Mahasiswa UMY Ubah Limbah Kulit Bawang Jadi Sabun Herbal

0
14

Ahad 02 Jan 2022 03:07 WIB

Rep: wahyu suryana/ Red: Hiru Muhammad

Pembuatan produk ini merupakan usaha pemanfaatan limbah menjadi produk berdaya jual

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Tim PKM Kewirausahaan D3 Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuat sabun untuk mengatasi masalah kulit. Sabun yang diberi nama Güzel Herbal Soap terbuat dari kulit bawang merah yang telah teruji klinis.

Dosen pembimbing PKM-K, Desi susilawati mengatakan, pembuatan produk sabun ini merupakan usaha pemanfaatan limbah menjadi suatu produk yang memiliki daya jual. Selain itu, kemasan produk sabun menggunakan kertas yang telah di daur ulang.

Dampaknya, mudah terurai oleh tanah. Ia menilai, sabun ini memiliki berbagai manfaat untuk mengatasi permasalahan kulit. Selain memiliki daya jual tinggi, sabun yang telah teruji secara klinis ini memiliki daya hambat bakteri besar.

“Karena kulit bawang merah memiliki kandungan pektin, flavonoid, antioksidan, anti inflamasi, vitamin B, C, E dan sulfur,” kata Desi, Jumat (31/12).

Adapun manfaat produk ini antara lain membantu merawat kulit, mengurangi minyak berlebihan pada kulit dan menghilangkan noda hitam dikulit. Membantu mengatasi jerawat di punggung, mengatasi gatal-gatal ringan dan mampu menghidrasi kulit.

Ke depannya, Desi menargetkan produk sabun karya mahasiswa UMY ini mendapatkan sertifikat BPOM sampai bisa membangun mitra. Mereka berencana untuk mengembangan produk menciptakan varian baru yaitu varian jeruk dengan ukuran yang bervariasi.”Serta, bermitra dengan toko-toko kecantikan dan membangun outlet sendiri dan legalitas usaha,” ujar Desi.

Selain itu, sabun Güzel Herbal Soap ini berhasil menyabet juara Favorit PKM-K Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (Pimtanas) 2021. Serta, meraih juara dua Lomba Monev PKM PTM-A Indonesia yang berlangsung 27 Desember 2021.

Ia turut berharap, dengan raihan-raihan prestasi ini bisa menjadi dorongan yang memotivasi Prodi D3 Akuntansi UMY untuk terus melanjutkan prestasi di PKM. Sehingga, berinovasi menciptakan produk baru yang memiliki banyak manfaat.”Kami berharap kedepannya akan bermunculan tim-tim PKM dengan skema yang berbeda tidak hanya untuk skema PKM-K, memotivasi kami untuk terus berprestasi dan menciptakan inovasi baru dalam menghasilkan produk yang kaya manfaat,” kata Desi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here