Mohon Perhatian, WHO Bawa Kabar Baru ‘Son of Omicron’ Subvarian BA.2

0
39

Sabtu, 19 Feb 2022 17:03 WIB

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan lonjakan kasus COVID-19 tampaknya mulai melambat di sebagian besar dunia. Mereka melaporkan bahwa kasus baru di seluruh dunia mulai menurun 19 persen dari 7-13 Februari 2022, dibandingkan minggu-minggu sebelumnya.
Namun, di tengah kasus yang mulai melandai WHO justru mulai mengawasi subvarian dari Omicron yaitu BA.2. Menurut WHO, subvarian ini tampaknya terus meningkat dan menjadi dominan di beberapa negara Asia, termasuk China, India, Pakistan, Bangladesh, dan Filipina.

Meski belum ada bukti yang menyatakan bahwa BA.2 ini lebih mematikan dari varian Omicron asli, WHO mengatakan subvarian ini sudah muncul di seluruh dunia.

“BA.2 sekarang menyumbang sekitar 1 dari 5 kasus Omicron baru yang tercatat di seluruh dunia,” beber WHO yang dikutip dari Straits Times, Sabtu (19/2/2022).

Tren Penurunan Kasus yang Mengkhawatirkan

Pimpinan teknis COVID-19 WHO Maria Van Kerkhove mengatakan tren penurunan kasus COVID-19 global yang terjadi bukan sepenuhnya menjadi kabar baik. Pasalnya, itu terjadi karena adanya penurunan tingkat pengujian COVID-19 di seluruh dunia.

Artinya, jumlah kasus global yang dilaporkan saat ini mungkin tidak mencerminkan seberapa jauh penyebaran virus Corona yang sebenarnya.

“Kita perlu berhati-hati dalam menafsirkan terlalu banyak tren penurunan ini,” kata Maria.

“Kekhawatiran yang lebih besar adalah peningkatan kematian yang dilaporkan akibat COVID-19 selama enam minggu berturut-turut,” lanjutnya.

Direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika WHO, Dr Carissa Etienne, mengingatkan masyarakat dunia tetap bersiap untuk menghadapi varian Corona berikutnya.

“Ini (BA.2) bukan varian terakhir, dan masa depan pandemi masih sangat tidak pasti. Varian baru dapat muncul kapan saja,” pungkas Dr Carissa Etienne.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here