PENDIDIKAN

Terbitkan 29 Jurnal Internasional Bereputasi, Dosen Muda UGM Pecahkan Rekor MURI 

Perhatian dan dedikasi Yuda untuk studi kebijakan sosial bermula semenjak mahasiswa.

Senin 11 Dec 2023 12:38 WIB

Red: Fernan Rahadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dosen muda di Departemen Pembangunan Sosial & Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tauchid Komara Yuda meraih prestasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Di usianya yang ke-28 tahun, Yuda tercatat memiliki 29 artikel di Jurnal Internasional Bereputasi (JIB) (per 6 Oktober 2023) di bidang politik kesejahteraan dan kebijakan  sosial. Hal itu membuatnya meraih rekor MURI sebagai ‘Dosen Termuda yang Memiliki Karya Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi Terindeks Scopus’. 

Piagam MURI diserahkan pada 6 Desember 2023 di Galeri Muri Jakarta setelah usulan yang memuat 29 JIB yang terbitkan dalam jangka waktu empat tahun berturut-turut (2019-2023) disetujui dan diverifikasi oleh pihak terkait. Jika dirata-rata, jumlah JIB yang Yuda hasilkan per tahun rata-rata tujuh sampai delapan karya per tahun. Mayoritas masuk dalam kategori Kuartil 1 dan Kuartil 2 dengan status kepenulisan Yuda sebagai penulis pertama dan/atau penulis utama (corresponding author).

Yuda yang saat ini tengah menempuh pendidikan S-3-nya di Lingnan University, Hong Kong mengatakan, terdapat banyak suka dan duka dalam perjalanan menulis hingga akhirnya penghargaan ini didapatkan. 

“Setiap jurnal yang terbit punya memorinya sendiri. Contohnya, ada jurnal yang terbit ketika anak saya lahir, atau, ketika dalam masa masa sulit. Jadi, tiap jurnal seperti album foto, punya cerita. Saya persembahkan prestasi MURI ini untuk orang tua saya, istri, anak, adik, kakak, keluarga, dan rekan rekan yang senantiasa mendukung perjalanan karier saya,” kata Yuda dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (11/12/2023).

Yuda, yang merupakan anak dari pasangan guru sebuah SMP di Jakarta ini, tercatat memiliki prestasi-prestasi lain. Baru-baru ini ia memenangkan sebuah kompetisi essay internasional yang diselenggarakan oleh KDI School of Public Policy and Management, Korea Selatan. 

Pada 2022, Yuda yang kala itu berusia 27 tahun juga pernah memenuhi undangan menjadi visiting professor (dosen tamu) selama satu bulan di Departement of Health and Social Sciences, Universitas Mahidol, Thailand. Selama beraktivitas di Thailand, Yuda memberikan kuliah umum tentang kebijakan sosial, riset dengan kolega internasional, dan memberikan mentoring formal kepada mahasiswa PhD di Department of Health and Social Sciences.

Yuda juga tercatat pernah berkolaborasi dengan pakar kebijakan sosial dunia diu sianya yang belum genap 26 tahun. Ia menulis artikel editorial berjudul “Managing the Covid-19 pandemic crisis and changing welfare regimes”, berkolaborasi dengan Profesor Ka Ho Mok, pakar kebijakan sosial yang masuk dalam Top 2% Ilmuwan Dunia, dan Yeun-Wen Ku, profesor kebijakan sosial terkemuka dari National Taiwan University. Artikel editorial tersebut diterbitkan sebagai bagian edisi khusus Journal of Asian Public Policy tahun 2021, yang diterbitkan oleh Routledge, UK. 

Perhatian dan dedikasi Yuda untuk studi kebijakan sosial bermula semenjak menjadi mahasiswa. Dimulai dengan merintis Social Policy Club bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya, ia menulis isu kebijakan sosial pada opini di media nasional, dan menghadiri konferensi internasional kebijakan sosial yang diselenggarakan oleh East Asian Social Policy Network tahun 2017, berlokasi di Nagoya University, Jepang. Dalam konferensi tersebut, Yuda, yang saat itu mempresentasikan karyanya bersama salah seorang rekan mahasiswanya di UGM, merupakan dua peserta yang berstatus sebagai mahasiswa sarjana diantara partisipan lainnya yang umumnya mahasiswa Doktoral dan Profesor.

Pada tahun 2021 Yuda menerbitkan buku kebijakan sosial pertamanya  berjudul “Kebijakan Sosial di Asia Timur: Transformasi Ide dan Relevansi Pendekatan“. Buku ini ia tulis sebagai ekspresi atas minatnya yang sangat besar pada perkembangan isu kebijakan sosial, yang sebagian besar materinya terinspirasi dari perkuliahan selama menempuh pendidikan masternya di KDI School of Public Policy and Management, Korea Selatan.

Yuda, yang semasa mahasiswa tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), juga memiliki pengalaman sebagai narasumber dalam berbagai kesempatan, baik di level nasional hingga internasional. Deretan prestasinya mengantarkan Yuda hingga diamanahkan menjadi ketua bidang riset dalam Indonesian Council of Youth Development dan baru-baru ini ia di-interview oleh Times Higher Education, majalah pendidikan kenamaan yang berbasis di Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *