Pemerintah Alihkan Saham Bank Mandiri dan BRI, Cek Harga Sahamnya

0
19
Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (17/12). Pemerintah mengalihkan sebagaian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dimiliki kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority.

Senin 27 Dec 2021 10:21 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah saham Bank Mandiri dan BRI dialihkan ke Indonesia Investment Authority.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah mengalihkan sebagaian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dimiliki kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority. Tak hanya BRI, pemerintah juga mengalihkan saham Bank Mandiri.

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, Bank Mandiri menyampaikan sesuai POJK 11/2017 dan akta inbreng, perseroan telah menerima kuasa melakukan pelaporan perubahan kepemilikan saham oleh pemerintah dan Indonesia Investment Authority sehubungan adanya proses pengalihan sebagian saham. 

Sebelum adanya aksi tersebut, pemerintah mengenggam saham Bank Mandiri seri B sebanyak 27,99 miliar atau 60 persen dan Saham Seri A satu saham. Setelah pengalihan, pemerintah kini mengempit saham Seri B sebanyak 24,26 miliar saham atau 52 persen dan saham Seri A sebanyak satu saham.

“Jumlah saham yang dialihkan sebanyak 3,77 miliar saham seri B dengan harga pengalihan per saham Rp 6.073 (harga berdasarkan KMK 515/2021),” tulis manajemen Bank Mandiri, Ahad (26/12).

Adapun transaksi tersebut dilakukan pada 23 Desember 2021 dengan tujuan untuk memenuhi PP 74/2020 dan PP 111/2021. Dengan pengalihan saham ini, Indonesia Investment Authority pun menjadi pemegang saham Bank Mandiri dengan porsi kepemilikan sebesar delapan persen.

Sementara itu, jumlah saham BRI yang dialihkan sebanyak 5,49 miliar saham seri B seharga Rp 4.061 per saham berdasarkan KMK 515/2021. 

Sebelum transaksi tersebut, porsi saham seri B BRI yang dimiliki pemerintah sebanyak 86,10 miliar saham atau 56,82 persen dan saham seri A sebanyak satu saham. Setelah transaksi, saham seri A yang digenggam pemerintah sebanyak satu saham dan saham seri B sebanyak 80,61 miliar atau sebesar 53,19 persen. 

“Tanggal transaksi 23 Desember 2021,” tulis manajemen BRI, Ahad.

Adapun tujuan dari transaksi ini adalah pemenuhan PP 74/2020 dan PP 111/2021. Sebagai informasi PP 74/2020 merupakan aturan mengenai Lembaga Pengelola Investasi. Sementara, PP 111/2021 berisi tentang penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal Lembaga Pengelola Investasi.

Pada perdagangan Senin (27/12), saham Bank Mandiri (BMRI) dibuka melemah ke level 7.025. Sementara, saham BRI (BBRI) dibuka flat dan menguat ke level 4.080.

Secara year to date, saham Bank Mandiri naik tipis 8,4 persen dari 6.500 ke 7.050. BMRI sempat mencapai level tertinggi 7.350 pada awal Desember

Sementara itu, saham BRI sepanjang tahun ini naik 3,08 persen. BBRI sempat mencapai level tertinggi 4.491 pada pertengahan Januari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here