Kemenhub Tak Setop KRL, Pemkot Bogor: Kalau Masih Ada Risiko Kita Ingatkan Lagi

0
36
Ilustrasi aktivitas penumpang KRL (Pradita Utama/detikcom)

Sachril Agustin Berutu – detikNews

Jumat, 17 Apr 2020 20:22 WIB

Jakarta – Kemenhub menolak usulan penyetopan kegiatan operasional KRL dan hanya membatasi jumlah penumpang kereta saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemkot Bogor ingin agar kebijakan itu benar-benar diterapkan.

“Mudah-mudahan sih itu sebagai pegangan bagi semua. Yang penting kan begini, kalau sudah diputuskan (batas penumpang) berapa persen, berapa persen itu, yang konsisten dong, gitu kan. Konsisten, itu saja,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim ketika dihubungi, Jumat (17/4/2020).

Dedie mengatakan Pemkot Bogor tidak mempermasalahkan bila KRL masih beroperasi. Menurutnya, kebijakan Kemenhub yang menerapkan pembatasan jumlah penumpang dan jam operasional KRL sudah dengan perhitungan yang akurat.

“Ya nggak apa-apa, yang penting bagi kita ada perhatian dari seluruh pihak, para stakeholder perkeretaapian, agar memperhatikan masalah sosial distancing dan physical distancing. Kalau memang bisa mengontrol itu semua, buat kita nggak ada masalah, silakan,” ungkap dia.

Dia menambahkan, Pemkot Bogor akan melakukan pengawasan ke semua tempat ketika PSBB diberlakukan, termasuk di stasiun. Bila dilihat masih ada kerumunan di stasiun, kata Dedie, Pemkot Bogor akan kembali mengingatkan pemerintah pusat.

“Nanti kita lihat, kalau ternyata masih mengandung risiko, ya kita ingatkan lagi ke pemerintah pusat,” kata dia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan tidak memberhentikan sementara kegiatan operasional KRL Jabodetabek saat PSBB. Kemenhub hanya membatasi jumlah penumpang di KRL.

“Adapun untuk KRL di Jabodetabek, yang telah ditetapkan PSBB, pengendalian yang dilakukan adalah dengan pembatasan, bukan menutup atau melarang sama sekali, khususnya untuk melayani kegiatan dan pekerjaan yang dikecualikan selama PSBB,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here