Satpam RS Kariadi Positif Corona Malah Pulkam, Warga 3 RT Diisolasi

0
69
Isolasi kampung di Desa Panunggalan, Pulokulon, Grobogan. (Foto: Febrian Chandra/detikcom)

Febrian Chandra – detikNews

Kamis, 16 Apr 2020 21:20 WIB

Semarang – Seorang satpam RSUP dr Kariadi Semarang yang seharusnya menjalani isolasi sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona, justru pulang kampung (pulkam) dan melakukan banyak aktivitas. Belakangan hasil tes swab menunjukkan dia positif COVID-19. Akibatnya, warga 3 RT di kampungnya diisolasi.

Pemuda 24 tahun yang bekerja sebagai satpam di RSUP dr Kariadi Semarang tersebut mengalami gejala mirip terpapar virus Corona atau COVID-19. Dia sempat dirawat di ruang isolasi rumah sakit tempatnya bekerja.

Setelah dirawat, dia sempat beberapa hari menjalani isolasi mandiri di Semarang. Kemudian, pada Jumat (10/4) justru pulang ke kampung halamannya ke Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan.

“Jadi, harusnya masih menjalani isolasi mandiri namun malah balik kampung dengan alasan ada hajatan 40 hari meninggalnya ibunya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, Kamis (16/4/2020).

Menurut Slamet, selama berada di kampung pemuda tersebut melakukan kontak dengan banyak orang. Pada hari Minggu dan Senin (12-13/4), dia sempat olahraga bola voli dengan teman-temannya di kampung.

Kemudian, di rumahnya ada hajatan peringatan 40 hari kematian ibunya. Pemuda tersebut juga ikut mengantarkan makanan hajatan ke tetangga sekitarnya. Selain itu ia juga sempat menemui pacarnya.

Pada Selasa (14/4) hasil uji swab keluar dan menyatakan yang bersangkutan positif COVID-19. Setelah menerima informasi ini, dia segera dijemput petugas medis dan saat ini kembali menjalani isolasi mandiri di Semarang.

“Buntut dari kejadian itu, saat ini 3 RT di desa itu kita isolasi,” kata Slamet.

Slamet Widodo menjelaskan, tracing sudah dilakukan kepada keluarga dan warga yang sempat berinteraksi dengan dia. Selain itu rapid test juga sudah dilakukan, hasilnya negatif. “Sedangkan kepada pacarnya juga sudah di-rapid test dan hasilnya negatif,” terangnya.

Kepala Desa Panunggalan, Moch Pujiyanto mengatakan, karantina mandiri yang berlangsung sejak Selasa (14/4) lalu. Isolasi mandiri juga diikuti dengan penutupan akses jalan. “Ada sekitar 500 orang kami minta isolasi mandiri di rumah masing-masing,” terang Pujiyanto.

Ratusan orang yang dikarantina tersebut dipastikan tidak keluar rumah hingga 14 hari maupun menerima orang bertamu kecuali ada kepentingan mendesak.

“Kebetulan mayoritas petani dan sisanya pekerja swasta, serabutan juga libur. Kalau mau ke sawah silakan, tapi hanya ke bekerja di sawah dan tak boleh ke mana-mana. Untuk logistik sementara warga bermodalkan sendiri. Bisa juga pesan makanan, ada kurirnya. Kami masih nunggu bantuan pemerintah,” kata Pujiyanto.

Sementara itu Kapolsek Panunggalan, AKP Wibowo, menambahkan akses jalan di kawasan isolasi mandiri tersebut dialihkan menjadi satu titik untuk memudahkan pengawasan. “Lokasi isolasi ditutup baik jalan kampung maupun jalan tikus. Dilibatkan juga para tokoh masyarakat dan relawan untuk berjaga dan berkeliling,” kata Wibowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here