Diperluas ke Bodetabek, Telemedicine-Obat Isoman Gratis Juga Dipermudah

0
9

Rabu, 14 Jul 2021 13:20 WIB

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Jakarta – Kementerian Kesehatan RI memperluas layanan Telemedicine dan obat gratis untuk isolasi mandiri (isoman) COVID-19. Jika sejak 7 Juli lalu baru tersedia di DKI Jakarta sebagai pilot project, kini akan melayani juga wilayah sekitarnya yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

“Minggu ini rencananya akan kita buka ke Jabodetabek, karena kita sudah lihat sistemnya jalan, kemudian nanti kita akan cepat replikasi ke ibukota-ibukota provinsi,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Selasa (13/7/2021).

Tak cuma diperluas, layanan telemedicine dan obat gratis tersebut kini dipermudah alurnya. Pasien kini tidak perlu mengirimkan pesan ke apotek Kimia Farma, tapi cukup mengisi form pemesanan obat dan mengunggah KTP di platform yang dipilih.

Alur pelayanannya sebagai berikut:

  • Proses pengambilan dan pemeriksaan sampel di laboratorium yang terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kemenkes.
  • Jika hasilnya positif, laboratorium akan melaporkan data ke database Kemenkes (NAR).
  • Pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes RI (centang biru). Jika tidak mendapat pesan WA, bisa cek NIK di https://isoman.kemkes.go.id.
  • Setelah mendapat pesan WA, pasien melakukan konsultasi daring dengan dokter di salah satu dari 11 layanan telemedicine. Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.
  • Setelah konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien. Hanya pasien isoman yang mendapat paket obat gratis.

Tersedia beberapa paket obat yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan daring terhadap pasien. Paket A untuk OTG (Orang Tanpa Gejala) berupa multivitamin dan zinc, sedangkan paket B disertai antivirus oseltamivir dan penurun panas parasetamol.

“Ditekankan bahwa obat dan vitamin yang diberikan hanya untuk konsumsi pasien dan tidak boleh diperjualbelikan,” tegas drg Widyawati, MKM, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here