Tutup Mal di Bandung, Kepala Dinas Adu Mulut dengan Manajemen

0
40
Foto: Istimewa

Wisma Putra – detikNews

Kamis, 16 Apr 2020 21:21 WIB

Bandung –
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menutup paksa Metro Indah Mal (MIM) yang masih beroperasi di tengah pandemi COVID-19.

Penutupan dilakukan, Kamis (16/4/2020) sore dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasilah, Satpol PP Kota Bandung dan TNI Polri.

“Kita memang tahu MIM ini merupakan salah satu mal yang belum tutup di Kota Bandung. Kemarin sudah dicoba tapi tidak berhasil, akhirnya saya turun tangan bersama Satpol PP dan langsung bertemu dengan Manajemen MIM,” kata Elly via sambungan telepon.

Elly menyebut, berdasarkan surat edaran Wali Kota Bandung Oded M Danial yang diperbolehkan beroperasi yaitu swalayan dan toko obat. Tempat makan siap saji, itupun dengan sistem take away.

Tapi saat pihaknya mendatangi MIM, tenant dan gerai pakaian masih buka dan berjualan seperti biasa. “Memang terlihat, tenant pakaian di luar barang pokok masih pada buka, biasa saja ramai,” ungkapnya.

Elly menyebut sempat adu mulut dengan manajemen. Pasalnya, imbauan yang dikeluarkan Pemkot Bandung tidak diindahkan.

“Saya sampaikan, kenapa ini kok tidak tutup. Mal dari 20 mal di Kota Bandung hanya MIM masih buka, terus dia jawab, iya bu ini kan sifatnya imbauan jadi kami belum tutup,” ujar Elly menuturkan ucapan manajemen mal itu.

Elly menilai, manajemen mal tersebut belum paham terkait surat edaran wali kota. Padahal, mal lainnya yang ada di Kota Bandung sudah tutup.

“Saya sampaikan, meski surat edaran ini sifatnya imbauan tapi kenapa 20 mal yang lain sudah tutup? Ini kok belum tutup? Berarti bapak belum paham,” tegas Elly kepada manajemen mal.

“Dia ngeyel gitu, ini kan cuman imbauan. Saya jawab, betul ini imbauan tapi yang lain patuh terhadap Pemkot Bandung,” tambahnya.

Elly menyatakan sejak surat edaran diterbitkan MIM satu-satunya mal yang masih beroperasi. “Belum, belum tutup, itu tuh. Intinya mereka ngeyel,” tuturnya.

Karena masih ngeyel setelah diberikan sosialisasi dan imbauan, pihaknya langsung memberikan penegasan kepada manajemen mal, bila tidak segera ditutup, maka manajemen mal harus bertanggungjawab.

“Saya paksa ditutup, saya kasih waktu dua jam, jam 3 tenan dan gerai tutup. Alhamdulillah, setelah diberi penegasan, tutup semua,” katanya.

Pihaknya tak akan segan, bila mal tersebut buka kembali, Pemkot Bandung akan mencabut izin operasional mal tersebut.

“Jadi gini kan, sejak tahun 2017 izin usaha pusat perbelanjaan itu yang mengeluarkan DPMPTSP, sebelum ada di Disdagin. Tapi untuk izin pusat perbelanjaan, DPMPTSP tidak bisa mengeluarkan perpanjangan mana kala tida ada rekomendasi teknis dari Disdagin dan pemenuhan komitmen Disdagin,” tambahnya.

Belum diketahui, mal tersebut kapan dibuka kembali pasalnya pada, Rabu (22/4/2020) mendatang Kota Bandung akan diterapkan PSBB Maksimal.

“Saya tadi sampaikan, apalagi kita mau PSBB Maksimal. Kalau ada yang bandel lagi, kita akan pertimbangan izin usaha pusat perbelanjaannya, kalau perlu dicabut,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here