Anggota Baru ‘Keluarga’ Omicron, Ini Gejala BA.4 dan BA.5 yang Perlu Diwaspadai

0
32

Minggu, 17 Apr 2022 15:30 WIB

Suci Risanti Rahmadania – detikHealth

Jakarta – Setelah BA.1 dan BA.2, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini melacak subvarian baru dari COVID-19 Omicron.
Kedua subvarian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, bahkan disebut lebih dominan di negara tersebut.

“Sudah dominan di Afrika Selatan. Namun, ini masih belum jelas, sebab kami memiliki gelombang BA.2 yang jauh lebih besar dan harus tetap diawasi,” kata WHO yang dikutip dari Express UK, Minggu (17/4/2022).

Selain itu, kemunculan subvarian baru Omicron ini juga dikonfirmasi Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dan disebut sebagai ‘varian dalam perhatian’ dalam laporan pada 8 April 2022.

“Dua varian baru diidentifikasi sebagai bagian dari pemindaian cakrawala pada 4 April 2022. Penelitian sedang dilakukan untuk secara tepat menentukan filogeni varian ini,” ungkap penelitian tersebut.

“Ini telah ditetapkan sebagai garis keturunan BA.4 dan BA.5 dan diklasifikasikan oleh VTG pada 6 April 2022, masing-masing sebagai V-22APR-03 dan V-22APR-04,” lanjutnya.

Adapun gejala subvarian BA.4 dan BA.5 Omicron ini disebut-sebut mirip seperti varian COVID-19 lainnya. Hal ini pun juga diklaim oleh dr Michael Angarone, seorang profesor kedokteran penyakit menular dari Northwestern.

“Jadi ini virus yang sama, jadi SARS Coronavirus 2, jadi kami melihat gejala yang sama,” katanya, seperti dikutip dari Deseret News.

Berikut sejumlah gejala COVID-19 yang paling umum:

Demam
Batuk
Kelelahan
Hilangnya rasa atau bau
Gejala COVID-19 yang kurang umum:

Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Sakit dan nyeri
Diare
Ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki
Mata merah atau iritasi


Lantas, apakah lebih berbahaya?

WHO sampai saat ini masih belum bisa memastikan apakah subvarian BA.4 dan BA.5 ini lebih berbahaya daripada strain aslinya. Namun, sejauh ini, subvarian BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi di beberapa negara, seperti Afrika Selatan, Denmark, Botswana, Skotlandia, dan Inggris.

Ini dilaporkan terjadi pada kelompok usia 30-50 tahun yang telah divaksinasi penuh dan hanya mengalami gejala ringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here