Positive SSL
Home Blog Page 175

Polisi Inggris Buru Pelaku Penikaman Berantai di London

0
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

London – Kepolisian London, Inggris tengah memburu seorang tersangka penyerang berantai yang secara acak mendekati orang-orang dari belakang dan kemudian menikam mereka.

Laporan-laporan media mengungkapkan pada Minggu (31/3) waktu setempat, total empat orang terluka dalam serangan-serangan acak di wilayah Edmonton, London utara.

Kepolisian Metropolitan menyatakan, serangan-serangan “pengecut dan tak masuk akal itu” kemungkinan saling terkait dan semua korbannya dipilih secara acak karena “sendirian dan rentan.”

Kepolisian Metropolitan meyakini bahwa tersangka hanya berniat melukai orang-orang karena tak satupun korban yang dirampok. Kepolisian menduga pelaku yang diyakini sebagai seorang pria kurus berkulit hitam dan bertindak seorang diri, kemungkinan mengalami gangguan kesehatan jiwa. 

“Kami tengah melakukan semua yang kami bisa untuk menangkap tersangka di balik serangan-serangan pengecut dan tak masuk akal ini,” ujar juru bicara Kepolisian Metropolitan seperti dilansir seperti dilansir BBC, Senin (1/4/2019). 

Juru bicara tersebut tidak berbicara lebih jauh mengenai apakah serangan-serangan tersebut merupakan aksi terorisme. 

BBC melaporkan, serangan penusukan itu dimulai dengan penusukan seorang perempuan berumur 45 tahun di Jalan Aberdeen pada Sabtu (30/3) waktu setempat. Seorang pria berumur 52 tahun ditikam di Park Avenue sekitar empat jam kemudian, sedangkan korban ketiga, seorang pria berumur 23 tahun, terluka setelah ditusuk di stasiun Seven Sisters Tube pada Sabtu (30/3) malam waktu setempat.

Korban keempat, seorang pria berumur 29 tahun, ditikam di Jalan Brettenham pada Minggu (31/3) pagi waktu setempat.

Seluruh korban, kecuali satu orang, saat ini dalam kondisi kritis dengan luka-luka yang membahayakan jiwa mereka. 

Aksi penikaman mengerikan itu terjadi seiring pemerintah dan aparat keamanan Inggris dihadapkan pada meningkatnya kejahatan penikaman dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya di jalanan.

Kapan Terakhir Anda Menebar Kebahagiaan, Termasuk kepada Orangtua?

0
Senyum riang Nek Cumi ditemani Mujiono setelah mendapat kunjungan dari PT Sido Muncul.

JAKARTA, KOMPAS.com — Perasaan sedih terpancar di raut wajah Sumi (85) meski dirinya mencoba tersenyum saat seseorang menyapa. Kondisi fisiknya kini tak sekuat dulu, bahkan sejak 5 tahun lalu, Nek Cumi, begitu panggilan kesayangannya, hidup dengan satu kaki akibat penyakit gula yang dideritanya.

Kini, Nek Cumi menjalani hari-harinya di panti jompo dengan kursi roda. Nek Cumi bercerita, jika dirinya dihinggapi rasa rindu luar biasa terhadap anak-anaknya yang sudah lama tak ditemuinya.

Karena rasa rindu inilah, terkadang Nek Cumi mengalami kesedihan yang mendalam. Tak jauh berbeda dengan kisah Nek Cumi, seorang mantan pengusaha bernama Ari (85) juga turut menyimpan perasaan sedih saat memasuki usia senja.

Dulu ia memiliki kehidupan yang berkecukupan dan keluarga utuh dengan anak-anak yang gemuk. Namun, kehidupannya berbalik 180 derajat saat bisnisnya runtuh.  

Kesehatannya pun kian menurun. Keluarga tak ada yang sanggup merawat hingga pada akhirnya Ari harus menjalani sisa hidup di usia senja dengan tinggal di panti jompo.

Satuan Pelaksana Dinas Sosial DKI Jakarta, Mujiono, menuturkan, Nek Cumi dan Ari hanyalah segelintir lansia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang menetap di Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1, tempatnya bertugas di Cipayung, Jakarta Timur.

“Khusus di sini saja, kami menampung 300 lansia berstatus PMKS,” tutur Mujiono kepada Kompas.com, Kamis (28/3/2019). Upaya mengundang tawa Selama 3 tahun menangani para lansia, lanjut Mujiono, dirinya telah mengalami banyak pengalaman suka dan duka.

Tak terkecuali upaya dirinya dan petugas lain saat mengadakan serangkaian kegiatan agar para lansia dapat bahagia. “Ada latihan angklung, menjahit, senam, dan sebagainya.

Hal ini dilakukan agar para lansia tidak mengalami kejenuhan,” lanjut Mujiono. Lebih jauh Mujiono menceritakan, terdapat kegiatan khusus yang paling disukai para lansia yang tinggal di Panti Jompo Tresna Werdha atau bahkan seluruh Panti Jompo yang ada.

Kegiatan yang dimaksud adalah kasih sayang dan perhatian dari masyarakat yang hadir langsung. “Di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran, Natal, dan lainnya, banyak sekali yang berkunjung ke panti menghibur para lansia yang ada,” papar Mujiono.

Perorangan, organisasi, dan perusahaan bergantian memberikan kasih sayang dan perhatian terhadap lansia, seperti Kuku Bima Ener-G! sebagai salah satu produk andalan PT Sido Muncul. Dihadiri Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, Kuku Bima Energi memberikan bantuan perlengkapan khusus lansia dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 600 lansia di dua panti jompo, yakni Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 dan 3, Kamis (28/3/2019).

“Sumbangan ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap kakek nenek di sini. Kami ingin berbagi kebahagiaan, sejalan dengan filosofi kami yakni nothing can stand against benevolence (tidak ada yang bisa melawan kebaikan),” papar Irwan Hidayat.

Amanah dari sang ibunda Irwan menerangkan, dirinya memutuskan agar perusahaannya fokus pada lansia karena merupakan wujud bakti terhadap sang ibunda.

Itu karena dirinya diamanatkan agar sepanjang hidup memberikan kasih sayang kepada para lansia. “Saya ke sini untuk memenuhi amanat ibu kandung yang menyuruh mencintai orangtua atau lansia. Katanya kasihan, pasti butuh perhatian karena rawan sakit-sakitan,” kata Irwan.

Direktur Sido Muncul memberikan bantuan untuk dua panti asuhan di Jakarta berupa BLT dan perlengkapan untuk para lansia(MICO DESRIANTO/Kompas.com)

Dengan menggelontorkan dana Rp120 juta, Kuku Bima Energi membagikan rata uang tunai Rp 200.000 kepada setiap lansia yang berada di dua panti jompo tersebut.

Hadirnya Kuku Bima Ener-G! ke panti jompo mampu membuat para lansia tertawa bahagia karena dapat merasakan perhatian dan kasih sayang yang tak dapat dinilai dengan materi.

Tak terkecuali Nek Cumi. Saat Kompas.com bertanya mau diapakan uang tersebut, dengan riang Nek Cumi menjelaskan uang tersebut akan dibelanjakan untuk camilan.

“Sisanya ditabung agar cucu dapat merasakan, tentunya saat keluarga saya datang berkunjung,” kata Nek Cumi. Tak lupa, Mujiono turut mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kuku Bima Ener-G! yang dengan besar hati membagikan rezeki kepada para lansia di panti jompo.

Dirinya meyakini, kehadiran Kuku Bima Energi mampu memberikan rasa bahagia kepada para lansia.

“Semoga kebaikan Pak Irwan Hidayat dan Kuku Bima Ener-G! cepat mendapatkan balasan yang berlipat,” kata Mujiono.

Aturan Baru Disney, Pengunjung Taman Hiburan Dilarang Merokok

0

ANAHEIM, KOMPAS.com – Disney kini mengeluarkan aturan terbaru yang akan melarang pengunjungnya merokok di hampir semua taman hiburannya.

Diwartakan CNN, Jumat (29/3/2019), aturan baru ketat itu akan mulai berlaku ada 1 Mei 2019.

Saat ini, taman hiburan Disney memang telah menetapkan area merokok untuk digunakan bagi pengunjung yang ingin menghisap rokok

Namun, fasilitas area merokok akan dihapus seiring dengan berlakunya aturan terbaru.

Para perokok harus meninggalkan taman dan pergi ke salah satu area yang berada di luar gerbang.

Kebijakan tersebut juga menjangkau larangan rokok elektronik dan produk vaping lainnya di dalam taman.

Larangan itu akan diterapkan di Walt Disney World dan taman hiburan Disneyland, Downtown Disney dan taman air Disney.

Deb Koma, editor situs penggemar Disney AllEars.Net, setuju kebijakan baru akan menjadi perbaikan, termasuk aturan ketat soal batasan ukuran kereta dorong

“Membatasi ukuran kereta dorong, menghilangkan masalah seperti menghalangi jalan setapak, menabrak tamu dan menggunakannya untuk antrean,” ujarnya

Jika kereta dorong yang turis bawa lebarnya melebihi 79 cm dan panjangnya lebih dari 132 cm, maka akan dilarang masuk ke dalam taman.

Disney akan menawarkan penyewaan kereta dorong seharga 15 dollar AS atau sekitar Rp 210.000.

Laporan US News menyebutkan, Disney telah melarang rokok di kamar hotel, teras, dan balkon, serta melarang keberadaan ganja dan zat ilegal lainnya.

Kata Jubir BPN, Prabowo Pertimbangkan Novel Baswedan Jadi Jaksa Agung

0
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang.(ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kata Jubir BPN, Prabowo Pertimbangkan Novel Baswedan Jadi Jaksa Agung", https://nasional.kompas.com/read/2019/03/29/15044961/kata-jubir-bpn-prabowo-pertimbangkan-novel-baswedan-jadi-jaksa-agung. Penulis : Rakhmat Nur Hakim Editor : Sabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menyatakan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipertimbangkan oleh capresnya sebagai kandidat Jaksa Agung.

Selain itu, beberapa mantan pimpinan KPK, yakni Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas, juga masuk dalam kandidat Jaksa Agung jika Prabowo-Sandi terpilih.

“Saya ingin bocorkan. Ada beberapa nama yang akan menjadi calon jaksa agung Pak Prabowo. Tapi semua berpulang pada beliau. Tapi saya kasih bocoran nih,” ujar Andre saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

“Ada wacana Mas Novel Baswedan akan menjadi jaksa agung, ada wacana Mas Bambang Widjojanto yang akan jadi jaksa agung, Busyro Muqoddas yang menjadi jaksa agung,” lanjut dia.

Namun, Andre mengatakan, penentuan akhirnya berpulang ke Prabowo. Meski demikian, ia menyatakan ketiga nama tersebut masuk dalam kandidat jaksa agung Prabowo.

Ia menambahkan, Prabowo mempertimbangkan tiga nama tersebut dalam kandidat jaksa agung karena teruji integritasnya.

“Tapi semuanya berpulang kepada Pak Prabowo sebagai presiden. Tapi yang jelas jaksa agung Prabowo adalah orang bersih yang punya integritas. Tidak mungkin menyapu itu kita pakai sapu yang kotor,” lanjut caleg Gerindra itu.

Tangan-tangan Difabel di Balik Cantiknya Batik Kultur

0
Deretan koleksi busana Batik Kultur by Dea Valencia yang ditampilkan pada peragaan busana perdananya di Kaca Coffee & Eatery, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

KOMPAS.com – Rasa haru menyelimuti Dea Valencia. Show perdana brandnya, “Batik Kultur”, sukses dan mendapatkan apresiasi yang meriah dari para pengunjung.

Suaranya bergetar ketika menyampaikan ucapan terima kasih di akhir sesi peragaan busana.

Hal yang paling membuatnya bangga dan terharu adalah kerja kerasnya dan rekan-rekannya, para pekerja difabel dan non-difabel, yang berada di balik setiap karya Batik Kultur.

Tema “Behind The Seams” atau “Di Balik Jahitan” pun dipilih untuk show yang diselenggarakan Sabtu (24/3/2019) siang itu.

Peragaan busana tersebut sekaligus menjadi momentum grand opening gerai Batik Kultur di Jakarta yang terletak di Kaca Coffee & Eatery, Sudirman, Jakarta Pusat.

Menurut Dea, dari sekitar 120 orang pekerja di Batik Kultur, 50 persennya adalah penyandang disabilitas.

“Pada show kali ini saya ingin apresiasi (mereka), yang terkadang underapreciated. Saya merasa orang-orang di balik Batik Kultur, yang menggabungkan cerita kita, meskipun tidak kelihatan tapi tanpa mereka tidak ada kita seperti sekarang,” tuturnya.

Para penyandang disabilitas yang bekerja di Batik Kultur memiliki tugas yang berbeda-beda.

Mulai dari menjahit, penjaga toko, fotografer produk, dan lainnya.

Dea menuturkan, pertemuannya dengan kelompok difabilitas itu diawali sekitar tahun 2013 ketika ia baru merintis bisnis pakaiannya.

Ketika mendatangi satu pemasok di Ungaran Jawa Tengah, ia bertemu dengan beberapa murid BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta yang sedang magang.

Dea pun berkenalan dan salah satu penyandang disabilitas yang bertemu dengannya saat itu meminta pekerjaan padanya.

“Awalnya bingung karena itu awal saya berkomunikasi dengan mereka,” tuturnya.

Founder Batik Kultur Dea Valencia.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Namun, Dea melihat bahwa para penyandang disabilitas tersebut bisa membuktikan bahwa mereka mampu melakukan segalanya, sama seperti orang pada umumnya. Mereka juga memiliki semangat juang yang tinggi bahkan melebihi dugaan banyak orang.

Dea mencontohkan salah satu pekerja disabilitas di Batik Kultur, yaitu Idris Harahap, yang berperan sebagai fotografer.

Idris sebelumnya memiliki anggota tubuh yang normal. Namun, ia yang saat itu bekerja sebagai tukang bangunan mendapatkan musibah tersengat listrik hingga terpaksa kehilangan kedua tangannya.

“Aku bayangin, kalau itu terjadi pada aku, aku tidak yakin bisa sekuat dia. Jadi aku harus melakukan apapun untuk mengakomodasi mereka yang mau terus belajar,” kata Dea.

Selama delapan tahun merintis bisnis, Dea merasa titik awal adalah momentum paling sulit.

Terutama bagaimana ia mengorbankan waktu-waktu luangnya pada masa kuliah untuk sesuatu yang bermanfaat. Apalagi, Dea memulainya sangat dini, yaitu di sekitar usia 17 tahun.

“Dulu usia 17 sampai 20 tahunan ada main-main sekarang kebanyakan orang kerja serius. Saya kebalik, dulu jarang main sama teman tapi istilahnya saya sudah mulai duluan (kerja) sehingga sudah seperti sekarang,” kata Dea.

Batik segala usia 

Pada sesi Grand Opening, Dea Valencia menampilkan 30 koleksi ready to wear yang terdiri dari 6 mini collection busana wanita dan pria untuk segala usia serta bentuk tubuh.

Tak hanya deretan busana batik formal, Dea juga menampilkan batik dengan desain-desain kasual modern.

Pada dasarnya Dea ingin memberi pesan bahwa batik bisa digunakan oleh siapa saja dan dalam segala kesempatan. Sebab saat ini masih banyak orang-orang yang belum suka menggunakan batik karena dianggap terlalu formal dan kaku.

Motif burung-burungan dan flora tampak mendominasi koleksi busana batik karya perempuan berusia 25 tahun itu. Motif-motif kesukaannya tersebut dituangkan pada kain bersiluet sederhana dan dibubuhkan melalui penempatan yang unik.

Agar tampilan keseluruhan tak tampak berat, Dea banyak mengkombinasikan kain dengan bahan lainnya, seperti brokat atau katun bordir.

Adapun batik yang digunakan berasal dari beberapa daerah, misalnya Solo dan Pekalongan.

“Batik kadang kalau penuh tampak terlalu berat dan formal. Jadi hampir semua kombinasi,” ucapnya.

Aplikasi payet sederhana juga dilakukan oleh Dea untuk memberi efek sedikit berkilau. Sebanyak 30 koleksi busana Batik Kultur secara umum dibagi menjadi dua palet warna, yaitu terang dan gelap.

Warna terang terinspirasi dari warna-warna batu permata.

Sosok pengusaha muda Dita Soedardjo pun dihadirkan sebagai ‘muse’ peragaan busana perdana Batik Kultur.

Dita tampil mengenakan dress batik bernuansa hitam dan biru muda, dengan motif sulur-sulur bunga menghiasi bagian dada dengan cantik.

Jiwa sosial Dita dinilai sejalan dengan visi Batik Kultur. Selain itu, cucu Kartini Muljadi itu dianggap mampu merepresentasikan busana batik yang modern dan muda, sesuai dengan nafas milenial.

Palsukan Kasus Penculikan, Perempuan Indonesia dan Suaminya Ditangkap Polisi Malaysia

0
Ilustrasi

JOHOR BARU, KOMPAS.com – Kepolisian Johor, Malaysia, dilaporkan menangkap seorang perempuan Indonesia dan suaminya yang berasal dari Singapura atas ka

Kepala Polisi Johor Komisaris Datuk Mohd Khalil Kader Mohd berkata, awalnya laporan penculikan dibuat perempuan itu pada 8 Maret lalu.

Kepada polisi, perempuan Indonesia yang tak disebutkan identitasnya itu mengaku si suami diculik sekelompok orang di Taman Setia Indah.

Perempuan berusia 33 tahun itu sebelumnya sudah meminta kepada keluarganya uang tebusan sebesar 670.000 ringgit, atau sekitar Rp 2,3 miliar.

Dalam konferensi pers Minggu, dilansir The Star via Asia One (24/3/2019), Khalil menyebut perempuan itu melapor setelah si suami tak kunjung dibebaskan. Dia menjelaskan pada Kamis (21/3/2019), si istri meminta uang kembali kepada keluarga bagi pelaku sebesar 400.000 ringgit, atau Rp 1,3 miliar.

Polisi kemudian melakukan 12 penangkapan dengan enam di antaranya ditahan di Bandar Penawar dan Kluang. Seluruh terduga penculik berusia antara 20-49 tahun.

Dari hasil pemeriksaan, tiga di antaranya diketahui positif mengonsumsi narkoba. Sementara terduga penculik sisanya punya catatan kriminal. “Penyelidikan yang digelar menunjukkan penculikan itu dilakukan suami dan istrinya yang ingin memperoleh uang dari keluarganya,” papar Khalil.

Dia melanjutkan, jajarannya masih terus melakukan investigasi untuk mengungkap pelaku lain yang masih buron, dan keberadaan uang tersebut.

Adapun pria Singapura 49 tahun dan istrinya itu bakal didakwa berdasarkan Pasal 384 Kitab Hukum Pidana Malaysia terkait pemerasan.

Curhatan Siswa SMK di Hari Pertama UNBK: Banyak Jebakan di Materi Ujian Bahasa Indonesia

0
Siswa-siswi SMKN 12 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, bersantai sejenak usai mengikuti UNBK hari pertama, Senin (24/3/2019)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), digelar serentak mulai Senin (25/3/2019) hari ini. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama UNBK SMK adalah Bahasa Indonesia.

Sinta Ariani (17), salah satu siswi mengatakan, hari pertama UNBK SMK berjalan lancar. Namun, soal ujian Bahasa Indonesia dirasakan banyak yang menjebak, jika tidak jeli membaca pertanyaan.

“Hari pertama Bahasa Indonesia, lancar enggak ada masalah. Tapi memang soalnya banyak jebakan. Kalau enggak teliti bisa salah jawabnya,” katanya.

Siswa SMK 12 Jakarta Utara itu menambahkan, selama UNBK berlangsung, tidak ada kendala yang dihadapi. Koneksi internet berjalan lancar meski ada seorang siswa yang sempat bermasalah dengan komputernya.

“Lancar sih, internetnya bisa kok. Cuma tadi emang ada siswa yang internetnya sempat putus gitu, tapi sebentar doang, langsung bisa lagi,” paparnya.

Siswi lainnya, Noviana (18) menambahkan, mereka akan mengikuti UNBK SMK selama empat hari ke depan, dengan mata pelajaran yang diujikan berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

“Kita sih udah lima kali (ujian) sama tryout, jadi enggak ada masalah sih ujian pakai komputer. Lagipula lebih praktis kayak begini,” tuturnya.

Menurut siswa jurusan Administrasi Perkantoran itu, mata pelajaran yang diujikan dan menjadi momok adalah Matematika.

Sebab, dibutuhkan waktu yang lebih untuk menjawab seluruh pertanyaan. “Tapi yang deg-degan Matematika, susah. Waktunya kurang, kan musti ngitung dulu. Udah gitu kan ada esainya juga,” ucapnya.

Adapun UNBK di SMK 12 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digelar dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 07.30-09.30 WIB dan sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB. 

UNBK SMK akan berlangsung pada 25-28 Maret 2019. Mata pelajaran yang diuji pada Senin hingga Kamis terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan teori kejuruan. 

Dikutip Wartakotalive.com dari website unbk.kemdikbud, satu pelajaran dibagi menjadi tiga sesi waktu.

Sesi pertama pukul 07.30-09.30

Sesi kedua pukul 10.30-12.30

Sesi ketiga pukul 14.00-16.00

Sedangkan UNBK untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) akan dimulai pada 1, 2, 4, dan 8 April 2019. 

Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama hingga akhir terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan.

Bagi siswa yang berhalangan hadir saat UNBK, maka Kemendikbud memberikan waktu untuk ujian susulan. 

Untuk SMK jadwalnya pada: 

Senin, 15 April 2019 Sesi-1 (07.30 – 09.30) Bahasa Indonesia

                                     Sesi-2 (10.30 – 12.30) Matematika

Selasa, 16 April 2019 Sesi-1 (07.30 – 09.30) Bahasa Inggris

Sesi-2 (10.30 – 12.30) Teori Kejuruan

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang disebut juga Computer Based Test (CBT), adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT), yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online, dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan, dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Selanjutnya, secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK.

Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK.

Meningkatnya jumlah sekolah UNBK pada tahun 2017 ini seiring kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, yaitu memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK di sekolah lain, yang sarana komputernya sudah memadai.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semionline, yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline.

Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). 

Kubu Jokowi Dinilai Tak Bisa Lawan Militansi Pendukung Prabowo

0
Analis politik Exposit Strategic Arif Sutanto (baju biru tengah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Analis politik Exposit Strategic Arif Sutanto melihat kubu capres nomor 01 Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu mengambil peluang untuk melawan militansi pendukung capres nomor 02 Prabowo Subianto.

Arif menjelaskan, militansi pendukung Prabowo memang lebih unggul dibanding pendukung Jokowi, tetapi seharusnya hal ini dapat dilawan dengan kreativitas kubu 01.

“Militansi itu kan berkonotasi emosional, melawan militansi itu harusnya dengan kreativitas. Ini saya lihat di kubu Jokowi-Ma’ruf tidak ada,” ujar Arif di dalam diskusi di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Menurut Arif, jumlah pemilih pemuda saat ini lebih banyak dan mereka lahir di era kebebasan, dimana mayoritas skeptis dengan lembaga politik.

“Tapi kalau diajak diskusi isu keberagaman, mereka antusias tapi kalau diajak ngomong DPR mereka skeptis,” papar Arif.

Di sisi lain, kubu petahana saat ini tidak dapat memaksimalkan sosialisasi pencapaian pemerintah di bidang ekonomi dan lainnya.

Padahal, jauh sebelum kampanye, Jokowi meminta kepada setiap kementerian menyampaikan pencapaiannya kepada masyarakat.

“Kenapa disurvei tingkat kepuasan kinerja kurang puas, karena lemahnya publikasi yang dilakukan pemerintah. Yang muncul itu soal negatifnya,” kata Arif.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 6 Mei 2019, Idul Fitri 5 Juni

0
Foto : Istimewa

Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada 6 Mei 2019. Ketetapan itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga menentukan 1 Syawal 1440 H bertepatan dengan tanggal 5 Juni 2019. Sedangkan 1 Zulhijah 1440 H akan jatuh pada 2 Agustus 2019. 

“Demikian maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita,” demikian penggalan Maklumat Muhammadiyah, Senin (25/3/2019).

Maklumat PP Muhammadiyah itu bernomor 01/MLM/1.0/E/2019 tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1440 H. Maklumat ditandatangani oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) belum menentukan awal bulan Ramadan. Kemenag biasanya akan melakukan pemantauan terlebih dahulu kemudian hasilnya akan dibahas di dalam sidang isbat.
(knv/fjp)

Santri di Pusaran Revolusi Industri 4.0 dan Ancaman PHK

0
Foto: Sudirman Wamad

Cirebon – Indonesia tengah menyongsong revolusi industri 4.0. Para pengusaha pun turun gunung untuk mengajak generasi muda menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam menghadapi industri 4.0, termasuk ke pesantren-pesantren.

Seperti yang dilakukan Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid yang bekerja sama dengan Pondok Buntet Pesantren. Arsjad mengatakan harus ada sinergitas antara ponpes dengan para pengusaha untuk membangun ekonomi umat. 

“Kita melihat ke depan peran pesantren untuk membangun entrepreneur. Karena bukan hanya untuk belajar agama, tapi bagaimana pun juga (pesantren) bisa memberdayakan masyarakat ke depannya,” ucap Arsjad usai berkunjung ke Pimpinan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019.

Lebih lanjut, Arsjad menjelaskan tentang peran pesantren sejak Indonesia belum merdeka. “Pendidikan sudah ada sejak dulu di pesantren. Jadi, harus didorong juga ke arah pemberdayaan ekonomi,” ucapnya.

Arsjad menjelaskan pemerintah dan swasta harus bersinergi menyiapkan generasi muda, termasuk santri untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0 ini. Arjad mengaku tak hanya di Buntet, kerjasama akan dilakukan dengan ponpes yang ada di Indonesia.

“Jadi bukan Buntetnya. Tapi SDM yang kita lihat. Banyak santri dari Buntet yang tersebar di beberapa daerah, jadi nanti tak hanya mengajarkan agama saja melainkan kewirausahaan juga. Kita selalu menjajaki setiap pesantren, untuk membangun generasi muda,” ucapnya.

Arsjad tak menampik generasi muda Indonesia masih belum sepenuhnya siap menyongsong industri 4.0. Namun, lanjut Arsjad, tak sedikit juga yang belajar secara otodidak melalui pemanfaatan teknologi internet.

“Untuk menghadapi 4.0 itu utamanya SDM, maka pentingnya pendidikan dan kerjasama seperti ini. Memang saat ini SDM di Indonesia itu ada yang siap, ada yang belum,” kata Presiden Direktur PT Indika Energy itu. 

Lanjut lagi, menurut Arsjad salah SDM merupakan pondasi yang harus disiapkan. Saat ini, lanjut dia, pemerintah telah membangun infrastruktur secara besar-besaran. Sehingga, penguatan SDM perlu dilakukan.

“Hard infrastruktur kan sudah dibangun. Pondasinya itu soft infrastruktur, seperti berbudi pekerti, saling menghargai satu sama lainnya, dan lainnya itu penting. Kita harus bersama-sama, gotong royong untuk membangun ini,” kata Arsjad.

Arsjad tak sendirian berkunjung ke Buntet. Arsjad ditemani Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Hal senada disampaikan Andi Gani saat disinggung mengenai kerjasama dengan pesantren Buntet. 

“Intinya kami silahturahmi dan mendukung Buntet untuk mengembangkan UMKM atau ekonominya. Buntet memiliki potensi luar biasa, ada multimedianya. Kita bisa kerjasama dibidang itu, kita punya grup juga yang menggeluti bidang tersebut,” ucap Gani.

Ancaman PHK Era Industri 4.0

Selain menyiapkan generasi muda yang berkompeten untuk menyongsong revolusi industri 4.0, KSPSI juga tengah fokus menggembleng buruh agar mampu beradaptasi di revolusi industri 4.0. Andi Gani tak menampik pemutusan hubungan kerja (PHK) tengah mengancam para buruh. 

Industri 4.0, dikatakan Andi Gani tak menutup kemungkinan membuka pintu bagi robot dan mesin untuk berasing dengan buruh. Selain meningkatkan kompetensi buruh, KSPSI juga mendorong agar pemerintah menerbitkan regulasi yang ketat terkait penggunaan mesin dan robot dalam dunia industri.

“Pemerintah harus memiliki regulasi yang ketat agar buruh tetap memiliki peluang kerja. Regulasi ini yang menyeleksi mesin atau robot mana yang diperbolehkan, mana yang tidak diperbolehkan,” kata Andi Gani.

Andi mengatakan tsunami PHK pernah terjadi di Eropa. Karena mesin atau robot mampu menggantikan kerja buruh. “Kalau tidak seperti itu (ada regulasi), maka gelombang PHK bisa terjadi seperti di Eropa. Ada pabrik yang sebelumnya mempekerjakan 10.000 buruh, sampai akhirnya dirombak jadi 100 buruh. Karena tergantikan mesin,” katanya. 

Lebih lanjut, menurutnya ancaman PHK sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Andi menyebutkan kondisi tersebut menimpa salah satu pabrik tekstil. 

“(Ancaman PHK) dua tahun lalu, kemudian saya meminta kepada presiden untuk mengeluarkan aturan, khususnya untuk pabrik tekstil. Memang jumlahnya tak signifikan,” katanya.

Selain industri tekstil, lanjut dia, ancaman PHK juga menyerang industri manufaktur. “Semisal ban mobil, yang harusnya dikerjakan oleh 100 orang, ternyata bisa diganti oleh mesin. Jangan sampai buruh menjadi korban, makanya perlu regulasi dan peningkatan SDM,” ucapnya.

Saat disinggung mengenai kesiapan buruh menghadapi revolusi industri, Andi Gani mengaku buruh di Indonesia belum 100 persen siap menghadapi revolusi industri 4.0.

“Sekarang belum siap, belum siap menerima utuh 4.0. Kita masih bersaing dengan negara lain, seperti Vietnam dan Myanmar,” ucapnya. 

Terpisah Pimpinan YLPI Buntet Pesantren Cirebon KHAdib Rofiuddin mengatakan menyiapkan santri untuk lebih menguasai teknologi. Sejauh ini para santri Buntet Cirebon sudah mendapat pendidikan berbasis teknologi. 

“Kita sudah ada program keterampilan untuk santri. Kita kerjasama mengembangkan potensi yang ada. Ada yang tidak bisa dikembangkan, seperti peternakan dan perikanan karena kami terkendala lahan prakteknya. Kami juga ada sekolah multimedia, STIT dan Akper juga ada. Nanti bisa diarahkan ke situ bersama Kadin,” ucapnya. (fdl/fdl)