Isuzu Panther Si Raja Cring-Cring, Jakarta-Bali Rp 44 Ribu

0
40

team DetikOto – detikOto

Rabu, 14 Jul 2021 21:39 WIB

Jakarta – Isuzu Panther pernah menjadi pilihan para penggila otomotif Indonesia, wajar mobil MPV diesel di bawah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terkenal berkat efisiensi bahan bakar yang ditawarkan. Bahkan dalam iklan pariwara Isuzu Panther, Isuzu berani mengklaim hanya butuh Rp 44 ribu pada tahun 1995 dan mendapat julukan ‘Rajanya Diesel’.

Dengan berat hati PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengumumkan mengakhiri laju Isuzu Panther dengan menstop produksi pada awal 2021. Namun jika ditanya apakah masih ada yang mengidolakan Isuzu Panther? Bisa dipastikan ada, terlebih Isuzu mengatakan masih menyediakan kesediaan sparepart Panther hingga 8 tahun ke depan.

“Kewajiban sebuah merek menyediakan spare part itu sampai 8 tahun sejak tahun run out, jadi 8 tahun ke depan masih kita jamin ketersediaan spare part-nya,” ujar Heri Wasesa saat konferensi pers, Rabu (10/2/2021) lalu.

Heri menambahkan selama permintaan suku cadang Panther tetap tinggi maka selama itu pula tetap diproduksi.

“Tapi faktanya, hukum ekonomi, ketika ada permintaan, ada pasar, pasti akan dilayani, tentunya permintaan itu disesuaikan dengan volume.”

Isuzu Panther Foto: pool

Jika dilihat dari data penjualan yang ada, tidak perlu diragukan karena mobil MPV 7 penumpang diesel ini bisa dikatakan tetap laris meski sudah tidak ada lagi program promo yang ditawarkan oleh Isuzu dalam beberapa tahun sebelum dihentikan produksinya.

Dalam dua dekade, Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat Isuzu Panther sudah terjual 433.117 unit. Angka itu termasuk varian minibus dan pikap. Seberapa banyak penjualan Isuzu Panther dari tahun ke tahun?

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan Isuzu Panther sejak 2001 (data penjualan sebelum 2021 tak tersedia di Gaikindo). Sejak 2001 sampai setidaknya tahun 2007, Isuzu Panther selalu menjadi MPV terlaris kedua setelah Toyota Kijang maupun Innova.

Sejak tahun 2001, penjualan Isuzu Panther fluktuatif. Pada 2001, Isuzu menjual 21.754 unit Panther sekaligus menjadi MPV terlaris kedua setelah Toyota Kijang. Begitu juga pada 2002 di mana Isuzu Panther terjual sebanyak 14.546 unit.

Kemudian pada tahun 2003, penjualan Isuzu turun ke angka 8.544 unit. Pada 2004, setelah Toyota Kijang diteruskan oleh Kijang Innova, Isuzu Panther masih bertahan dengan penjualan sebanyak 9.489 unit. Bahkan pada 2005, penjualan Isuzu Panther naik menjadi 11.621 unit.

Tapi, pada 2006 penjualan Isuzu Panther turun ke angka 6.363 unit. Lalu pada 2007, Isuzu terjual sebanyak 6.919 unit, masih jadi MPV terlaris kedua di bawah Kijang Innova. Tahun 2008, penjualan Isuzu Panther terjual sebanyak 9.367 unit.

Sejak 2009 sampai 2012, penjualan Isuzu Panther berada di angka 4.000-5.000 unit. Pada 2009, Panther terjual 4.443 unit, 2010 5.315 unit, 2011 sebanyak 5.134 unit dan 2012 sebanyak 4.990 unit.

Sayangnya, sejak 2013 sampai 2020, penjualan Isuzu Panther terus mengalami penurunan. Tahun 2013 penjualan Isuzu Panther sebanyak 3.948 unit, 2014 sebanyak 2.994 unit, 2015 1.495 unit, 2016 1.259 unit, 2017 1.182 unit, 2018 1.001 unit, 2019 681 unit dan terakhir 2020 sebanyak 320 unit.

Penjualan Isuzu Panther sebanyak 320 unit tahun lalu itu terdistribusi sejak Januari hingga November 2020. Sementara Desember 2020, Isuzu Panther tercatat tidak terjual sama sekali.

Isuzu bukan tanpa usaha menghidupkan Panther. Mobil ini hadir di Indonesia dan telah mengalami 4 kali perubahan. Secara model, sejak lahir tahun 1991 Isuzu juga terus menyempurnakan tampilan Panther. Terakhir, Panther tercatat dipermak pada tahun 2013.

Diawali dari generasi pertama tahun 1991-1996 yang disebut sebagai Isuzu Panther Kotak Pre-Facelift, lalu diikuti generasi kedua 1996-2000 yang disebut dengan Panther Kotak Facelift, selanjutnya generasi ketiga Panther Kapsul versi awal (2000-2004), dan generasi keempat, diluncurkan pada 2005 dan mengalami facelift sebanyak dua kali yakni pada 2009 dan 2013. Model 2013 inilah yang bertahan hingga akhirnya disuntik mati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here