Pasar Ikan Hias Jatinegara Ramai saat PSBB, Walkot: Banyak dari Luar Jaktim

0
41
Foto: Kerumunan di Pasar Ikan Jatinegara, Jakarta Timur (akun @goldfaser, Ammar Fawzi)

Ibnu Hariyanto – detikNews

Minggu, 19 Apr 2020 15:05 WIB

Jakarta – Pasar Ikan Hias Jatinegara, Jakarta Timur viral karena masih ramai pengunjung saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pagi tadi. Walikota Jakarta Timur, M Anwar menyebut kebanyakan pedagang ikan di pasar tersebut berasal dari luar Jakarta Timur.

“Kebanyakan itu bukan orang kita, dari luar, (dari) Bekasi, (dari) mana itu,” kata M Anwar saat dihubungi detikcom, Minggu (19/4/2020).

Ia mengatakan Pemkot Jaktim sudah berkali-kali melakukan penertiban. Namun, menurutnya, para pedagang ikan itu tak menghiraukan petugas.

“Sudah berkali-kali ditindak, tiap hari kita angkat, kita lempari, kita main kuat-kuatan. Masalahnya gitu mau gimana orang yang dagang orang Bekasi, orang daerah-daerah gitu,” sebutnya.

Untuk itu, Anwar mengaku akan melakukan penjagaan lebih ketat di lokasi itu. Bahkan, ia menyebut bakal memerintahkan jajarannya melakukan penjagaan sebelum para pedagang mulai berjualan.

“Ya kita akan jaga kalau bisa dari malam sebelum mereka buka kita dudukin. Udah nggak ada cerita lagi,” tuturnya

Sebelumnya diberitakan, suasana hiruk pikuk tampak di Pasar Ikan Hias, Jatinegara, Jakarta Timur di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pagi tadi. Ada sejumlah warga di pasar yang sedang membeli ikan hias dan tak memakai masker.

Foto kerumunan di Pasar Ikan Hias, Minggu (19/4/2020) itu diunggah oleh Ammar Fawzi melalui Instagram storiesnya di akun @goldfaser. Fotonya ini kemudian direpost oleh akun Instagram @jktinfo yang memiliki pengikut lebih dari 2 juta akun. Foto ini viral dan mendapat beragam tanggapan.

Dalam foto tersebut tampak ada kerumunan warga lebih dari lima orang. Warga berkerumun di sekitar emperan toko. Sementara di sisi jalan banyak sepeda motor terpakir, hampir memakan area badan jalan.

“Ada yang nggak pakai masker dan bisa dikatakan banyak, baik dari pegadang maupun pembeli. Tidak ada petugas, yang saya lihat hanya beberapa Ormas dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU). Mereka diam saja, di dalam foto itu ada gambar PPSU-nya,” tutur Ammar kepada detikcom.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here