Pakar AS Sebut Virus Corona Bisa Menular Bahkan Saat Berbicara dan Bernapas

0
44
Virus corona disebut bisa menyebar saat bernapas dan berbicara. (Foto: Antara Foto)

Senin, 06 Apr 2020 11:30 WIB

Khadijah Nur Azizah – detikHealth

Jakarta – Sebuah panel ilmiah bergengsi menyebut bahwa virus corona dapat menyebar tidak hanya melalui bersin atau batuk, tetapi juga saat berbicara bahkan bernapas sekalipun.

“Walau penelitian spesifik (virus corona) saat ini terbatas, hasil penelitian yang tertera menunjukkan adanya aerosolisasi virus dari pernapasan normal,” menurut Ketua Komite Akademi Ilmu Pengetahuan (NAS) dan mantan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard, Dr Harvey Fineberg, dalam surat yang ditujukan ke Gedung Putih AS, mengutip CNN.

Untuk itu, karena adanya kelangkaan masker medis, peneliti lebih menyarankan masyarakat menggunakan masker kain buatan rumah. Ditegaskan pula bahwa masker medis dan N95 saat ini diperuntukkan bagi tenaga medis yang menangani pasien virus corona.

Seperti kebanyakan penyakit pernapasan lainnya, virus corona dapat menyebar melalui tetesan droplet dalam butiran kecil air yang membawa virus. Melihat perkembangan penularan virus yang sangat masif, Dr Fineberg juga mengatakan bahkan napas dari pasien virus corona bisa berbahaya.

Surat dari NAS ke Gedung Putih mencatat penelitian yang dilakukan di sebuah rumah sakit China yang menemukan virus dapat tinggal lama di udara saat dokter dan perawat melepas APD mereka atau ketika lantai rumah sakit dibersihkan atau saat staf rumah sakit bergerak.

Fineberg mengatakan ada kemungkinan bahwa tetesan aerosol virus corona dapat menggantung di udara dan berpotensi menginfeksi seseorang yang lewat. Berapa lama virus corona bertahan di udara tergantung pada beberapa faktor, termasuk berapa banyak virus yang dikeluarkan seseorang saat bernafas atau berbicara, dan juga pada sirkulasi di udara.

“Jika Anda menghasilkan aerosol virus tanpa sirkulasi di suatu ruangan, dapat dibayangkan bahwa saat berjalan nanti, Anda bisa menghirup virus. Tapi jika kamu di luar, angin sepoi-sepoi mungkin akan membubarkan (virusnya),” pungkas Dr Fineberg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here