Ada Pemilik Toko Positif Corona, Pusat Grosir Surabaya Ditutup 14 Hari

0
39
Foto: Deny Prastyo Utomo

Deny Prastyo Utomo – detikNews

Sabtu, 04 Apr 2020 21:33 WIB

Surabaya – Pusat Grosir Surabaya (PGS) di Jalan Raya Dupak, Bubutan, akan ditutup selama 14 hari ke depan. Pusat perbelanjaan ini ditutup setelah ada 4 orang yakni pekerja dan pemilik toko yang dinyatakan positif corona.

Manager Operasional PGS Agung Santoso membenarkan jika pihaknya akan menutup sementara waktu operasional PGS.

“Benar, mulai besok (ditutup) sampai 14 hari ke depan,” kata Agung Santoso kepada detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Penutupan tersebut berdasarkan surat instruksi dari Dinas Perdagangan Surabaya melalui surat pemberitahuan Dinas Kesehatan Kota Surabaya nomor 443/15473/436.7.2/2020 untuk ditindaklanjuti dengan protokol di area publik.

Surat itu berisi informasi bahwa ada 4 orang orang yang positif corona yakni pekerja dan pemilik toko di lantai 2,3, dan 4 di PGS.

“Yang bisa menjawab benar tidaknya itu dari pemerintah kota. Kami hanya bisa melaksanakan apa yang menjadi keputusan pemerintah kota. Karena Kami tidak punya kewenangan menyampaikan itu, karena ada protap tersendiri untuk menyampaikan itu,” ungkap Agung.

Agung menjelaskan saat ini ada sekitar 1.500 pedagang di PGS. Dengan keputusan penutupan sementara selama 14 hari ini, menurut Agung semua pedagang memahami situasi ini.

“Meskipun dengan berat hati, mereka bisa memahami dengan kondisi itu karena isu ini kan bukan pepesan kosong. Isu ini kan sudah jelas secara internasional, nggak bisa dikatakan isu begitu saja,” lanjut Agung.

Agung menambahkan sejak adanya wabah covid-19, pihaknya sudah menjalankan protokoler kesehatan. Mulai menyediakan hand sanitizer, penyediaan wastafel portabel untuk cuci tangan dan juga menyediakan bilik sterilisasi di pintu utama gedung.

“Sudah kami lakukan sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah Kota. Penyemprotan dari pemkot sudah. Dari manajemen pengelola kami lakukan dua hari sekali, sudah kami lakukan penyemprotan gedung,” ujar Agung.

Setelah dilakukan penutupan, rencananya akan dilakukan penyemprotan gedung untuk sterilisasi.

“Sesuai dengan yang disampaikan oleh Posko dari Pemerintah Kota, sesuai petunjuknya akan dilakukan penyemprotan gedung setelah ada penutupan,” ungkap Agung.

Selain itu, untuk dibuka kembali, pihaknya menunggu arahan dari Pemerintah Kota setelah 14 hari ke depan. Jika dinyatakan aman oleh pihak Pemerintah Kota untuk dibuka, pihaknya akan menunggu petunjuk selanjutnya.

“Ya kalau dinyatakan boleh dioperasionalkan kembali ya kami akan jalankan. Dan tentunya kami semaksimal mungkin, karena ini momen yamg sangat diharapkan oleh pedagang menjelang puasa, mau lebaran ini kan. Ini yang ditunggu-tunggu sama mereka. Dengan berat hati mereka ya merasakan kekecewaan, tapi apa boleh buat ini demi kebaikan bersama,” tandas Agung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here