TKA China Ngumpet Saat Didatangi Imigrasi Sukabumi-Penampakan Bedeng Mewah

0
33

Syahdan Alamsyah – detikNews

Jumat, 16 Jul 2021 09:08 WIB

Sukabumi – 4 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak saat melihat kedatangan petugas Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Sukabumi dan personel Polres Sukabumi.

Hal itu membuat Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Sukabumi Taufan curiga. Ia kemudian mengamankan 4 orang tersebut dan membawa mereka ke bedeng yang berada di lokasi. Di tempat itu, petugas kembali menemukan keberadaan 1 WNA asal Malaysia.

Aksi operasi mandiri itu dilakukan petugas gabungan di tambang emas Kampung Cijiwa, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

“Kami tim dari Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Sukabumi bersama Polres Sukabumi menggelar operasi mandiri di daerah Simpenan. Di sini kami mendapat informasi dari masyarakat terdapat kegiatan WNA dari China. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan tersebut,” kata Taufan kepada detikcom, Kamis (15/7/2021).

Taufan membenarkan para WNA tersebut sempat melarikan diri saat petugas memasuki kawasan area tambang. “Kami mengecek di lokaso pertambangan rakyat didaerah simpenan dan kami mendapatkan warga negara asin itu berlari dan itu mencurigakan bagi kami,” ungkapnya.

Untuk memastikan status keimigrasian, Taufan menyebut akan membawa mereka ke kantor Imigrasi di Kota Sukabumi.

“Kami menduga mereka melanggar izin tinggal atau tidak sesuai izin tinggalnya. Pada saat ini kita bawa ke kantor imigrasi untuk memastikan kita akan periksa dulu di Kantor Imigrasi apakah terdapat pelanggarannya,” ungkapnya.

“Kami mendapatkan ada 5 WNA, 4 asal China dan 1 Malaysia untuk sementara ini kami duga mereka melanggar peraturan perundang-undangan,” kata Taufan menambahkan.

Sementara itu, sebuah bedeng mirip vila berdiri di kawasan perbukitan area tambang di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Tidak seperti bedeng pada umumnya, hunian yang ditempati 4 Warga Negara Asing (WNA) asal China itu terlihat lebih mewah.

Dilihat detikcom, ada sekitar 6 kamar di bedeng berbentuk panggung tersebut. Di masing-masing kamar terdapat sebuah kasur empuk. Kamar tersebut juga terkoneksi dengan sebuah ruangan terbuka mirip gazebo.

Di ruangan terbuka itu terlihat dua krat botol minuman beralkohol yang sudah dalam keadaan kosong. Nyaris seluruh bangunan dibuat dari bambu bahkan di dalam ruangan kamar lantainya beralaskan bilik bambu bermotif.

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Sukabumi masih memeriksa 4 orang WNA China dan 1 orang WNA Malaysia yang diamankan dari kawasan tambang di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Petugas Imigrasi menyebut mereka curiga karena 4 WNA China tersebut sempat akan melarikan diri melihat kedatangan mereka.

“Ada dugaan ada pelanggaran keimigrasian karena sempat mau melarikan diri, makanya kita sedikit curiga maknya kita bawa ke kantor untuk kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, hari ini kita akan lakukan pemeriksaan jika ditemukan pelanggaran keimigrasian sementara kita akan detensikan,” ungkap Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Sukabumi, Taufan kepada awak media di kantor Imigrasi Klas II Non TPI Sukabumi, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan Taufan ketika terbukti ada pelanggaran maka pihaknya tidak segan untuk mendeportasi WNA tersebut.

“Kemudian jika memang terbukti minimal mereka akan kita lakukan deportasi. Untuk perkiraan kami masih belum bisa informasinya karena belum pemeriksaan, semuanya memiliki izin tinggal bukan ilegal (mereka) masuk secara resmi ke Indonesia namun diduga ada pelanggaran,” jelasnya.

Taufan juga masih menggali keberadaan mereka di kawasan tambang di Sukabumi. Saat diamankan diketahui mereka tidak sedang melakukan aktivitas apapun.

“Pada saat kami amankan mereka tidak melakukan kegiatan apapun namun yang membuat curiga mereka terlihat hendak melarikan diri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here