Polda Jabar Usut Kasus Penipuan oleh Pembobol Bank Mandiri Rp 120 M

0
5
Yosef Tjahjadjaja, buron 15 tahun/Foto: Dok. Kejagung

Dony Indra Ramadhan – detikNews

Rabu, 14 Jul 2021 12:47 WIB

Bandung – Polda Jawa Barat akan tetap mengusut dugaan penipuan yang dilakukan oleh Yosef Tjahjadjaja. Yosef merupakan terpidana pembobol Bank Mandiri yang baru ditangkap usai 15 tahun buron.

“Nanti kalau sudah negatif COVID-19 dan dieksekusi ke Lapas, penyidik akan mengambil keterangan yang bersangkutan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi saat dikonfirmasi, Rabu (14/7/2021).

Yosef diketahui dilaporkan oleh seseorang ke Polda Jabar pada bulan Juli 2020. Atas laporan dan penyelidikan sementara, penyidik mengetahui ternyata Yosef juga buronan Kejaksaan Agung (Kejagung). Polda Jabar dan Kejagung pun akhirnya berhasil meringkus Yosef usai 15 tahun buron.

Terkait laporan di Polda Jabar, Patoppoi tak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi, dugaan penipuan itu berkaitan dengan kerja sama bisnis.

“Penipuan pasl 378 KUHP. Modus tawarin kerja sama ternyata fiktif, KTP diduga aspal,” tuturnya.

Dalam laporan yang diterima, dia mengatakan korban mengalami kerugian hingga miliaran. “Kerugian mencapai Rp 13 miliar,” kata dia.

Sebelumnya, buron Yosef Tjahjadjaja, yang merugikan keuangan negara senilai Rp 120 miliar, ditangkap siang tadi di rumah sakit di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Yosef ditangkap usai 15 tahun menjadi buron.

“Tim intelijen Kejagung RI bersama tim Ditreskrimum Polda Jawa Barat serta Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengamankan terpidana tindak pidana korupsi yang masuk DPO Kejari Jakpus, Yosef Tjahjadjaja, terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi pembobolan Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan-Jakarta yang menyebabkan kerugian keuangan negara cq. Bank Mandiri cabang Mampang Prapatan Jakarta sebanyak Rp 120 miliar,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Diketahui pada 26 Juli 2004, Yosef Tjahjadjaja telah divonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Vonis dibacakan ketua majelis hakim Suripto.

Hakim menyatakan Yosef terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama pada Bank Mandiri cabang Mampang Prapatan, Jakarta, yang mengakibatkan kerugian Rp 120 miliar.

Vonis yang dijatuhkan hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Khairul Anwar yang menuntut 17 tahun penjara. Selain itu, hakim menghukum Yosef membayar denda Rp 200 juta subsider 4 bulan penjara. Yosef juga wajib membayar uang pengganti kerugian Rp 6,4 miliar subsider 1 tahun.

Dalam perkara ini, Yosef dinilai melanggar pasal 2 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perbuatannya bersama Agus Budio Santoso dari PT Rifan Financindo Sekuritas yang mencarikan dana bagi pengucuran kredit kepada Alexander J. Parengkuan dkk dari PT Dwinogo Manunggaling Roso dinilai merugikan negara dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here