Bupati Bogor Pastikan Bantuan ke Warga Terimbas PSBB Dikirim Sebelum Puasa

0
49
Foto: Bupati Bogor Ade Yasin. (Sachril-detikcom)

Luqman Nurhadi Arunanta – detikNews

Minggu, 19 Apr 2020 15:06 WIB

Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan menyerahkan bantuan sosial untuk warga yang terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bupati Bogor Ade Yasin memastikan pendistribusian bantuan akan dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

“Bantuan sudah disiapkan. Insyaallah sebelum puasa akan kita turunkan ke masyarakat,” kata Ade kepada wartawan, Minggu (19/4/2020).

Ade mengatakan bantuan tersebut berupa beras sebanyak 30 kilogram (kg) per kepala keluarga (KK). Untuk penyalurannya, sebut dia, Pemkab Bogor akan dibantu jajaran TNI-Polri guna menghindari kerumunan.

“Berupa beras 30 kg untuk satu KK. Jadi kami juga akan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pengirimannya. Jadi kita beli beras ke Bulog, dari Bulog kita berkoordinasi diangkut oleh truk-truk polisi dan tentara nanti dibagikan. Kita kerja sama dengan aparat supaya pembagiannya tidak ribut,” jelas Ade.

Ade mengungkapkan Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp 188 miliar untuk penyerahan bantuan selama tiga bulan ke depan. Pemberian bantuan akan difokuskan kepada masyarakat rentan miskin yang terdampak virus Corona.

“Anggarannya Rp 188 miliar untuk 3 bulan. Jadi, sekitar 200 ribu yang gelombang pertama. Nanti ada kekurangannya pun sebetulnya ini masih bisa dialokasikan. Adapun ketika kurang nanti bisa kita tambahkan, yang penting terjaring dulu mana yang terdampak dan rentan miskin,” ujar Ade.

Ade menegaskan warga yang sudah mendapatkan bantuan dari pusat atau gubernur tidak akan mendapatkan bantuan lagi dari pemkab. Dia memastikan pihak Pemkab Bogor akan menyeleksi dengan cermat.

“Jadi kita kirim ke orang-orang yang rentan miskin atau terdampak di luar dari orang yang sudah dapat bantuan dari gubernur, bantuan dari pusat. Jadi nanti kita pilah-pilah, tidak ada yang menerima double,” terangnya.

Untuk penerapan PSBB di Kabupaten Bogor, Ade mengatakan masih terdapat kendala hingga hari kelima. Terkait sanksi bagi pelanggar, dia menyebut pelaksanaan PSBB ini masih setengah hati.

“Jadi memang PSBB ini menurut saya setengah hati ya. Kita sanksi tidak diberikan, jadi paling hanya misal menyuruh penumpang untuk putar tidak boleh lewat kalau tidak sesuai dengan protokol kesehatan suruh balik lagi, apakah balik lagi ini menimbulkan efek jera? Kan tidak juga,” kata Ade.

“Lalu kita mau coba terapkan untuk tilang, tilang berdasarkan UU lalu lintas juga harus terpenuhi syaratnya. Tapi untuk yang lebih ekstrem semisal pabrik masih buka saat PSBB ini kami terapkan UU kesehatan yang ada denda dan hukuman penjara kalau memang masih ngotot,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here