Bayi di Cianjur PDP Usai Ibunya Meninggal Terindikasi Corona

0
49

Ismet Selamet – detikNews

Sabtu, 11 Apr 2020 15:01 WIB

Cianjur – Seorang bayi yang baru berusia tujuh hari di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Bayi perempuan itu merupakan anak dari ibu yang meninggal terindikasi Corona atau COVID-19. Ibu tersebut positif berdasarkan rapid test.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan bayi itu sudah dirujuk dari RS Cimacan ke Bandung. “Dirujuknya dua hari lalu, tapi ditetapkan PDP hari ini. Sekarang sudah ditangani rumah sakit di Bandung,” kata Yusman saat dihubungi detikcom via sambungan telepon, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Yusman, selain karena menunjukkan gejala penyakit, bayi yang baru berusia seminggu itu ditetapkan PDP lantaran sang ibu yang berstatus positif berdasarkan rapid test. “Pasien belum swab test karena meninggal sebelum diambil sampel untuk uji laboratoriumnya. Tapi itu juga menjadi alasan bayi dari warga meninggal asal Kecamatan Cijati itu ditetapkan menjadi PDP,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bayi tersebut sebenarnya kembar. Tetapi kembarannya meninggal beberapa hari setelah ibunya tutup usia. “Untuk saudara kembarnya yang meninggal tidak PDP, hanya yang bayi perempuan itu yang PDP karena ada gejala penyakit,” ucap Yusman.

Bayi berstatus PDP di Cianjur ini merupakan yang kasus kedua. Sebelumnya, ada bayi berusia 28 hari yang juga ditetapkan menjadi PDP. Bayi tersebut mengalami sesak napas dan memiliki riwayat perjalanan dari zona merah wabah Corona.

“Jadi ada dua bayi yang berstatus PDP. Tapi untuk yang pertama itu sudah selesai dan dinyatakan sehat. Sekarang kami akan pantau bayi dari pasien meninggal terindikasi COVID-19 berdasarkan swab test,” tutur Yusman.

Terkait data PDP di Cianjur, ungkap Yusman, saat ini jumlahnya mencapai 26 orang. Sebanyak 16 orang masih dalam pengawasan, 6 orang selesai dan sembuh, serta 4 orang meninggal. Sedangkan untuk jumlah ODP di Cianjur kini berada di angka 503 orang.

Sekadar diketahui, belum lama ini dua pasien positif terindikasi Corona berdasarkan hasil rapid test di Kabupaten Cianjur meninggal dunia. Kedua pasien tersebut belum sempat uji swab, sehingga tak dapat dipastikan positif atau negatif Corona berdasarkan swab test.

Kedua pasien yang awalnya masuk dalam kategori PDP itu langsung menjalani rapid test begitu masuk rumah sakit. Menurut Yusman, pasien terindikasi positif itu merupakan warga Kecamatan Cijati dan Kecamatan Cianjur. Keduanya sempat menjalani penanganan medis di rumah sakit. Tetapi, beberapa jam setelah dirawat, kedua pasien meninggal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here