KESEHATAN

Waspada Kanker Ginjal di Usia Muda, Ini Gejala yang Kerap Diabaikan

Khadijah Nur Azizah – detikHealth
Jumat, 10 Apr 2026 12:00 WIB

Jakarta – Jumlah pengidap kanker ginjal dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data GLOBOCAN menunjukkan bahwa insiden kanker ginjal pada laki-laki secara global mencapai 4,8 persen dibandingkan jenis kanker lainnya. Hal ini menempatkan kanker ginjal di peringkat ketujuh dari semua jenis kanker yang diidap laki-laki.
Selain peningkatan kasus, tren usia pengidap juga cenderung bergeser ke arah yang lebih muda. Berbeda dengan penyakit lain, kanker ginjal sering kali menyebar perlahan tanpa menunjukkan gejala berarti pada stadium awal.

Dokter spesialis urologi dari FK-KMK UGM, Dr dr Ahmad Zulfan Hendri SpU(K) dalam penjelasannya dikutip dari laman UGM menyebut bahwa kanker ginjal bukan penyakit menular, melainkan muncul dari clear cell (sel jernih) atau tumor transparan yang terlihat di bawah mikroskop. Meski penyebab pastinya belum diketahui, dia menekankan bahwa gaya hidup berisiko menjadi pemicu utama.

Faktor Keturunan dan Risiko Tersembunyi
Seseorang yang memiliki orang tua atau pendahulu dengan riwayat sebagai pengidap kanker ginjal memiliki risiko terpapar dua kali lipat lebih besar. Selain itu, pengidap gangguan fungsi ginjal kronis juga memiliki kerentanan yang lebih tinggi.

Masalahnya, banyak pengidap tidak sadar hingga kanker mencapai stadium lanjut karena minimnya gejala khas di awal.

“Kanker ini memang tidak menunjukkan gejala yang khas di awal, tetapi di sinilah masyarakat sering luput. Mereka datang saat kanker sudah tahap lanjut dan parah, akibatnya harapan hidupnya juga lebih rendah,” jelas dr Ahmad.

Gejala yang Sering Terabaikan
Beberapa tanda yang mulai muncul pada stadium menengah meliputi:

  • Kencing disertai darah.
  • Munculnya benjolan atau rasa tidak nyaman di area pinggang.
  • Rasa pegal-pegal yang sering dianggap kelelahan biasa.

dr Ahmad menyarankan pemeriksaan rutin seperti ultrasonografi (USG) dan medical check-up minimal setahun sekali bagi kelompok berisiko. Jika terdeteksi dini (ukuran tumor di bawah 7 cm), operasi pengangkatan menjadi solusi kuratif utama. Namun, jika sudah menyebar, pengobatan difokuskan untuk menekan persebaran sel guna memperpanjang usia pengidap.

“Kanker itu sifatnya semi-emergency. Kita berkejaran dengan waktu. Semakin pasien tidak konsisten melakukan kontrol, maka pintu bagi persebaran sel tumor semakin terbuka lebar,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *