Perawat Muslim di Singapura Kini Bisa Pakai Hijab Saat Bekerja

0
21

Novi Christiastuti – detikNews

Selasa, 31 Agu 2021 12:47 WIB

Singapura – Para perawat Muslim di Singapura menyambut baik kabar bahwa mereka akan diizinkan memakai tudung atau hijab bersama dengan seragam mereka jika menginginkan demikian. Aturan baru itu akan dimulai pada November mendatang.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (31/8/2021), pengumuman itu disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong dalam pidatonya saat National Day Rally pada Minggu (29/8) waktu setempat.

“Saya sangat lega, sangat senang ketika saya mendengar kabar itu. Sudah sejak lama kami meminta ini. Ada rasa lega. Saya bahkan sampai menitikkan air mata, sedikit emosional,” tutur seorang perawat Muslim di Singapura yang hanya ingin disebut sebagai Wati.

Wati yang diketahui berusia 36 tahun dan seorang Melayu-Muslim ini sudah menjadi perawat di Singapore General Hospital selama 16 tahun. Dia mengakui sama sekali tidak mengharapkan kabar tersebut, karena dia ‘seperti kehilangan harapan’ bahwa dirinya akan diperbolehkan memakai hijab saat bekerja.

Baca juga:Tangkal Pengaruh China, Wapres AS Berkunjung ke Singapura

Selama ini, Wati memakai hijabnya dalam perjalanan ke tempat kerja, lalu mencopotnya saat bekerja, dan mengenakannya kembali saat perjalanan pulang.

Senada dengan Wati, seorang perawat Muslim lainnya bernama Aishah Sulaiman (33) juga menyatakan dirinya ‘sangat senang mendengar’ kabar ini.

“Ini bukan (halangan) bagi saya untuk menjalankan tugas saya sekarang, tapi (bisa memakai hijab) akan menjadikan perjalanan bolak-balik lebih nyaman,” sebut Aishah yang bekerja di salah satu rumah sakit umum.

Aishah meyakini kebanyakan perawat Muslim di Singapura telah menantikan kabar bahagia ini, khususnya ‘ketika kita bisa melihat para pekerja layanan kesehatan di negara-negara lainnya bisa mengenakan tudung’.

“Berita ini penting bagi saya karena saya seorang Muslim yang taat. Saya berharap saya bisa memakai tudung saya (saat bekerja) karena itu wajib bagi saya sebagai seorang wanita Muslim,” imbuhnya.

Rumah sakit swasta dan penyedia layanan kesehatan lainnya di Singapura menyatakan pihaknya akan mematuhi perubahan yang diterapkan pada sektor layanan kesehatan masyarakat.

“Sebagai penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di negara ini, kami akan memimpin dalam mengizinkan para perawat dan pekerja layanan kesehatan Muslim kami dalam sektor swasta untuk memakai tudung sebagai tambahan pada seragam mereka,” sebut Direktur Keperawatan di IHH Healthcare Singapore, Josephine Ong, dalam pernyataannya.

Rumah-rumah sakit yang dikelola IHH Healthcare Singapore mencakup Mount Elizabeth Hospital, Parkway East Hospital dan Gleneagles Hospital Singapore.

Dalam pidatonya, PM Lee menyatakan hijab sekarang biasa dikenakan di sebagian besar tempat ‘tanpa batasan’, termasuk di tempat-tempat umum, tempat kerja dan gedung parlemen. Namun dia menjelaskan bahwa di beberapa lokasi di mana seragam diwajibkan, pemerintah Singapura tidak mengizinkan hijab untuk dipakai. Aturan ini juga berlaku pada seragam sekolah, seragam Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dan di rumah-rumah sakit umum.

PM Lee menegaskan bahwa status quo harus tetap dipertahankan untuk layanan berseragam. “Mereka adalah senjata negara yang tidak memihak dan sekuler, mereka menggunakan kekuatan senjata dan mereka menegakkan hukum Singapura. Mereka harus selalu terlihat mempraktikkan itu tanpa takut. Oleh karena itu, semua orang mengenakan seragam yang sama,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here