China Ketar-ketir Kasus Kedua Varian Omicron Muncul, Begini Kronologinya

0
22

Rabu, 15 Des 2021 10:35 WIB

Khadijah Nur Azizah – detikHealth

Jakarta – China telah mendeteksi kasus kedua varian Omicron pada seorang pelancong lebih dari dua minggu setelah ia tiba dari luar negeri.
Kasus tersebut, dilaporkan di kota selatan Guangzhou pada Selasa (14/12/2021), terjadi sehari setelah otoritas kesehatan di kota pelabuhan utara Tianjin mengatakan mereka mendeteksi infeksi Omicron pertama di China daratan pada seorang pelancong yang tiba dari luar negeri.

Kasus kedua, seorang pria berusia 67 tahun, memasuki China pada 27 November di Shanghai dan menjalani dua minggu karantina terpusat, di mana ia berulang kali dites negatif.

Pria itu kemudian terbang dari Shanghai ke Guangzhou dengan penerbangan AirChina CA1837. Staf AirChina mengkonfirmasi kepada CNN bahwa penerbangan itu hampir penuh, dengan semua kursi ekonomi terisi dan hanya tersisa enam kursi di kelas bisnis.

Berbeda dengan kasus Tianjin, pria tersebut telah didiagnosis sebagai kasus terkonfirmasi, artinya ia memiliki gejala. Dia sekarang dirawat di ruang isolasi di rumah sakit, kata para pejabat.

Setelah diagnosisnya, 10.544 orang yang terhubung dengan pria itu telah diuji, sejauh ini semua hasilnya negatif.

Pihak berwenang China tidak mengungkapkan kapan, di mana, atau bagaimana pria itu tertular virus. Rata-rata, diperlukan waktu antara 5 hingga 6 hari sejak seseorang terinfeksi virus untuk menunjukkan gejala, namun ada juga yang baru menunjukkan gejala pada hari ke-14.

Pakar kesehatan masyarakat China dan media pemerintah sebelumnya telah menyuarakan keyakinan pada kemampuan negara untuk menangani varian baru, mengutip langkah-langkah kontrol perbatasan China yang ketat dan kemampuannya untuk dengan cepat mengidentifikasi dan mengisolasi kasus yang terinfeksi dan kontak dekat mereka.

Kondisi COVID-19 di China

Di hari yang sama, Selasa (14/12/2021), China melaporkan tambahan 67 kasus, lebih sedikit dibandingkan dengan 76 kasus sehari sebelumnya.

Dari infeksi baru tersebut, 50 kasus ditransmisikan secara lokal. Kasus-kasus lokal baru dilaporkan oleh pihak berwenang di provinsi Zhejiang, Guangdong dan wilayah China utara Mongolia Dalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here