Semprot Disinfektan ke Manusia Ternyata tak Efektif Basmi Virus

0
57

Senin 30 Maret 2020, 12:33 WIB

Atalya Puspa | Humaniora

Media Indonesia – SERING kita lihat penyemprotan cairan disinfektan kepada tubuh manusia dalam rangka mematikan virus korona (Covid-19). Cara penyemprotannya juga bermacam-macam, ada yang dilakukan secara mandiri dan ada juga yang harus masuk ke dalam kotak sebelum masuk ruangan. Apakah penggunaan disinfektan yang disemprotkan ke sekujur tubuh manusia efektif membunuh virus Covid-19?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menilai penyemprotan disinfektan secara langsung ke tubuh manusia tidak terbukti bisa membunuh virus, termasuk Covid-19. Memyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh manusia justru akan memberikan dampak buruk. Berbahaya untuk mukosa mulut, hidung dan mata. “Jadi sebaiknya bahan ini digunakan untuk membersihkan permukaan peralatan rumah tangga atau kantor,” tambahnya.

Covid-19 merupakan virus yang dapat ditularkam secara langsung melalui droplet, maupun tidak langsung. 

Oleh karena itu, kata Ari, yang penting kita harus benar memperhatikan bahwa tangan kita tidak menyentuh tempat-tempat yang orang lain juga sentuh di tempat umum.

Selain itu juga tangan kita yang belum jelas sudah menyentuh apa saja, tidak boleh menyentuh mulut, hidung atau mata. 

“Jadi sekali lagi dengan melihat bagaimana infeksi ini menular dari satu orang ke orang lain, maka sebenarnya menggunakan disinfektan secara langsung tidak dibutuhkan bahkan jika disinfektan tersebut terhirup oleh kita atau terkena mata tentu akan menimbulkan masalah kesehatan baik akut maupun jangka panjang,” bebernya.

Ari melanjutkan, yang terpenting kita harus rutin cuci tangan menggunakan sabun agar mencegah terjadinya infeksi saluran pernafasan akut dan infeksi saluran cerna.

Apabila tidak memungkinkan untuk cuci tangan pakai sabun, maka kita dapat menggunakan  hand sanitizer. Tetapi, setelah menggunakan hand sanitizer 5-6 kali kita tetap harus melakukan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Yang penting adalah adanya jaga jarak fisik (physical distancing) dan menghindari kontak dengan orang yang demam atau batuk atau pilek tanpa menggunakan masker,” tandasnya. (OL-6).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here