Masa Belajar di Rumah Siswa PAUD-SMP di Cimahi Diperpanjang hingga 30 April

0
66
Foto: Ilustrasi Corona (I Wahyono/detikcom).

Whisnu Pradana – detikNews

Senin, 13 Apr 2020 17:40 WIB

Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi resmi memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa tingkat PAUD sampai SMP hingga 30 April 2020 mendatang. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 443/1669-Disdik tentang Penyesuaian Perpanjangan Kegiatan Belajar Mengajar pada Satuan Pendidikan Dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Cimahi.

Kebijakan itu juga menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No: 36962/MPK.A/HK12020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Serta Surat Edaran Wali Kota Cimahi No.8 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Covid-19 di Kota Cimahi dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 4 Tahun 2020 tanggal 24 Mart 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.

“Melihat kondisi perkembangan kasus COVID-19 di Kota Cimahi, maka siswa masih belajar di rumah untuk mencegah penyebaran virus sampai 30 April,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan, Senin (13/4/2020).

Dengan penyesuaian perpanjangan waktu KBM dari rumah, Disdik Kota Cimahi meminta sekolah untuk menerapkan masa belajar di rumah hingga 30 April 2020 dengan pembagian waktu KBM dari rumah dilaksanakan 15 April-22 April 2020 dan kegiatan penumbuhan budi pekerti (Pesantren Kilat) bagi peserta didik dilakukan secara daring dari rumah pada 27-30 April 2020.

“Kepala Satuan Pendidikan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan melakukan supervisi, evaluasi pelaksanaan pembelajaran dan memastikan pelayanan administrasi sekolah lelap lancar,” katanya.

Guru tetap memberikan materi pembelajaran secara daring baik melalui WA Group, website sekolah atau materi yang telah disiapkan. Materi pembelajaran kepada anak didik diupayakan memberikan pengalaman yang lebih bermakna tanpa terbebani tuntutan menuntaskan capaian kurikulum maupun kelulusan.

“Pembelajaran agar menyenangkan dan sebaiknya fokus pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenal pandemi COVID-19. Aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kondisi siswa termasuk mempertimbangkan akses atau fasilitas belajar di rumah,” katanya.

Pihak sekolah juga perlu memastikan orangtua mendampingi dan mengawasi para anak didik dan memastikan melaksanakan kegiatan di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah. Termasuk melaporkan kondisi kesehatan baik bagi tenaga pengajar yang menerapkan Work From Home (WFH) dan para siswa didik.

“Alhamdulillah sampai saat ini, hasil laporan setiap hari dari sekolah, pengawas dan bidang tidak ada siswa dan guru maupun tenaga pengajar lain yang terpapar. Mudah-mudahan seterusnya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here