Ruang Isolasi Corona Asrama Haji dan Rusunawa di Sleman Penuh!

0
5

Jauh Hari Wawan S. – detikNews

Jumat, 20 Nov 2020 18:55 WIB

Sleman – Dua fasilitas kesehatan darurat COVID-19 (FKDC) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah penuh. Dua tempat itu yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

“Asrama Haji dari kapasitas 138 ruang isolasi di Asrama Haji, tinggal tiga ruangan saja yang tersisa sedangkan 74 ruangan (isolasi) di Rusunawa Gemawang sudah penuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/11/2020).

Joko menjelaskan saat ini ada 340 kasus aktif positif COVID-19 di Sleman. Sebanyak 65 kasus di antaranya dirawat di rumah sakit sedangkan sisanya dirawat di fasilitas darurat maupun isolasi mandiri.

“Kasus di Sleman didominasi oleh postif asimtomatik atau OTG. Persentase untuk asimtomatik adalah 74 persen sedangkan yang gejala ringan 16 persen. Jadi 90 persen kasus COVID-19 adalah asimtomatik dan gejala ringan, yang biasanya dirawat di FKDC,” terangnya.

Penuhnya fasilitas darurat membuat dinas harus mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa fasilitas kesehatan penuh. Dia menjelaskan pentingnya fungsi surat keterangan tersebut.

“Jadi kami harus mengeluarkan surat keterangan sehingga rumah sakit rujukan maupun rumah sakit intermediate bisa menerima pasien COVID-19 asimtomatik, karena nanti bisa diklaimkan ke pusat. Kalau sebelumnya rumah sakit berhak menolak (pasien Corona asimtomatik), karena tidak bisa diklaimkan ke BPJS,”terangnya.

Joko menjelaskan ada 12 rumah sakit rujukan di Kabupaten Sleman, termasuk RSUP Dr Sardjito. Kemudian jumlah rumah sakit intermediate di Sleman berjumlah 13. Dari 25 rumah sakit tersebut, ada sekitar 200 ruang isolasi yang bisa digunakan. Saat ini baru terisi 65 pasien.

“Jika masih kurang, ada Rumah Sakit Hardjolukito. Meski (RS Hardjolukito) bukan di Sleman, tetapi jika pasien terus meningkat tetap bisa dirujuk ke sana,” paparnya.

Dinas Kesehatan Sleman, kata Joko, sedang mencari solusi untuk mencari fasilitas darurat kesehatan baru. Sementara yang disiapkan yakni di daerah Kalasan.

“Kita cari tempat di gedung Kementerian PMD Kalasan. Ada ruangannya tetapi yang menjadi masalah adalah tenaganya tidak ada,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here