Diprediksi Tembus 300 Ribu, Kemenkes Akui Omicron RI Bisa Naik 2 Kali Lipat

0
17

Rabu, 05 Jan 2022 14:01 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Kementerian Kesehatan ikut buka suara soal prediksi lembaga Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) Amerika Serikat. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi tak bisa memastikan kemungkinan besar potensi Indonesia menembus 387 ribu kasus per hari di April 2022 mendatang.
Namun, jika melihat tingkat penularan COVID-19 varian Omicron saat ini, varian baru yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan benar-benar memicu peningkatan infeksi dua kali lipat di Indonesia. Meski banyak dari mereka adalah pelaku perjalanan luar negeri, transmisi lokal juga terus ditemukan.

“Kalau varian Omicron bisa saja karena doubling time dan penularan yang cepat,” ungkap dr Nadia saat dihubungi detikcom Selasa (5/1/2022).

“Tetapi tidak ada prediksi yang tepat sampai saat ini,” sambungnya, meragukan akurasi prediksi kasus COVID-19 dari lembaga penelitian kesehatan global independen asal Washington University.

Di luar prediksi tersebut, dr Nadia kembali menekankan hal yang terpenting adalah menjaga protokol kesehatan tak kendor. Menurut dia, perlu disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindungi demi menjaga tren kasus COVID-19 dan risiko penularan tetap rendah di ruang publik.

Terakhir, bagi mereka yang belum menerima vaksin COVID-19, agar segera divaksinasi sehingga terhindar dari kemungkinan kondisi parah saat terpapar COVID-19.

“Yang penting cegah dengan protokol kesehatan dan disiplin pakai protokol kesehatan PeduliLindungi dan patuh, tidak lupa vaksinasi,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, kasus Omicron di Indonesia membuat prediksi yang semula Indonesia dinyatakan bebas dari gelombang ketiga, kini harus menghadapi ancaman tren kasus COVID-19 yang meningkat hingga 387 ribu per April 2022. Namun, kabar baiknya tren kasus kematian COVID-19 dan keterisian RS dalam prediksi tersebut tetap rendah, tidak seperti Indonesia saat diamuk COVID-19 varian Delta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here