Saat Jubir JK Buka-bukaan 5 Poin Arief Rosyid Dipecat

0
67

Tim detikcom – detikNews
Senin, 04 Apr 2022 06:11 WIB

Jakarta – Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid resmi dipecat setelah dinyatakan terbukti memalsukan tanda tangan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DMI, Jusuf Kalla atau JK serta Imam Addaruqutni. Pihak DMI pun tak ragu mengumbar jeroan kasus pemalsuan tanda tangan JK ini
Tentang kasus pemalsuan tanda tangan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini dibuka gamblang oleh juru bicara (jubir) JK, Husain Abdullah. Salah satunya yang dibuka perihal awal mula kasus Arief Rosyid terbongkar.

Kasus pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Arief Rosyid ini memang menyita perhatian masyarakat. DMI sendiri menganggap tindakan memalsukan tanda tangan bukan masalah sepele.

Yang bikin makin fatal, tanda tangan palsu itu dipakai untuk mengundang orang nomor 2 Indonesia, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin. Arief Rosyid memalsukan tanda tangan JK demi mengundang Wapres Ma’ruf ke acara bertajuk ‘Kickoff Festival Ramadhan’.

Berikut 5 poin penting dalam kasus pemalsuan tanda tangan JK:

1. Terendus ‘Gara-gara’ Istana

Pemalsuan tanda tangan JK oleh Arief Rosyid bisa terendus berawal dari pemeriksaan protokoler Istana. Protokoler Istana awalnya berniat mengonfirmasi surat undangan menghadiri Kickoff Festival Ramadhan untuk Wapres Ma’ruf.

Protokoler Istana lalu mengonfirmasi soal surat tersebut ke staf JK, agar kehadiran Wapres bisa dipersiapkan. Setelah itu, staf tersebut meneruskannya langsung ke JK.

“Pada saat dikonfirmasi oleh protokol istana ke staf Pak JK, untuk menanyakan perihal pelaksanaan acara tersebut untuk persiapan dan kelancarannya jika wakil presiden menghadiri acara tersebut,” kata jubir JK, Husain Abdullah, kepada wartawan, Minggu (3/4/2022).

2. JK Terkejut

JK terkejut saat diberitahu bahwa protokoler Istana menanyakan perihal undangan Kickoff Festival Ramadhan untuk Wapres Ma’ruf. JK terkejut karena merasa tak pernah meneken surat undangan dimaksud.

“Staf lalu ditanyakan ke Pak JK. Saat itu, Pak JK terkejut karena merasa tidak pernah menyurat ke Pak Wapres. Saat itulah pelan-pelan kepalsuan itu mulai terendus,” ungkap Husain Abdullah.

Dari sinilah pemalsuan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI yang dilakukan Arief Rosyid mulai terendus. Penyelidikan internal DMI pun digelar.

3. Wacana Lapor Polisi

Dalam penanganan kasus pemalsuan tanda tangan JK, DMI tak hanya melakukan penegakan secara internal. DMI juga sudah berancang-ancang menyeret Arief Rosyid ke meja polisi.

“Memang ada wacana untuk mempolisikan karena ini masuk ranah hukum,” ucap Husain Abdullah.

Meski sudah ada wacana mempolisikan Arief Rosyid, JK, baik secara pribadi maupun kelembagaan DMI, belum melayangkan laporan.

4. Tak Bisa Ditolerir

Husain Abdullah juga menggambarkan betapa fatalnya tindakan memalsukan tanda tangan. Terlebih, itu menyangkut seorang tokoh nasional seperti JK. Tentu konsekuensi atas tindakan itu tak main-main.

“Memalsukan tanda tangan tentunya masalah serius, karena tanda tangan digunakan untuk keabsahan dokumen-dokumen penting atau hal-hal administratif,” papar Husain Abdullah.

“Autentiknya dokumen dilihat dari tanda tangan, apalagi menyangkut tanda tangan seorang Pak JK. Memalsukan tanda tangan JK pastilah amat serius konsekuensinya luas,” imbuhnya.

5. Andai Tak Dipalsukan

Tindakan Arief Rosyid memalsukan tanda tangan JK tentu sangat disayangkan. Husain Abdullah pun berandai tindakan itu tak dilakukan.

Sebagai seorang jubir, Husain tentu mengenal lebih dalam sosok JK. Husain sendiri melihat bahwa JK adalah sosok yang mendukung anak muda. Dia pun meyakini Arief Rosyid akan diberi dukungan oleh JK jika tak memalsukan tanda tangan.

“Padahal, seandainya Arief menyampaikan atau melaporkan saja segala bentuk rencana dan kegiatannya, tentu akan lain. Pak JK saya yakin akan memberi ruang dan kesempatan untuk berkreasi pada kegiatan kegiatan seperti itu tanpa memalsukan apa pun,” sebut Husain.

“Apalagi hubungan komunikasinya selama ini cukup lancar, dia telah mendapat akses yang luar biasa sebagai orang muda potensial,” sambung dia.

Sekadar informasi, pemecatan Arief Rosyid dari kepengurusan dan keanggotaan DMI diputuskan dalam rapat pleno pada Jumat (1/4) pukul 09.30-11.50 WIB. Rapat dipimpin langsung oleh JK dan dihadiri Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin, KH Masdar F Masudi, dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.

Pemecatan Arief Rosyid disahkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat DMI Nomor:066.H/III/SKEP/PP-DMI/IV/2022 tentang Pemberhentian Tetap dari Kepengurusan dan Keanggotaan Dewan Masjid Indonesia atas nama drg M Arief Rosyid, yang diteken oleh JK.

“Jadi hari ini resmi dinyatakan bahwa saudara Arief Rosyid diberhentikan dari DMI,” kata Sekjen DMI Imam Addaruqutni dalam keterangannya, Minggu (3/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here