Bupati Kudus Klaim Tinggal 2 Desa yang Jadi Zona Merah Corona

0
25
HM Hartopo (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Dian Utoro Aji – detikNews

Rabu, 14 Jul 2021 12:42 WIB

Kudus – Bupati Kudus, Jateng, Hartopo, mengatakan zona merah virus Corona atau COVID-19 di daerahnya saat ini tinggal tersisa dua desa. Namun demikian diakui bahwa mobilitas warga di Kudus selama PPKM Darurat masih cukup tinggi.

Hartopo mengatakan saat ini di daerahnya tinggal ada dua desa yang masuk zona merah. Sebelumnya, di daerah yang pernah jadi sorotan nasional karena ledakan kasus Corona tersebut mencatat masih ada delapan desa masuk zona merah pada input data Sabtu (10/7) lalu.

“Tinggal dua desa (yang zona merah), ujar Hartopo kepada wartawan di Kudus, Rabu (14/7/2021).

Dari data sebaran kasus Corona per Selasa (13/7), kata Hartopo, kasus aktif ada 536 kasus. Penambahan kasus baru sebanyak 60 orang terkonfirmasi COVID-19, dan ada 133 orang dirawat di rumah sakit serta 403 orang menjalani isolasi mandiri. Sementara kasus sembuh bertambah 53 orang dan ada 1 orang meninggal dunia.

Sedangkan terkait mobilitas warga di Kudus selama selama PPKM Darurat diakui masih cukup tinggi. “(Mobilitas warga) di Kudus ini malah meningkat sehingga mobilitas kita 5,8 persen,” kata Hartopo.

Menurut Hartopo masih banyak warga yang melanggar aturan saat PPKM Darurat, di antaranya warga banyak menerobos penyekatan di jalan masuk kota Kudus. Padahal jalur masuk Kota Kudus sudah disekat dan lampu di jalan umum dipadamkan.

“Di Kudus ini bagaimana, dilakukan penyekatan jalan tikus lorong semua dilalui semua. Yang penting bisa menurunkan angka Corona terutama angka meninggal dunia,” jelas Hartopo.

Hartopo mengaku sebelumnya juga telah mengimbau kepada perusahaan di Kudus untuk menerapkan work from home (WFH) 50 persen. Dari pantauan di lapangan, belum semua perusahaan yang memberlakukan aturan tersebut. Dia pun mengaku dalam waktu dekat akan memantau langsung di perusahaan.

“Ramai sekali, karena kita juga sudah mengimbau dan meminta kepada perusahaan, kita juga sudah berkoordinasi dengan Apindo dengan Dinas Tenaga Kerja terkait imbauan perusahaan mulai industri kecil hingga besar itu harus ada WFH 50 persen,” terang Hartopo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here