PSBB 22 April, Kabupaten Bandung Siapkan 6 Pembatasan yang Wajib Diikuti Warga

0
41
Salah satu pembatasan yang harus diikuti, tukang ojek tak boleh membawa penumpang/Foto: Siti Fatimah

Muhamad Iqbal – detikNews

Sabtu, 18 Apr 2020 22:59 WIB

Kabupaten Bandung – 

Pengajuan PSBB Bandung Raya telah disetujui oleh menteri kesehatan, Jumat (17/4/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bandung segera menyiapkan beberapa pembatasan ketika PSBB berlangsung.

PSBB Bandung Raya akan diikuti oleh lima kabupaten kota, di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung dan Kota Cimahi pada Rabu (22/4/2020). Kabupaten Bandung tidak akan menerapkan PSBB secara total melainkan parsial.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bandung Yadi Abdurahman mengatakan pembatasan hanya berlangsung pada kegiatan di luar rumah.

“Selama PSBB akan dilakukan (pembatasan) dalam bentuk pembatasan aktivitas di luar rumah,” ujar Yadi seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (18/4/2020).

Yadi menyebutkan, ada enam pembatasan yang akan diberlakukan. Pertama pembatasan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan institusi pendidikan. Kedua, pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja.

Lalu, pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Keempat, pembatasan aktivitas di tempat atau fasilitas umum. Kelima, pembatasan kegiatan sosial dan budaya. Keenam, pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Meski begitu, enam pembatasan tersebut sudah dilakukan oleh warga sebelum PSBB diberlakukan. Khusus untuk PSBB Parsial akan dibentuk sebuah Peraturan Bupati (Perbup) disertai petunjuk pelaksanaannya.

“Berkaitan dengan tindak lanjut izin dari Kemenkes tentang PSBB, nanti akan disempurnakan landasan operasionalnya seperti Peraturan Bupati juga juklak dan juknisnya,” kata Yadi.

Sekadar diketahui, tujuh kecamatan diajukan untuk pelaksanaan PSBB Parsial yaitu Margaasih, Margahayu, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Cilengkrang, Cileunyi dan Cimenyan.

Namun, Yadi mengingatkan, walaupun hanya tujuh kecamatan akan diberlakukan PSBB Parsial tetapi pembatasan tersebut berlaku juga kecamatan lainnya.

“Namun demikian bukan berarti kecamatan yang lainnya yang tidak PSBB tidak mengikuti standar kesehatan dalam penanganan COVID-19,” kata Yadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here