Ponpes di Temboro Magetan Jadi Klaster Corona, 1.000 Santri Belum Pulang

0
48
Bupati Magetan Suprawoto/Foto: Sugeng Harianto

Sugeng Harianto – detikNews

Senin, 20 Apr 2020 19:14 WIB

Magetan – Malaysia menyebut Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan sebagai klaster baru penyebaran Corona. Hingga saat ini, masih ada sekitar seribu santri yang belum pulang.

“Yang masih di asrama itu tinggal berapa ya, mungkin sekitar seribu,” ujar Bupati Magetan Suprawoto saat dihubungi detikcom, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, 227 santri di antaranya merupakan warga Malaysia yang tidak ingin pulang. Namun jika mereka berubah pikiran, maka Pemkab Magetan akan berkoordinasi dengan Kedutaan Malaysia di Jakarta untuk memberikan fasilitas kepulangan.

“Karena dia menyatakan tidak bersedia pulang. Tetapi nanti siapa tahu yang bersangkutan berubah pikiran. Kita sudah kontak dengan kedutaan Malaysia yang ada di Jakarta. Mereka akan memfasilitasi untuk pulang,” papar bupati yang akrab disapa Kang Woto.

Namun untuk pulang ke Malaysia, para santri harus menjalani rapid test terlebih dahulu.”Kedutaan Malaysia memulangkan setelah hasil rapid test-nya negatif,” lanjutnya.

Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Magetan Saif Muchlissun mengatakan, untuk melakukan rapid test, saat ini Pemkab Magetan masih terkendala alat. Sebab bantuan alat dari Pemprov Jatim yang berjumlah 215 telah habis digunakan.

“Jumlah alat rapid test bantuan dari Pemprov Jatim sangat terbatas. Saat itu Pemkab Magetan mendapat bantuan alat rapid test sebanyak 215 dan telah habis digunakan. Jadi kita melakukan pengajuan kembali dan masih menunggu,” ujar Muchlissun.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 22.467 santri Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan dipulangkan. Santri yang dipulangkan dari 16 negara. Di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Somalia, Kamboja, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Timor Leste, Bangladesh dan Suriname.

Kemudian sebanyak 43 santri/mahasiswa yang dipulangkan ke Malaysia dinyatakan positif Corona. Ponpes di Temboro itu pun kemudian disebut sebagai klaster baru penyebaran Corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here