UMM Latih Guru BK untuk Atasi Trauma Siswa Pasca Tragedi Kanjuruhan

0
141

Senin 24 Oct 2022 09:07 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Sebagian besar korban tragedi Kanjuruhan merupakan remaja, siswa dan siswi sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Sebagian besar korban tragedi Kanjuruhan merupakan para remaja yang notabene menjadi siswa dan siswi. Hal itu juga berdampak pada anak didik yang berada di sekolah.

Melihat hal tersebut, maka kegiatan Pelatihan Konseling Traumatik Pasca Tragedi Kanjuruhan untuk para guru BK penting dilakukan. Agenda ini diselenggarakan oleh unit Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (19/10/2022).

Dekan Fakultas psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Salis Yuniardi turut memberikan pemaparan dalam kegiatan tersebut mengenai beberapa ciri orang yang memiliki mental sehat. Hal ini dimulai dari kemampuan untuk mengenali potensi diri, mampu menangani stres harian, dan produktif. Bahkan juga memberikan manfaat untuk masyarakat.

Sementara itu, trauma merupakan peristiwa yang mengancam keselamatan dan integritas diri. Penyebabnya bisa karena perundungan, pelecehan seksual, demonstrasi, kecelakaan, bencana, dan lainnya.

Begitu mengalami trauma, seseorang pasti mengalami Post Traumatic Stress (PTS) atau tahapan awal dalam trauma. Ada dua tipe trauma, yang pertama yakni mereka yang mengalaminya langsung disebut dengan PTS primer. Kemudian tipe kedua yakni yang tidak mengalami kejadian secara langsung, baik lewat mendengar maupun melihat.

“Tipe kedua inilah yang banyak dialami oleh teman-teman,” katanya dalam pesan resmi yang diterima Republika.

Jika trauma mempengaruhi aktivitas, maka dapat dikatakan sebagai acute stress disorder. Jika terus berlangsung dan terjadi mood swing, maka ia sampai pada tahap post traumatic disorder. Kalau tidak segera ditangani, orang tersebut bisa berakhir dengan bunuh diri.

Menurut dia, konseling menjadi hal penting yang harus diberikan kepada penderitanya. Sebab, kunci sukses melakukan konseling bukanlah nasihat atau motvasi tetapi bisa membuat mereka semakin stres. Salah satu yang bisa dilaksanakan adalah memberikan Psychological First Aid (PFA) yaitu look, listen, dan link.

Look maksudnya memastikan keadaan orang tersebut aman. Kemudian listen berfokus pada pikiran dan perasaan orang yang mengalami trauma bukan malah menanyakan kronologi kejadian. Lalu yang terakhir adalah link berarti memberikan bantuan apa-apa yang mereka butuhkan terutama dalam menstabilkan emosi.

Perwakilan guru BK dari SMAN 1 Bululawang, Wiwik Endang mengucapkan terima kasih sudah dijamu dan diberia materi yang menarik. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bagus dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

“Saya mendapatkan ilmu dan juga metode baru untuk mengatasi dan mendampingi anak-anak didik di sekolah. Saya juga tentu berharap, UMM bisa senantiasa menjalin kerjasama dengan para guru BK se-Malang,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here