Usai Razia Moge, Kasatlantas Polrestabes Makassar Malah Minta Maaf

0
173
Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda.

Rabu 21 Sep 2022 10:30 WIB

Red: Erik Purnama Putra

AKBP Zulanda meminta maaf usai mengultimatum pemilik moge melengkapi surat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Viral video pernyataan Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda yang mengultimatum pemilik motor gede (moge). Hanya saja, dalam hitungan hari, ia malah meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya yang belum lama ini disampaikan kepada media.

“Saya memberikan waktu kepada pemilik motor besar atau moge tujuh kali 24 jam wajib mendaftarkan dirinya apabila kendaraan tersebut belum terdaftar di Samsat. Pekan depan saya akan razia besar-besaran moge,” kata Zulanda dalam konferensi pers usai menggelar razia moge Markas Polrestabes Makassar, Ahad (18/9/2022) malam WIB.

Dalam video viral di media sosial yang dikutip Republika di Jakarta, Rabu (21/9/2022), ia menunjukkan hasil beberapa moge milik pengendara yang belum memiliki surat, usai terkena razia kepolisian di Kota Makassar. Zulanda yang menggelar konferensi pers, mengingatkan pemilik moge untuk segera mendaftarkan kendaraannya.

Jika tidak, ia akan menindak tegas moge tersebut. Zulanda bakal menindak pemilik moge siapa pun orangnya tanpa terkecuali.

“Kalau didapat moge tak miliki surat surat maka saya akan tegak lurus, saya pastikan tegak lurus. Siapa pun itu yang menelepon saya dan menghubungi sudah tahu saya di sini, selagi saya lurus tidak ada yang bisa dibelokkan. Moge ya sudah jelas kalau tujuh hari tak daftar saya tangkap,’ kata Zulanda.

Baca juga : Simpang Siur Kepemilikan Senjata yang Digunakan untuk Membunuh Brigadir J

Hanya saja, berselang beberapa saat, mantan Wakil Kapolres Siak itu malah meminta maaf. Dia mengaku, khilaf lantaran tidak tahu jika sudah ada moge yang kena razia sudah teraftar di Samsat Makassar.

“Menyikapi statemen yang saya sampai tanggal 18 September pada Ahad malam di Mapolrestabes Makassar, saya memohon maaf sebesar-besarannya kepada komunitas moge di seluruh Indonesia, khususnya Makassar. Karena ketidaktahuan kami dan kelalalain kami, yang pada saat itu seharusnya kami crosscheck dulu ke Ditlantas atau pun ke Samsat, apakah kendaraan moge saat ini sudah teregistrasi atau belum,” kata Zulanda.

Tiba-tiba, ia mengakui salah berkomentar terkait kelengkapan kendaraan moge di Kota Makassar. “Nah hampir selama dua tahun terakhir kami tidak berdinas di luar lalu lintas, dan Samsat pun tidak di bawah kami, sehingga kami tidak mendapatkan update elektronik Samsat,” kata Zulanda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here