Seribuan Orang Positif Corona Tiba di RI, Terbanyak dari Arab Saudi

0
12

Jumat, 10 Sep 2021 19:31 WIB

Firdaus Anwar – detikHealth

Jakarta – Untuk mencegah masuknya varian baru COVID-19 ke Indonesia, pemerintah menguatkan pengawasan di pintu masuk perjalanan internasional. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sepanjang bulan Agusutus 2021 ada 4,5 persen pelaku perjalanan internasional yang terdeteksi positif COVID-19 dari total 36.722 orang.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyebut para pelaku perjalanan diketahui sudah mengantongi hasil tes negatif dari negara asalnya, namun kemudian terdeteksi positif saat menjalani pemeriksaan atau karantina di Indonesia.

Lima negara dengan kasus pelaku perjalanan positif COVID-19 yang tertinggi adalah Arab Saudi (15%), Malaysia (8%), Uni Emirat Arab (8%), Korea Selatan (2%), dan Jepang (2%).

Sementara untuk periode awal September 2021, negara dengan kasus pelaku perjalanan positif yang tertinggi adalah Arab Saudi (7%), Malaysia (7%), Turki (3%), Uni Emirat Arab (2%), dan Singapura (2%).

“Mereka yang datang dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan kembali di pintu masuk Indonesia. Meski kita ketahui hasil tes dari negara kedatangannya sebelum berangkat dinyatakan negatif,” kata Nadia dalam konferensi pers daring Kementerian Kesehatan, Jumat (10/9/2021).

“Untuk diketahui pelaku perjalanan dari asal negara kedatangan ini bukan berarti mereka warga negara asli negara tersebut. Pelaku perjalanan bisa saja warga negara asing yang masuk ke Indonesia dari negara yang disebutkan tadi, atau bahkan warga negara Indonesia yang pulang dari negara asal kedatangan tersebut,” lanjutnya.

Sebanyak 65 persen pelaku perjalanan internasional yang terdeteksi positif COVID-19 diketahui belum mendapat vaksinasi COVID-19. Nadia mengimbau agar siapa saja yang akan bepergian hendaknya sudah melakukan vaksinasi terlebih dahulu.

“Pemerintah mengimbau agar orang yang akan masuk ke Indonesia dari luar negeri, baik WNA maupun WNI, agar divaksinasi terlebih dahulu di negara asal kedatangan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here