2.569 Orang Meninggal dalam Sehari, Trump Sebut Strategi Agresif AS Berhasil

0
44
Foto: AP Photo

Rita Uli Hutapea – detikNews

Kamis, 16 Apr 2020 17:52 WIB

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa AS telah melewati yang terburuk dari pandemi virus Corona dan dirinya akan mengumumkan pedoman untuk membuka kembali perekonomian pada Kamis (16/4) waktu setempat.

“Jelas bahwa strategi agresif kita berhasil,” ujar Trump pada konferensi pers, Rabu (15/4) waktu setempat.

Hal ini disampaikan Trump di saat jumlah kematian karena COVID-19 mencapai lebih dari 2 ribu jiwa dalam sehari, dengan total kematian di AS mencapai sekitar 30 ribu orang.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom hari ini, Kamis (16/4/2020):

– 2.569 Kematian dalam Sehari, Total 30.800 Meninggal Akibat Corona di AS

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) di wilayah Amerika Serikat (AS) telah melampaui 30 ribu orang. Total kasus di negara ini juga semakin bertambah hingga melampaui 635 ribu kasus.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (16/4/2020), data penghitungan terbaru Reuters menyebut lebih dari 30.800 orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayah AS hingga Rabu (15/4) sore waktu setempat.

Laporan terbaru dari Johns Hopkins University, seperti dilansir AFP, menyebut AS mencatatkan 2.569 kematian baru dalam 24 jam terjadi. Angka ini mencetak rekor baru untuk jumlah kematian tertinggi dalam sehari di seluruh dunia.

– Sebut AS Telah Lewati Puncak Corona: Strategi Agresif Kita Berhasil

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa AS telah melewati yang terburuk dari pandemi virus Corona dan dirinya akan mengumumkan pedoman untuk membuka kembali perekonomian pada Kamis (16/4) waktu setempat.

“Jelas bahwa strategi agresif kita berhasil,” ujar Trump pada konferensi pers, Rabu (15/4) waktu setempat.

Trump menambahkan bahwa “perkembangan yang menggembirakan ini telah menempatkan kita pada posisi yang sangat kuat untuk menyelesaikan pedoman bagi negara-negara bagian tentang pembukaan kembali negara.”

Dia mengatakan bahwa dirinya akan membahas ini dalam konferensi pers pada hari Kamis, untuk “mengumumkan pedoman.”

– Sekjen PBB: Hanya Vaksin Corona yang Bisa Bikin Dunia Kembali Normal

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa vaksin COVID-19 mungkin satu-satunya hal yang bisa mengembalikan dunia pada keadaan normal. Guterres pun berharap vaksin tersebut akan tersedia sebelum akhir tahun ini.

“Vaksin yang aman dan efektif mungkin merupakan satu-satunya alat yang dapat mengembalikan dunia pada rasa ‘normal,’ menyelamatkan jutaan nyawa dan triliunan yang tak terhitung,” ujar Guterres dalam konferensi video dengan puluhan negara-negara Afrika yang menjadi anggota PBB.

Pemimpin badan dunia itu meminta percepatan pengembangan vaksin untuk virus Corona dan akses untuk semua, seraya menambahkan bahwa vaksin itu harus memiliki “manfaat global yang universal dan memungkinkan kita untuk mengendalikan pandemi.”

– Cerita Memilukan Pekerja Medis AS Saksikan Pasien Corona Sekarat

Banyak cerita dramatis dari para petugas medis di Amerika Serikat (AS) ketika sedang merawat pasien yang terinfeksi virus Corona. Mereka bisa melihat momen terakhir para pasien Corona yang wafat tanpa ditemani keluarga di jam kerja panjang.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (16/4/2020) salah satu adegan memilukan itu terjadi di Rumah Sakit Maryland — negara bagian AS. Para perawat dan dokter telah merawat para pasien Corona selama berminggu-minggu. Keluarga pasien dilarang untuk menjenguk.

Cerita sedih itu salah satunya diceritakan oleh seorang perawat bernama Julia Trainor. Dia bercerita ketika memasangkan alat bantu pernafasan, seorang pasien Corona tidak bisa dijenguk oleh suaminya. Dia hanya bisa berbicara dengan suaminya melalui sambungan telepon.

– Sesalkan Penghentian Dana, WHO: AS Telah Lama Jadi Sahabat WHO yang Dermawan

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyesalkan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan pendanaan untuk badan kesehatan PBB tersebut.

Tedros pun menyerukan persatuan global untuk memerangi pandemi virus Corona.

“Amerika Serikat telah lama menjadi sahabat WHO yang murah hati dan kami harap itu akan terus berlanjut,” ujar Tedros dalam konferensi pers, Rabu (15/4) waktu setempat.

“Kami menyesalkan keputusan presiden Amerika serikat yang memerintahkan penghentian pendanaan untuk WHO,” imbuh Direktur Jenderal WHO itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here