Pantau Pemudik di Yogya, Dishub: Penumpang Bus Maksimal 50%-Mobil 3 Orang

0
38
Foto: Suasana arus lalin di Ring Road Utara, Sleman, DIY, Kamis (9/4/2020). (Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Jauh Hari Wawan S. – detikNews

Kamis, 09 Apr 2020 14:39 WIB

Sleman – Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman akan memperketat penjagaan di tiap perbatasan masuk ke Yogya selama pandemi virus Corona. Hal itu untuk memantau pemudik yang masuk ke Yogya dengan menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi.

“Kami kemarin sudah rapat dan memutuskan untuk membuat pos di Tempel dan Prambanan. Karena leadingnya dari Dishub DIY maka untuk pelaksanaannya masih menunggu,” kata Kabid Transportasi Dishub Sleman, Marjana, Kamis (9/4/2020).

Marjana menjelaskan, selain membuat pos di dua titik utama, pihaknya juga akan mengupayakan untuk memantau di jalur-jalur alternatif masuk wilayah Yogya. Namun, hal itu masih melihat kemampuan dari personel Dishub.

“Kalau itu masih dalam pembahasan dan koordinasi. Kalau itu yang paling banyak di jalan kabupaten, nanti kalau tidak kekurangan personel juga akan ke sana (menjaga jalur alternatif),” bebernya.

Dia menjelaskan, sesuai arahan dari Dishub DIY setiap kendaraan yang dipakai pemudik akan dilakukan pengecekan. Selain itu ada pembatasan jumlah penumpang dalam satu kendaraan.

“Kalau bis nanti hanya boleh diisi maksimal 50 persen dari kapasitas, kalau mobil hanya boleh diisi 3 orang dan motor hanya satu orang. Kalau melanggar nanti kami suruh putar balik untuk yang mobil dan motor,” jelasnya.

“Bagi penumpang bis, yang akan masuk ke Yogya harus bawa surat keterangan RT dan surat dokter. Bis yang melanggar aturan 50 persen tadi juga akan kami catat dan kami laporkan untuk kemudian diberi sanksi,” lanjutnya.

Penjagaan di perbatasan ini, lanjutnya, akan dilaksanakan selama tiga bulan. Namun, untuk waktu pelaksanaannya pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya.

“Yang jelas dilakukan tiga bulan, secepatnya akan segera diterapkan. Tapi kami masih menunggu dari Provinsi,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Sri Purnomo mengatakan selain Dishub, dia meminta kepada desa juga agar aktif mendata pemudik yang masuk ke daerahnya. Berdasarkan data yang dia terima, sudah banyak pemudik yang tiba di Sleman.

“Data bulan Maret itu ada 4.000 an pemudik, kalau April ini sekitar 300 an. Nanti desa dan dusun kami minta untuk mencatat dan pendatang kami minta untuk lapor,” kata Sri.

Sri juga mendukung kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan DKI Jakarta. Menurutnya dengan kebijakan itu, akan mengurangi jumlah pemudik.

“Jadi PSBB di Jakarta atau di daerah merah itu saya mendukung karena nantinya jumlah pemudik akan berkurang dan Jakarta bisa fokus memutus COVID-19, kami di daerah juga bisa memutus rantai penyebaran Corona,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here