Tangkal Corona, Turki Terapkan Lockdown di 31 Kota Selama 48 Jam

0
56
Warga Turki memakai masker saat menaiki transportasi umum di Ankara sebelum lockdown 48 jam diberlakukan untuk membatasi penyebaran virus Corona (Adem ALTAN/AFP)

Novi Christiastuti – detikNews

Sabtu, 11 Apr 2020 09:53 WIB

Ankara – Otoritas Turki memerintahkan warganya untuk tetap di rumah setidaknya dalam 48 jam ke depan, demi membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Sedikitnya 31 kota, termasuk ibu kota Ankara dan kota Istanbul, berada di bawah lockdown selama dua hari.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (11/4/2020), Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan bahwa perintah larangan keluar rumah ini berlaku mulai Jumat (10/4) tengah malam hingga Minggu (12/4) tengah malam waktu setempat.

Langkah ini memperketat pembatasan yang telah diberlakukan sebelumnya, yang memerintahkan warga dengan usia di bawah 20 tahun dan di atas 65 tahun untuk tetap di dalam rumah. Di bawah lockdown 48 jam, seluruh warga di 31 kota itu diperintahkan tetap di rumah.

Otoritas Turki telah menghentikan seluruh penerbangan internasional, membatasi perjalanan domestik, menutup sekolah-sekolah, bar dan kafe, serta menangguhkan salat berjemaah dan ibadah massal. Namun orang-orang masih bisa bekerja untuk mempertahankan aktivitas ekonomi.

“Kami mendorong seluruh warga yang tinggal di 31 provinsi untuk mematuhi lockdown pekan ini tanpa panik,” ujar Direktur Komunikasi pemerintahan Turki, Fahrettin Altun, via Twitter.

Sebelum lockdown diberlakukan, Altun menyerukan agar warga untuk menjaga jarak sosial untuk sementara waktu. Namun sesaat setelah pengumuman disampaikan, orang-orang ramai-ramai keluar rumah untuk membeli makanan dan minuman.

Otoritas Turki menegaskan kepada warga bahwa lockdown tidak akan berdampak pada kebutuhan pokok. Ditegaskan juga bahwa lockdown hanya berlangsung selama 48 jam atau dua hari.

Kementerian Dalam Negeri Turki dalam pernyataannya menegaskan bahwa toko roti, apotek, fasilitas kesehatan, pusat panggilan darurat, pom bensin dan perusahaan ekspedisi masih akan beroperasi secara normal. Staf pada kantor surat kabar, radio dan jaringan televisi juga akan menjadi pengecualian lockdown.

Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, menegaskan bahwa ‘ini bukan jam malam biasa’ dan akan berakhir pada Minggu (12/4) malam. “Orang-orang panik dan saya mendapati ini wajar, tapi panik tidak diperlukan,” ucapnya.

Sejauh ini, otoritas Turki mengonfirmasi 47.029 kasus virus Corona di wilayahnya, dengan sebagian besar kasus ada di kota Istanbul. Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di negara ini mencapai 1.006 orang.

Turki menjadi salah satu negara dengan pertambahan kasus virus Corona tercepat di dunia. Data terbaru otoritas Turki menyebut lebih dari 300 ribu pemeriksaan telah dilakukan di negara dengan 83 juta jiwa penduduk ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here