata. Biasanya, setelah satu minggu anak dibimbing secara khusus, mereka sudah bisa mengenali huruf. Sesudah anak bisa mengenal huruf, kegiatan selanjutnya adalah mengajari anak mengenal bunyi huruf sekaligus membunyikannya. Menurut Warsiah, secara keseluruhan butuh dua minggu agar anak bisa mengenal bunyi huruf. “Jika anak telah mampu mengenal huruf dan bunyi, materi saya lanjutkan dengan memperkenalkan kata. Saya memulainya dengan memperkenalkan gabungan dua suku kata yang memiliki arti. Misalnya ‘bo’ dan ‘la’, jika digabung menjadi bola. Atau ‘ka’ dan ‘ki’, yang digabung menjadi kaki. Proses ini butuh waktu 1,5 bulan,” jelasnya. Ketika mereka sudah lancar mengenal dua suku kata, baru dilanjutkan menggunakan buku bacaan dan mengajak mereka membaca buku cerita bergambar. Penggunaan gambar membantu anak mengetahui makna cerita. Warsiah juga memakai media pembelajaran Big Book atau Buku Besar. Ketika membaca buku, ia tidak hanya meminta anak mengucapkan kata dengan benar tetapi juga menunjuk kata yang dibaca.

4. Belajar dengan menyenangkan


Warsiah, Kepala SDN 013 Desa Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara memberikan bimbingan membaca kepada siswa dengan metode kartu baca.(Dok. Inovasi Kaltara)

Setelah mereka selesai membaca, anak-anak akan diminta menceritakan ulang cerita yang dibaca, dan menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk memastikan anak memahami makna bacaan. Layanan atau bimbingan khusus ini dilakukan oleh Warsiah dari pagi sampai selesai jam pembelajaran. Untuk mengantisipasi rasa bosan pada anak yang tidak betah berlama- lama duduk di kelas, Warsiah dan para guru berusaha membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan. “Memang tidak mudah sebab anak tidak tahan berlama- lama duduk di kelas. Mereka mudah merasa bosan karena tidak belajar bersama rekan-rekan sebayanya. Kegiatan membaca harus dibuat menyenangkan,” ujar Warsiah. Ia juga memperhatikan suasana hati anak. Jika mereka ingin bermain-main, Warsiah membiarkan bermain dulu. “Jika suasana hatinya gembira maka saya lanjutkan kembali kegiatan membaca. Saya pun tidak pernah memaksa kalau mereka minta pulang,” kata Warsiah.

5. Bimbingan sesuai gaya belajar anak

Faktor kehadiran anak juga menjadi tantangan lain. Anak tidak selalu datang ke sekolah. Alasannya banyak, padahal itu lantaran mereka tidak bisa membaca sehingga menjadi tidak tahu apa yang harus dipelajari. Walau begitu Warsiah tidak menyerah. Tak jarang ia akan datang langsung menjemput mereka ke rumah. Bekerja sama dengan orangtua, ia pun mengajak anak untuk kembali belajar. Warsiah menyadari betul tanggung jawabnya sebagai guru dan kepala sekolah. Meski tidak mudah, ia tidak berhenti begitu saja. Ia mengaku ada perasaan bersalah dan sia-sia jika anak-anak didiknya gagal dalam pendidikan hanya karena tidak bisa membaca. Baginya, semua anak itu pintar asal dilayani dan dibimbing sesuai dengan gaya belajar masing-masing anak.

UI: BUMN Terbuka di Indonesia Lebih Baik Dibanding Singapura

0

Rabu 13 Mar 2019 12:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menilai, performa 20 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah menjadi perusahaan terbuka (Tbk) mampu menjadi menopang pertumbuhan penerimaan dan aset negara. Dibanding negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, kondisi di Indonesia jauh lebih baik.

Manajer Direktur LM FEB UI, Toto Pranoto, mengatakan, tren pemberitaan negatif yang belakangan sering terpublikasikan tidak menganggu kinerja BUMN. “Tanpa kita sadari, tone negatif pemberitaan BUMN telah mengaburkan capaian prestasi kinerja BUMN dalam satu tahun terakhir ini,” kata Toto dalam Seminar Nasional Prospek BUMN di Tahun Politik di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/3).  

Sumber Pendidikan

0

Pendidikan tidak hanya diperoleh dari membaca buku, koran, majalah, artikel dll. Akan tetapi semua yang kita rasakan, yang kita lihat, yang kita dengar, dan yang kita alami adalah Pendidikan.