Korupsi Jasmas Rp 5 M, Dua Eks Anggota DPRD Surabaya Divonis 18 Bulan Penjara

0
64
Sidang korupsi jasmas (Foto: Amir Baihaqi)

Amir Baihaqi – detikNews

Jumat, 17 Apr 2020 20:47 WIB

Surabaya – Dua eks anggota DPRD Surabaya Syaiful Aidy dan Dini Rijanti terdakwa kasus korupsi Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) divonis masing-masing 1 tahun dan 6 bulan penjara. Majelis hakim menilai kedua terdakwa terbukti secara sah merugikan keuangan negara sebesar Rp 5 miliar.

Hakim ketua Hisbullah Idris melalui teleconference membacakan putusan kepada kedua terdakwa secara terpisah. Adapun sidang tersebut digelar secara teleconference di Pengadilan Tipidkor Surabaya di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo.

“Menjatuhkan pidana dari terdakwa Syaiful Aidy pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan penjara,” kata Hisbullah Idris saat membacakan amar putusan, Jumat (17/4/2020).

Selain menjatuhkan denda, hakim juga membebankan hukuman denda kepada terdakwa sebesar Rp 50 juta. Jika tak dibayar subsider atau diganti dengan 1 bulan kurungan badan.

“Denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti pidana kurungan selama 1 bulan,” tambah hakim.

Pada sidang kedua, hakim melanjutkan dengan pembacaan putusan kepada terdakwa Dini Rijanti. Sama dengan terdakwa Syaiful Aidy, Dini juga divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Namun yang membedakan yakni subsider 2 bulan kurungan yang harus diganti jika tidak membayar denda.

“Menjatuhkan pidana terdakwa Dini Rijanti pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan penjara,” ujar hakim.

“Denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti pidana kurungan selama 2 bulan,” tambah hakim.

Vonis kedua terdakwa itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebab sebelumnya keduanya dituntut pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta.

Atas vonis tersebut, jaksa mengaku akan melakukan kasasi atas putusan tersebut. Sebab vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutannya.

“Kami memastikan akan melakukan upaya kasasi,” kata jaksa M Fadhil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here