Taliban Kepung Pasukan Oposisi di Lembah Panjshir, Ajak Berunding

0
29

Novi Christiastuti – detikNews

Kamis, 02 Sep 2021 10:11 WIB

Kabul – Kelompok Taliban mengklaim para petempurnya telah mengepung Provinsi Panjshir yang menjadi markas pasukan oposisi yang menyerukan perlawanan terhadap mereka. Namun demikian, Taliban menyerukan perundingan untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/9/2021), sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban pada 15 Agustus lalu, wilayah Lembah Panjshir menjadi satu-satunya provinsi yang masih bertahan dan malah menyerukan perlawanan.

Pertempuran antara petempur Taliban dengan milisi lokal dilaporkan sempat terjadi di Provinsi Baghlan, yang bertetangga dengan Panjshir.

Di bawah kepemimpinan tokoh anti-Taliban, Ahmad Massoud, yang juga anak dari mantan komandan Mujahidin setempat, ribuan personel milisi lokal dan bekas tentara serta unit pasukan khusus Afghanistan memberikan perlawanan terhadap Taliban.

Dalam pidato yang direkam dan ditujukan untuk warga Afghanistan di Panjshir, pemimpin senior Taliban, Amir Khan Motaqi, menyerukan milisi yang disebutnya para pemberontak untuk meletakkan senjata mereka.

“Emirat Islam Afghanistan adalah rumah bagi seluruh warga Afghanistan,” sebutnya, merujuk pada nama resmi pemerintahan Taliban.

Diketahui bahwa Taliban sebelumnya mengumumkan amnesti untuk seluruh warga Afghanistan yang pernah bekerja dengan pasukan asing selama dua dekade terakhir, namun mereka yang mengkhawatirkan pembalasan memilih membanjiri perbatasan dalam upaya kabur ke negara lain.

Motaqi menyatakan bahwa Taliban telah melakukan banyak upaya untuk berunding dengan para pemimpin pasukan oposisi di Panjshir. “Namun sayangnya, tanpa hasil apapun,” ungkapnya.

Lebih lanjut disebutkan Motaqi bahwa petempur Taliban melakukan persiapan di sekitar empat sisi Lembah Panjshir dan tidak ada alasan untuk bertempur. Dia menambahkan bahwa pasukan anti-Taliban seharusnya berpikir bahwa tidak mungkin mengalahkan Taliban meskipun dengan dukungan pasukan NATO dan Amerika Serikat (AS).

“Tapi kita masih berusaha memastikan tidak ada perang dan masalah di Panjshir diselesaikan secara tenang dan damai,” cetusnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah dua pemimpin oposisi menuturkan bahwa sedikitnya tujuh petempur Taliban tewas dalam upaya memasuki Lembah Panjshir beberapa hari lalu.

Kelompok kemanusiaan Italia menyebut empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka, yang telah dibawa ke rumah sakit trauma di Kabul usai terlibat pertempuran di sekitar area Gulbahar di gerbang masuk Lembah Panjshir.

Juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF), yang mengumpulkan pasukan oposisi di Lembah Panjshir, menuturkan pada Rabu (1/9) waktu setempat bahwa petempur Taliban melancarkan serangan dua hari lalu dan menyerang dari tiga hingga empat area berbeda, namun sejauh ini berhasil dipukul mundur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here