Layanan Ojek Online Menghilang Sementara dari Jakarta

0
58

Sabtu, 11 Apr 2020 06:10 WIB

Adi Fida Rahman – detikInet

Jakarta – Sejak Jumat (10/4/2020), pemerintah DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menangkal makin meluasnya wabah Corona di Ibu Kota. Imbasnya layanan ojek online (ojol) menghilang sementara dari Jakarta.

Kondisi ini cukup bikin kaget pengguna setia ojol. Sebab saat membuka aplikasi Gojek maupun Grab, mereka tidak menemukan layanan GoRide dan GrabBike.

Saat detikINET memantau di kedua aplikasi tersebut, GoRide dan GrabBike masih belum menghilang. Hanya saja saat menggunakan GoRide, setelah memasukkan alamat tujuan dan melakukan pemesanan, ada pesan bertuliskan ‘GoRide has not arrived in Your Area‘.

Ini artinya layanan tersebut tidak tersedia di area tersebut. Sementara saat menggunakan layanan GrabBike, ketika melakukan pemesanan, detikINET langsung dialihkan ke layanan GrabCar.

detikINET pun mengonfirmasi kepada pihak Gojek dan Grab. Keduanya membenarkan hilangnya layanan ojol dari aplikasi mereka lantaran mengikuti PSBB yang diberlakukan pemerintah DKI Jakarta.

Pergub PSBB

Seperti diketahui dalam Pergub PSBB yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ojek online tidak diperbolehkan lagi mengangkut penumpang.

“Untuk kendaraan roda dua, maka kendaraan roda dua ini juga diizinkan untuk menjadi sarana angkutan, sekali lagi, hanya dibolehkan sebagai angkutan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau memang bekerja di sektor yang diizinkan. Tanpa itu maka dilarang menggunakan kendaraan roda dua,” kata Anies.

Anies lalu mengungkapkan pihaknya sempat memfasilitasi agar ojek online diperbolehkan mengangkut penumpang. Namun belum ada perubahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai aturan ojek online dilarang mengangkut penumpang.

“Adapun kendaraan roda dua sebagai jasa pengantaran, kemarin sempat disampaikan ojek online kita akan fasilitasi untuk bisa mengantar orang dan barang, kemarin dalam pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan, kita berpandangan untuk bisa diizinkan,” terang Anies.

“Tapi karena belum ada perubahan di Peraturan Menteri Kesehatan, dan pergub harus sejalan dengan rujukan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, maka kita mengatur ojek sesuai dengan pedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, yaitu layanan ekspedisi barang termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk mengangkut penumpang. Ojek boleh mengantarkan barang, tetapi tidak untuk mengantarkan orang,” tandas Anies.

Terbatas di Jakarta

Saat dihubungi detikINET, Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengungkap alasan tidak tersedianya layanan GoRide di aplikasi mereka. Itu lantaran pihaknya mengikuti keputusan pemerintah DKI Jakarta terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah penyebaran COVID-19.

Hanya saja saat awal-awal penonaktifan GoRide berlaku di area Jabodetabek. Namun pada Jumat sore (10/4/2020) Gojek memperkecil area hanya di Jakarta saja.

“Larangan ojek online membawa penumpang selama penerapan PSBB pada 10 – 23 April berdampak pada berhentinya sementara salah satu layanan yang disediakan oleh mitra driver Gojek di Jakarta, yaitu layanan transportasi roda dua GoRide,” ujarnya.

Senada dengan Nila, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pihkanya telah menonaktifkan sementara layanan GrabBike di Jakarta untuk mendukung PSBB yang telah ditetapkan. Sementara di area sekitar Jakarta masih tersedia.

“Layanan GrabBike masih dapat melayani penumpang di kota-kota sekitar DKI Jakarta seperti Depok, Tangerang dan Bekasi serta kota-kota lainnya di Indonesia,” ujar Neneng.

Taksi Online hingga Layanan Antar Makanan

Gojek maupun Grab memastikan layanan mereka lainnya masih tetap aktif. Hanya saja pada layanan GoCar dan GrabCar diberlakukan penyesuaian jumlah penumpang dan posisi duduk seperti yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta soal PSBB.

“Grab pun mengerahkan 1.000 armada GrabCar untuk melayani pelanggannya. Armada tersebut dilengkapi dengan partisi plastik antara kursi pengemudi dan penumpang,” kata Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.

“Kami menyediakan masker bagi seluruh mitra untuk memastikan kesehatan bersama. Kami juga mengingatkan agar penumpang GoCar menggunakan masker selama perjalanan, dan mengikuti panduan keamanan selama perjalanan yang diinformasikan lewat aplikasi,” terang Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek.

Untuk layanan antar makanan pun tidak terpengaruh aturan PSBB. Namun untuk menjaga kesehatan mitra maupun pengguna, baik Gojek dan Grab, melakukan sejumlah inisiatif mulai dari pemberian masker, pelaporan suhu hingga mekanisme pengantaran tanpa kontak.

“Untuk layanan pesan antar makanan GoFood, layanan telemedik dan pengantaran obat GoMed, serta layanan pengantaran barang GoSend, GoMart, GoShop dan GoBox juga tetap beroperasi selama periode PSBB. Konsumen dipastikan dapat menggunakan layanan ini tanpa kontak fisik secara langsung,” ujar Nila.

“Kami memperkenalkan pelaporan suhu tubuh harian bagi mitra pengemudi dan mitra pengantaran kami. Jika mitra pengantaran menunjukkan gejala, seperti suhu tubuh tinggi, demam, batuk, dan pilek, mereka diminta untuk mencari saran medis dan menjalankan karantina pribadi jika diperlukan, dimana mereka sementara akan ditangguhkan dari platform kami dan diberikan bantuan keuangan,” pungkas Neneng.

Respon Detikers

Ragam reaksi yang dituliskan detikers terkait hilangnya layanan Goride dan GrabBike di aplikasi. Ada yang mendukung, tidak sedikit pula yang menentang. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah nasib para mitra driver yang tidak mendapatkan penghasilan.

Berikut respon detikers terkait hilangnya layanan ojol Gojek dan Grab di Jakarta

Jujur saya driver sangat berat hati dan sedih dari kmarin buat makan saja susah. Semoga lekas pulih indonesiaku, istri dan anaku butuh makan,” tulis Aris Supriyanto.

Bagus, salut kepada aplikator. this is the right thing to do,” komentar Jack Bayu.

Mari kita sama2 bersatu keluar dr masalah covid 19 ini , smoga kita bs keluar dari masalah ini, contoh negara2 yg sukses menekan angka kematian akibat covid 19, yg pasti setiap negara akan berbeda cara mengatasinya,” tulis Bina Samudera.

Dukung program Psbb, hanya untuk sementara…..pahit emang…..tapi memang harus Psbb,kalau GK GK selesai2, secara pada bandel,” kata Azis Ryan.

Sabar dulu demi kepentingan yg lbg besar, demi msy pd umumnya. Mdh2an butuh 1-2 minggu paling lam sebln psbb mdh2an kelar. Jgn juga egois. Pemerintah pusat dan daerah akan membantu,” tulis Mbahmoo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here