Siswa Kulon Progo Kena Corona Tambah Jadi 61, PTM di 12 Sekolah Disetop

0
12

Jalu Rahman Dewantara – detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 16:49 WIB

Kulon Progo – Jumlah pelajar di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat swab PCR massal dalam program surveilans pembelajaran tatap muka (PTM) terus bertambah. Per hari ini totalnya sudah mencapai 61 orang.
“Hari ini totalnya mencapai 61 orang, atau 4,4 persen dari total sampel sementara yang terkumpul yaitu 1.389,” ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati dalam jumpa pers via daring, Sabtu (13/11/2021).

Baning menjelaskan ke-61 orang itu dalam kondisi tanpa gejala dan berasal dari seluruh jenjang sekolah, yaitu SD sebanyak 45, SMP ada 2 dan SMA sederajat 14 orang. Terkait temuan ini, Satgas COVID menghentikan kegiatan sekolah tatap muka di 12 sekolah, yakni 10 SD dan 2 SMA

“Dari 45 (sekolah) itu 18 bisa melanjutkan PTM karena temuannya sedikit, 6 sekolah hentikan PTM untuk lingkup kelas dan 12 sekolah berhenti seluruhnya. Penghentian ini berlaku selama 15 hari, dan digantikan pembelajaran daring,” terang Baning.

Selain menghentikan PTM, Satgas juga melakukan tracing kontak 61 kasus positif tersebut. Hasil sementara ada 250 kontak erat yang saat dites antigen dinyatakan negatif.

“Sudah ditracing ada 250 kontak erat, dan semua hasilnya negatif antigen. Kami melakukan sesuai dengan prosedur kontak erat yaitu melakukan entry tes antigen, karantina, dan setelah hari kelima dilakukan exit test dengan PCR. Dari kontak erat terdeteksi ini, selanjutnya akan dijadwalkan menjalani swab PCR pada minggu depan,” jelasnya.

Baning menyebut program surveilans PTM ini berjalan setidaknya sampai dengan Rabu (17/11) pekan depan. Hingga kini masih ada sekitar 20-an sekolah dari target 56 sekolah yang disasar program tersebut. Sementara itu jumlah siswa dan tenaga pendidikan yang sudah disasar sebanyak 1.389 dari total target 2.273 atau baru mencapai sekitar 61 persen.

“Secara keseluruhan kami masih jadwalkan hingga minggu depan untuk sisa sekolah yang belum dilakukan screening (program surveilans) ini,” ujarnya.

Program Surveilans PTM sendiri bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penularan COVID-19 di lingkungan sekolah selama berlangsungnya PTM. Dalam pelaksanaan program ini para siswa dan tenaga kependidikan yang dipilih secara random akan menjalani test SWAB PCR. Petugas puskesmas dikerahkan melakukan pengambilan sampel di masing-masing sekolah terpilih. Hasil test PCR itu akan keluar paling lambat 2 hari setelah test.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here