Fakta di Balik Heboh ‘Delmicron’, Varian Baru Gabungan Delta dan Omicron

0
14

Jumat, 24 Des 2021 17:59 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Baru-baru ini geger laporan Delmicron yang disebut-sebut varian gabungan Delta dan Omicron. Karenanya, banyak yang panik kemunculan ‘varian Delmicron’ bisa memicu situasi atau tren COVID-19 memburuk.
Faktanya, hal tersebut keliru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini tidak mencatat varian Delmicron atau yang diyakini gabungan Delta dan Omicron. Meski WHO hingga CDC belum berkomentar lebih lanjut terkait isu Delmicron, dipastikan tidak ada varian Delmicron dalam catatan laporan varian baru Corona.

WHO memberi nama varian virus Corona dengan huruf yunani dalam urutan abjad. Misalnya, jika ada varian virus Corona baru setelah Omicron, bisa dinamakan pi, rho, sigma, dan lain-lain.

Bukan tanpa alasan WHO memberikan penggunaan nama tersebut, kode varian asli yang biasanya diketahui ilmuwan sulit dihapal, sementara tempat pertama kali varian diidentifikasi berisiko memberi kesan negatif pada negara tersebut.

Nama ilmiah Omicron yakni B.1.1.529. Bagaimana awal mula ramai isu munculnya Delmicron?

Dikutip dari Business Today, Delmicron sebelumnya diutarakan seorang anggota gugus tugas COVID-19 Maharashta Dr Shashank Joshi saat berbincang dalam acara News18.

“Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron, di Eropa dan AS, telah menyebabkan tsunami kecil kasus,” sebutnya.

Saat beberapa laporan menyebutkan ada varian baru bernama Delmicron, pernyataan Dr Joshi sebenarnya tidak bermakna seperti itu.

Dr Joshi dilaporkan menyinggung situasi di mana varian Delta dan Omicron menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di wilayah tertentu. Sederhananya, ini bukan varian baru COVID-19 tetapi situasi di mana varian Delta dan Omicron ditemukan hadir pada pasien COVID-19 yang sama atau menyebar dengan cepat di wilayah yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here