Angka Kelahiran Anjlok, Populasi Jepang Dikhawatirkan Bakal ‘Lenyap’

0
99

Vidya Pinandhita – detikHealth
Senin, 06 Mar 2023 15:30 WIB

Jakarta – Jepang dikhawatirkan bakal musnah jika tidak dapat memperlambat penurunan angka kelahiran yang kini juga ditakutkan bakal berimbas pada situasi ekonomi. Pasalnya, kini negara tersebut tengah dihebohkan kabar anjloknya angka kelahiran imbas banyak warga enggan menikah dan mempunyai anak.
Hal tersebut disinggung oleh asisten Perdana Menteri Fumio Kishida. Mengingat pada tahun lalu, kasus orang meninggal berjumlah dua kali lipat dibandingkan kelahiran di Jepang. Angka kelahiran tercatat kurang dari 800 ribu sementara kematian mencapai 1,58 juta.

Terkait kekhawatirannya, Kishida berjanji untuk menggandakan pemberian biaya untuk anak-anak dan keluarga sebagai upaya mengendalikan penurunan angka kelahiran terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), populasi telah menurun menjadi 124,6 juta dari puncaknya sebanyak 128 juta yang tercapai pada 2008. Sementara itu, jumlah warga berusia 65 tahun ke atas kini terpantau bertambah 29 persen dibandingkan tahun lalu.

Hingga kini, Kishida belum mengumumkan isi dari paket pengeluaran yang baru dirancangnya. Namun ia menyebut, pembiayaan tersebut akan berada pada dimensi yang berbeda dari kebijakan sebelumnya. Sejauh ini dia menyebutkan peningkatan biaya akan meliputi tunjangan anak, peningkatan penyediaan pengasuhan anak dan perubahan gaya kerja.

Sebelumnya Pejabat Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, sempat menyinggung, ada faktor kompleks di balik penurunan angka kelahiran Jepang. Di antaranya yakni keuangan kalangan muda yang tidak stabil dan minimnya pertemuan sosial.

“Penurunan angka kelahiran di tahun 2022 kemungkinan besar dipengaruhi oleh penurunan jumlah pernikahan di tahun 2020 akibat datangnya pandemi, mengingat dalam banyak kasus, anak pertama lahir dua tahun setelah menikah,” ungkap peneliti senior di Japan Research Institute, Takumi Fujinami dikutip dari Japan Today.

Selain itu, rendahnya minat warga Jepang untuk memiliki anak juga dipicu oleh biaya hidup yang tinggi di Jepang, dibarengi ruang yang terbatas, dan kurangnya dukungan pengasuhan anak di kota-kota membuat warga sulit untuk membesarkan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here