27 Bidan-OB Positif Corona, 4 Puskesmas di Kota Bogor Tutup Sementara

0
12

M Solihin – detikNews

Selasa, 11 Agu 2020 20:30 WIB

Bogor – Sebanyak 27 tenaga kesehatan mulai dari dokter, bidan hingga office boy di 8 Puskesmas dan PKM di Kota Bogor dinyatakan positif Corona. Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona, 4 Puskesmas ditutup sementara. Sementara 4 Puskesmas dan PKM lainnya dibatasi dalam pelayanannya.

“Tindakan yang kita ambil menutup sementara 4 Puskesmas selama 3 hari, mulai tanggal 12 – 14 Agustus 2020. Puskesmas yang ditutup antaralain, Puskesmas Gang Aut, Puskesmas Cipaku, PKM (Pelayanan Kesehatan Masyarakat) Bogor Utara dan PKM Mekarwangi,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2020).

“PKM Sindangbarang tutup layanan KIA dan Poned. Untuk PKM Merdeka tutup layanan Laboratorium. Untuk PKM Tanahsareal dan PKM Semplak tetap buka dan melakukan pelayanan seperti biasa,” imbuh Dedie.

Dedie menjelaskan, untuk 4 Puskesmas dan PKM yang ditutup karena virus Corona akan kembali dibuka pada tanggal 15 Agustus 2020. Namun dalam pelaksanaannya, harus menggunakan sistem parsial oleh nakes yang hasil swabnya negatif.

“Pelayanan parsial hanya untuk kunjungan sakit, emergency dan rujukan. Kunjungan sehat seperti pemeriksaan ibu hamil ditunda hingga pelayanan normal kembali,” jelas Dedie.

“Sementara 4 Puskesmas tutup, pelayanan dan rujukan online BPJS atau p care dialihkan ke Puskesmas terdekat. PKM Gang Aut dialihkan ke PKM Belong. PKM Cipaku ke PKM Bogor Selatan. PKM Bogor Utara ke PKM Tegal Gundil. PKM Mekarwangi ke Kedung Badak,: imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 tenaga kesehatan yang bekerja di 8 Puskesmas di Kota Bogor dinyatakan positif Corona. Saat ini, 27 pasien positif tersebut masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan dan sudah diisolasi.

27 orang positif Corona tersebut, kata Dedie, terdiri dari 13 nakes yang melakukan pelayanan langsung, 3 petugas penunjang, 3 petugas pelayanan tidak langsung, dan 8 petugas administrasi.

“Petugas pelayanan langsung yang terinfeksi ada 13, yakni bidan 4, dokter umum 2, dokter internship 3, farmasi 2, analis 2. Petugas penunjang 3 yakni bagian pendaftaran 1, sekuriti 2. Petugas pelayanan tidak langsung yakni bagian gizi 1, promkes 2. Petugas administrasi ada 8 orang, yakni bagian KTU 3, staff 1, Office Boy 2, administrasi 1, bendahara 1,” kata Dedie melalui pesan tertulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here