INFRASTRUKTUR

2 Raksasa Otomotif Jepang Mau Cabut dari RI, 7.000 Karyawan Bisa Kena PHK

Ignacio Geordi Oswaldo – detikFinance

Selasa, 23 Jun 2026 13:35 WIB

Jakarta – Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengatakan terdapat dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur akan hengkang dari Indonesia ke Vietnam. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ribuan buruh.
Dia belum mau mengungkapkan secara gamblang nama perusahaan yang berencana pindah ke Vietnam itu. Namun dia memberikan petunjuk bahwa dua pabrik itu berinisial PT J dan PT S dan memiliki induk usaha di Jepang.

Terkait potensi PHK dari pemindahan pabrik ini, Said mengatakan kemungkinan 7 ribu orang buruh bisa jadi korban. Dia merinci saat ini PT J memiliki sekitar 7 ribu karyawan, tapi dari jumlah ituyang kemungkinan kena PHK hanya 4 ribu karyawan.

“Memang kemungkinan baru omong-omong ya, baru omong-omong 4 ribu. Tapi saya sih nggak begitu yakin 4 ribu, karena ini baru omong-omong. Kan biasanya kalau manajemen itu ambil call tinggi, mungkin ribuan tapi tidak mungkin 4 ribu,” kata Said saat ditemui wartawan usai Rakernas KSPI 2026, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut Said mengatakan saat ini PT S memiliki sekitar 4 ribu karyawan. Dari jumlah itu sekitar 3 ribu pekerja terancam kena PHK, meski ia ragu jumlah akhir buruh yang ter-PHK akan sebanyak itu.

“Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4 ribu. Bahkan lebih parah lagi (dari PT S), 3 ribu (terkena PHK) omong-omongnya. Tapi mungkin di ribuan lah,” ujar Said Iqbal.

Jika ditotal, potensi PHK dari rencana pemindahan lini produksi dua perusahaan asal Jepang itu mencapai 7 ribu buruh dari 11 ribu pekerja aktif saat ini.

Untuk itu Said yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan langkah mitigasi dengan meminta anggota serikat yang dipimpinnya untuk terus melakukan negosiasi dengan PT J dan PT S agar tak jadi pindah ke Vietnam.

“Memang agak besar, tapi kalau kita bisa meyakinkan mereka prinsipal di Jepang kemungkinan pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan. Karena ini juga belum terjadi. Pemindahan itu nggak semudah itu. Kemungkinan itu kata mereka 1-2 tahun ke depan. Berarti kita masih punya waktu untuk bernegosiasi,” jelas Said Iqbal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *