Kacau! Perusahaan Bimbel Ini PHK 60.000 Karyawan, Ada Apa?

0
8

Anisa Indraini – detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 08:22 WIB

Jakarta – Perusahaan penyedia pendidikan swasta terbesar di China, New Oriental Education memberhentikan 60.000 karyawan. Hal itu karena dampak adanya pembatasan usaha bimbingan belajar (bimbel) oleh pemerintah Beijing.
New Oriental yang terdaftar di New York adalah salah satu korban dari aturan yang diumumkan Juli lalu bahwa pemerintah China melarang perusahaan bimbingan belajar yang memiliki nilai pasar US$ 100 miliar untuk mengajarkan kurikulum sekolah demi menghasilkan keuntungan atau meningkatkan modal.

Regulator mengatakan bimbingan belajar yang berlebihan membuat anak-anak kewalahan, membebani keuangan para orang tua dan memperburuk ketidaksetaraan sosial. Sejak pembatasan itu diumumkan, pihak berwenang telah memerintahkan bisnis pendidikan tersebut untuk menangguhkan kelas bimbingan belajar online dan offline.

New Oriental yang terkenal dengan layanan bimbel setelah jam sekolah memiliki lebih dari 88.000 karyawan tetap, serta sekitar 17.000 guru kontrak dan staf pada Mei. Belum diketahui apakah pekerja kontrak termasuk di antara 60.000 orang yang diberhentikan atau tidak, yang jelas angka tersebut menyumbang sekitar dua pertiga dari staf tetap tahun lalu.

Tahun lalu perusahaan juga telah menghabiskan hampir US$ 3,1 miliar untuk mengembalikan uang sekolah prabayar kepada pelanggan, memberi kompensasi kepada karyawan yang diberhentikan, dan menyerahkan sewa untuk situs pembelajaran di seluruh negeri.

Yu mengatakan pendapatan turun 80% dan kapitalisasi pasar menyusut 90%. New Oriental kehilangan sekitar US$ 28 miliar nilai pasar pada 2021.

“Larangan les privat mengejutkan orang tua dan membuat banyak bisnis kesulitan. Hal ini juga memicu aksi jual perusahaan pendidikan Tiongkok di New York dan Hong Kong,” kata Miliarder Pendiri New Oriental Education, Yu Minhong dikutip dari CNN, Selasa (11/1/2022).

Yu yang mendirikan New Oriental pada tahun 1993 menyebut telah sepenuhnya menutup operasi bimbingan belajar untuk mata pelajaran inti sekolah. Ke depan pihaknya akan fokus pada pengajaran mata pelajaran lain seperti musik atau olahraga, yang bukan bagian dari kurikulum inti di China.

New Oriental juga telah menyiapkan platform live-streaming e-commerce yang berfokus pada penjualan produk pertanian. “Bekerja keras, belajar keras, dan mencoba mencari arah baru. Ini harus menjadi tiga tema utama saya untuk 2022,” kata Yu.

Pada akhir Juli, Goldman Sachs memperkirakan bahwa peraturan tersebut akan menghilangkan US$ 77 miliar dari nilai pasar perusahaan bimbingan belajar Tiongkok yang terdaftar di luar negeri dalam waktu seminggu.

Belum jelas berapa banyak total pekerjaan yang hilang karena tindakan keras tersebut. Mantan Pejabat Pendidikan Wang Wenzhan mengatakan ada hampir satu juta institusi di negara itu yang berfokus pada bimbingan belajar setelah sekolah, yang mempekerjakan sekitar 10 juta orang.

Pada Desember, Kementerian Pendidikan mengumumkan bahwa pihak berwenang telah menutup 84% lembaga bimbingan belajar online dan offline di negara tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here