Disentil Ganjar, Wali Kota Semarang Akan Kaji Pengajuan PSBB

0
57

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Jumat, 17 Apr 2020 20:06 WIB

Semarang – Wali Kota SemarangHendrar Prihadi akan mengkaji pengajuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya pengkajian terutama untuk pemenuhan kebutuhan pokok warga.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan PSBB harus dihitung cermat. Selama belum diterapkan PSBB, Kota Semarang berusaha menjalankan aturan yang sudah ditetapkan terkait protokol virus Corona (COVID-19).

“Pemberlakuan PSBB itu harus dihitung semuanya secara cermat, terutama terkait daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang,” kata Hendi kepada wartawan, Jumat (17/4/2020).

Hendi menjelaskan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pihaknya pun siap jika kondisi di lapangan mengharuskan adanya PSBB.

“Kalau memang petunjuk beliau begitu, segera kita persiapkan untuk menuju PSBB. Harus dikaji benar kemampuan logistik dan pemenuhan kebutuhan pokok warga selama penerapan tersebut,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kota Tegal sudah disetujui oleh Kemenkes untuk penerapan PSBB. Ketika ditanya terkait daerah lain yang perlu PSBB, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyinggung Kota Semarang.

“Belum-belum (ada daerah lain di Jateng yang mengajukan PSBB), yang lain belum, tapi saya kira yang harus dicermati Kota Semarang. Kota Semarang dicermati betul-betul agar semua mengerti, karena malam itu kafe-kafe masih banyak yang nongkrong,” kata Ganjar.

Hal itu diungkapkan Ganjar usai menyambut bantuan 10 ribu masker dari Ungaran Sari Garmen di kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan tiap pagi memantau kegiatan di Kota Semarang dan keramaian masih terjadi di beberapa titik. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk mulai mengkaji penerapan PSBB.

“Saya keliling tiap hari untuk mengecek dan itu suasana keramaian masih ada. Maka komunikasi dengan Pak Wali Kota untuk saya minta mengkaji menghitung betul-betul agar Semarang ini sebenarnya sudah termasuk kategori merah, juga mesti hati-hati,” jelasnya.

Ganjar mengatakan perlu dicermati jumlah kasus virus Corona di Kota Semarang agar bisa menghentikan penambahan jumlah pasien Corona. Ganjar kemudian memberi contoh 46 tenaga medis RSUP dr Kariadi, Semarang yang tertular Corona.

“Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan, saya khawatir nanti itu apa namanya bisa menambah jumlah pasien. Ya, kita belajar dari yang terjadi di Rumah Sakit Kariadi hanya karena tidak jujur ada sekian dokter dan perawat kena itu membahayakan lini terakhir kita, garda terakhir kita,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here