Mulfachri Sebut Kegiatan di Luar Lokasi Kongres Ilegal

0
10

Senin 10 Feb 2020 14:07 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Mulfachri menyoroti adanya caketum yang daftar di luar tempat yang telah disepakati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Kongres V untuk memilih ketua umum periode 2020-2025 di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Maka dari itu, calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap menegasakan, bahwa kegiatan di luar lokasi kongres dinilainya ilegal.

“Disepakati seluruh proses registrasi adanya di tempat ini. Jadi semua hal yang dilakukan di luar hotel ini ilegal,” ujar Mulfachri di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2).

Ditanya, apakah pernyataannya meyinggung Zulkifli Hasan yang dikabarkan mendaftar calon Ketua Umum PAN di lokasi lain? Ia tak menjawabnya dengan spesifik. Namun, ia menegaskan bahwa kongres kali ini berjalan dengan baik.

“Paling penting hal-hal yang subtansial tetap bisa terlaksana dalam kegiatan kongres ini, yang memang menjadi agenda kongres,” ujar Mulfachri.

Ia sendiri juga tak ingin mengklaim jumlah suara yang mendukungnya. Namun, Wakil Ketua Komisi III DPR menilai, bahwa dinamika jelang pemilihan ketua umum merupakan hal yang wajar.

“Jadi satu dua piring pecah dalam sebuah perhelatan besar seperti ini, saya kira itu sesuatu yang masih masuk akal. Masih bisa diterima,” ujar Mulfachri.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan atau Zulhas sebelumnya dijadwalkan untuk mendaftar sebagai calon Ketua Umum PAN di Hotel Claro pada pukul 11.00 WITA. Namun hingga pukul 14.00 WITA, ia tak kunjung tiba di lokasi.

Waktu pelaksanaan Kongres V PAN juga belum menemui kejelasan. Sebab, susunan acara dari Streering Comittee (SC) atau Organizing Comittee (OC) belum secara resmi diterima.

Diketahui, ada empat orang yang menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Umum PAN. Keempatnya, yakni Ada pejawat ketua umum Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi PAN Mulfachri Harahap, mantan Menteri PAN-RB Asman Abnur, dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo.

Nantinya, ada 590 pemilik suara yang akan memilih ketua umum. Terdiri dari 34 DPW yang memiliki dua hak suara dan 514 DPD yang masing-masing memiliki satu hak suara.

Ditambah tiga suara dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum PAN. Sedangkan, sisanya merupakan suara dari sejumlah organisasi sayap partai berlambang matahari itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here